Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Mbilung, tampangmu itu seperti apa sih? Lha begitu itu salah satu pertanyaan yang sering saya dapat. Kenapa pula wajah dijadikan bahan pertanyaan, biarkan sajalah imajinasi itu bermain-main bebas. Toh tampang siapapun yang saya pajang di blog ini juga akan menimbulkan pertanyaan baru seperti "bener itu tampangmu?". Belum lagi nanti lantas disoraki narsis. Walaupun kalau dipikir-pikir ya saya itu rada narsis juga, tapi narsis yang pemalu (contradictary in terms?).
Sebagian pengunjung blog ini dan yang blognya saya kunjungi juga saya ndak tahu tampangnya seperti apa. Lantas apakah memajang wajah di blog itu salah? Ya ndak tho. Toh blog itu adalah ruang pribadi yang dibuka untuk umum dan yang namanya ruang pribadi boleh-boleh saja kalau lantas ada wajah(-wajah) tertera di situ. Hanya saja, dari semua blog "mlintir" yang sejauh ini sudah saya sambangi, belum satupun yang memajang tampang aslinya secara jelas atau bahkan tak memajang sama sekali. Mungkin untuk menghindari kepanikan publik pada saat yang punya blog sedang jalan-jalan di tempat umum.
Hanya saja, desakan untuk mengetahui ketampanan rupa Mbilung demikian kuat. Maka dari itu, gambar diri sang tokohpun mulai hari ini turut menghiasi (jika bisa dianggap demikian) halaman blog ini. Mudah-mudahan tidak mengganggu konsentrasi membaca. Begitulah tampang sang tokoh yang sering ditandemkan dengan Togog dan bersama-sama berkarir sebagai tukang ndobos. Berbeda dengan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong, saya dan Togog tidak berkarir di kerajaan yang diperintah oleh tokoh-tokoh baik, tidak ada tantangannya. Penulis cerita tampaknya punya kehendak sendiri, bahwa penguasa jahatpun perlu punakawan. Mungkin agar kejahatan penguasa bisa direm sedikit sehingga negerinya masih bisa punya rakyat.
Menyinggung soal blog "mlintir" yang isinya ngalor ngidul ngetan ngulon ada beberapa pendatang baru atau pura-pura baru. Selain plintiran tersohor seperi Gombal, Pecas Ndahe, Catatan Asalnya Bang Pi'i, Kabar Buntung [sic], Semprul Sontoloyo dan beberapa lainnya, ada beberapa blog atau cring baru yang bisa bikin sampeyan ikutan mlintir. Coba saja tengok Kemlinthi, Nggedabrus, Sumuk ra Kringeten dan Bawor. Menurut saya ini tidak menunjukan betapa mlintirnya bangsa ini, tapi lebih kepada betapa plintiran itu masih diperlukan sebagai sarana untuk memandang kehidupan dari sisi lain. Lha yang namanya mlintir itu memang terkadang tidak memerlukan wajah.
Haiyaaah ... ndobos! Lha ya ndobos karena memang itulah tugasnya Mbilung.
bang pi'i June 28, 2006 06:06 PM PDT mosok aku tersohor? sohor ki artine opo? nek gusur artinya usir-mengusir maka tergusur artinya terusir.. ha tersohor itu apa kang mbilung?
(malaria mulai membuatku kurus)
sing nduwe jaran June 27, 2006 02:52 PM PDT haree geneee nggak tau penampakannya pakdhe mbilung....kaciaaaaaan deh :) wong ngguanteng koyo semar eh salah koyo arjuno kok ya pakdhe ? "wink"
merahitam June 26, 2006 12:04 PM PDT Hihihihihihi...Jadi inget wayang orang. Kapan bisa nonton wayang orang lagi ya?
johan June 26, 2006 12:12 AM PDT kalau saya emang gak punya foto ... kalau ada sih mau aja nanti dipasang ... kali aja bisa dapat jodoh :)
Mariskova June 25, 2006 06:54 PM PDT Ya itu lah Pak De. Kepinginan narsis itu susah ditahan...
fitri June 25, 2006 04:26 AM PDT lho, pakde kok kayak semar ya itu gambare? hehehe, wajah dipajang atau enggak, yang penting kan dobosannya pak. ya nggak pakde? :D
nggedabrus June 25, 2006 03:54 AM PDT loh loh loh.
cring nggedabrus itu cring serius. kadang memang naif, namanya juga newbie ra bondho. tapi tidak pernah ada maksud untuk mlinthir atau ingin menimbulkan kepanikan publik.
kalo memang dianggep mlinthir, ya mungkin itu hanya reaksi kimia di otak pemirsa, atau memang kulo yang sudah akut taraf mlinthirnya.
masalah dapur, ndak peduli sih dapur mirip betoro kolo atau mirip arjuna. yang penting kan hatinya...
ahak ahak...
Dian June 25, 2006 02:45 AM PDT hehehhehe...aku gak pernah perduli sih kkkakkakkak...yg penting baca blognya