Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< June 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Wednesday, June 14, 2006
eee ... Berubah

Adalah lumrah jika sebuah kota lantas berdandan agar terlihat cantik, dan wajar pula jika yang didandani itu adalah pintu gerbang masuk ke kota tersebut. Maka kota tempat saya tinggal inipun berdandan dengan memperindah stasiun kereta apinya. Sudah beberapa bulan ini, stasiun kereta api kecil dan sederhana itu dibongkar sana-sini dan katanya bakal rampung komplit tahun 2007 nanti. Tempelan tulisan berisi permohonan maaf karena ketidaknyamanan yang dialami oleh para calon, bekas, pengantar dan penjemput penumpang terpampang dibanyak tempat. Gambar kira-kira nantinya stasiun itu bakal jadi secantik apa juga ada di beberapa tempat.

Senin pagi kemarin saya sudah merasa cukup sehat untuk kembali datang ke kantor. Alasan mulia untuk tidak masuk kantor sudah pergi. Turun dari bus kota di depan stasiun ada pemandangan yang ndak umum. Itu orang-orang pada ngapain kumpul-kumpul, lha kok ndak langsung masuk saja. Lho ... pintu stasiunnya mana? Kok ditutup? Setelah bingung sebentar, oooo  ternyata pintu masuk pindah ke bagian samping yang biasanya tertutup karena sedang ada bongkar-bongkar itu.

Lho, ada eskalator, tangga jalan, itu lho undak-undakan mlaku dhewek, weee ... ada lift juga. Tiba di lantai atas, wah wah wah, ini toh wujud dari sebagian stasiun baru itu nantinya. Terang benderang, bersih mengkilap, kinclong. Wuih, lampunya nyala semua, apa ya perlu toh ada sinar matahari yang terangnya memadai. Lha ... ada tokonya juga, jualan pernak-pernik sehari-hari mulai dari koran sampai korek kuping. Stasiun kecil yang sederhana itu mulai memperlihatkan sebagian hasil rias dirinya.



Stasiun sederhana itu mulai berubah, dari sebuah stasiun kecil yang lima belas tahun lalu di depannya ada sawah menjadi seperti kebanyakan stasiun-stasiun kereta api lainnya di Tokyo. Pada waktu saya pertama mengenal stasiun ini, semua begitu bersahaja. Masuk pintu stasiun langsung berhadapan dengan pintu-pintu karcis otomatis, lepas itu langsung pelataran peron. Sekarang, pintu-pintu karcis itu tak langsung menghadang calon penumpang. Penghadang barunya adalah sederet toko, mesin penjual minuman ringan dan rak-rak majalah gratisan yang isinya penuh iklan. Tiang-tiang stasiun juga ditutupi poster-poster iklan bergambar perempuan mesem.

Selesai "mengagumi" hasil dandanan itu, saya mulai celingukan mencari-cari pintu masuk ke pelataran peron, di mana pintu itu. Ah, ada di pojok sana rupanya, lha ... tangga jalan lagi. Yang hendak menikmati tangga jalan yang berjalan pelan-pelan bisa berdiri diam di sisi kiri sedangkan yang hendak buru-buru bisa lewat sisi kanan.

Perubahan. Selalu bikin bingung di awal, walaupun pengumuman ada di mana-mana. Bagi yang bisa membacanya pun, mereka perlu waktu untuk membaca dan memahami isi pengumuman. Buat yang tidak paham, seperti saya, ikut arus saja dulu. Kalau terbawa arus yang salah, ya paling misuh-misuh pada diri sendiri, karena arus tidak membawa ke cita-cita awal. Lha ya misuh pada diri sendirilah, masak mau marah ke arus?


Posted at 12:04 am by Sir Mbilung

Hedi
June 14, 2006   12:55 PM PDT
 
ah saya udah terlanjur kagum sama Jepang...gambar di atas itu sebelum renovasi atau in-proses...tetap bagus hehe
Mariskova
June 14, 2006   01:29 AM PDT
 
Lah, ini lebih modern dari stasiun tempat saya, Pak De. *nangis kejer* Nasibbb... kota kecil ini selalu tetap udik...
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry