Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Maka terkutuklah saya, begitu saya baca tulisan Mbak Eny di sini. Titah seorang Ibu tak pantas dibantah, nanti jadi batu. Ibu saya pernah bilang surga itu ada di bawah telapak kaki Ibu. Lantas, ada apa di bawah telapak kaki Ayah? ..... ya Ibu ... begitu kata Ibu saya lho ya. Sudahlah, saya tidak akan ndobos soal kutuk mengutuk, penuhi saja panggilan tugas itu.
Lima pekerjaan. Bingung saya, lha wong saya itu hanya menjalankan hobi lantas dibayar kok. Tapi kalau hobi itu boleh masuk kategori kerja, inilah pekerjaan itu :
Porter merangkap buruh cuci-cuci di berbagai ekspedisi yang katanya ilmiah.
Asisten dosen. Bisa kemlinthi sambil menikmati tatapan kagum para mahasiswi baru itu.
Tukang nangkep dan nyincin burung pantai berlisensi. Sudah ditangkep kok ndak boleh dimakan ya?
Analis dan komentator data burung. Ndobos pol ini.
Atlet otomotif. Supir antar jemput istri.
Lima tempat tinggal. Susah ini. Walaupun Bapak saya itu bukan keong dan Ibu saya bukan kucing, tapi kami sering digotong-gotong pindah kesana kemari. Yang besar-besar sajalah :
Bandung euy.
Pangkalan Brandan.
Balikpapan.
Brighton (tempat sendiri) - London (setiap tanggal tua untuk cari makan di rumahnya ndoro ini, masakan istrimu kelas jempol papat Mas).
Sekarang pulang-pergi Bogor - Tokyo.
Lima Film. Saya ndak begitu hobi nonton film, lagi pula jenis tontonan film saya dan istri tidak sama. Istri saya suka film horor (mungkin karena ini dia mau saya ajak kawin ... horor gratis setiap hari), sementara saya ndak suka (kecuali Omen). Tapi baiklah :
Star Trek (Motion Picture, Wrath of Khan, Search for Spock, Voyage Home, Final Frontier, Undiscovered Country, Generations, First Contact, Insurrection dan Nemesis).
La Vita e Bella.
Godfather (I, II, III).
Notting Hill.
Beautiful Mind.
Lima acara TV. Modar. Susah ini, mbok diganti sama buku saja. Kurang dari lima ndak apa-apa ya?
Siaran berita.
Film dokumenter.
Film kartun.
Acara travel and advanture.
Lima makanan. Yuhuuuu. Ini bisa lebih dari lima, lha wong saya itu karung bergigi.
Buntil.
Rawon.
Sate.
Empek-empek.
Candil.
Mendoan.
Bubur sumsum.
eh ... lima saja ya? Ya ndak apa-apa lebih sedikit, jadi sampeyan tahu harus nyuguhi saya apa.
Lima situs.
Situs pribadi.
Situs blog-nya sampeyan semua.
Google.
Situs perburungan.
Situs-situs ndak jelas.
Lima terkutuk berikutnya. Sudahlah, biarkan kutukan ini berhenti di saya saja. Saya ganti jadi lima majalah saja ya.
National Geographic.
The Economist.
Birding Asia.
Nature.
Donald Bebek (pemicu keributan dengan anak).
Sampun nggih Mbak Eny. Gimana Mbak ... buah nangka buah duren, kagak nyangka gua keren ... begitu?
Posted at 10:13 pm by Sir Mbilung
esge June 20, 2006 10:55 AM PDT narutonya asli apa plasu?
bang pi'i June 17, 2006 10:58 PM PDT pakde... mbok cariin naruto the series saja... ha nyari dvd disini jelek je gambare... halah!! (ketahuan lagi kecewa setelah mborong DVD naruto seri 1 sampe 140)
nananias June 17, 2006 11:51 AM PDT wah ndak suka pelem horor <b>kecuali omen</b>
OMEN IS INDEED THE MOST SUPERB ONE!
*salaman*
ely June 16, 2006 11:14 PM PDT wong katanya ndak suka nonton pilem kok ternyata daftar pilem yg ditonton pilem yg keyen2, wah....ndobos pol dah om mbilung!!ha..ha..haa
merahitam June 16, 2006 10:29 PM PDT Loh...Masih menggemari kartun?