Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Membaca pertanyaannya Mas Yudhi di shoutbox itu bikin saya mengangguk-angguk tetapi tidak pakai sambil berseru trilili seperti burung kutilang di pucuk pohon cemara. Mas Yudi bertanya begini "ndobos terus apa gak kesel?kali2 mbok ya ngobrol ttg burung..burung sampeyan kan banyak...".
Kesel? lha malah lega Mas. Kalau kesel itu maksudnya capek, mungkin ya. Lha wong namanya Mbilung, kerjanya ya ndobos itu dan kalau kerja tentu sekali-kali ada capeknya. Akan tetapi baiklah, permintaan sampeyan itu saya penuhi walaupun sebenarnya ada juga sih saya nulis soal burung beberapa kali di blog ini.
Burung. Tubuhnya ditutupi bulu (bukan rambut), punya swiwi (jangjang, sayap), brutu (tunggir), paruh dan kakinya bersisik. Pinjem klasifikasi luwak-nya MpokB burung itu secara ilmiah digolongkan dalam Phyllum Chordata, Sub-Phyllum Vertebrata dan Class Aves. Sebagian besar burung bisa terbang, tetapi ada juga yang bisanya hanya lari-lari, jalan-jalan dan berenang, misalnya kasuari, burung unta, kiwi, kakapo dan pinguin. Makanan burung ya macem-macem, dari mulai yang makan madu sampai yang makan monyet.
Sejak dulu burung mengilhami banyak orang dan menjadi bagian dari semua kebudayaan. Burung membangkitkan keinginan manusia untuk terbang bebas, yang lantas dikisahkan dalam legenda Daedalus dan Icarus. Ketika manusia sudah menemukan pesawat terbang, burung menjadi nama atau logo perusahaan penerbangan. Tetapi tidak semua perusahaan penerbangan lantas memajang burung, misalnya Qantas (Queensland and Northern Territory Aerial Services) dari Australia yang memasang logo kangguru jingkrak.
Lantas tentang burung-burung di Indonesia? Weeeh, Indonesia itu jempolan kalau soal burung. Tak kandani yo, untuk jumlah jenis burung, Indonesia itu nomer empat se-dunia setelah Kolumbia, Peru dan Brazil, sak Asia nomer satu ... juara. Itu belum apa-apa, coba lihat jumlah jenis burung endemik negara, nomer satu sak kolong jagat. Endemik negara itu maksudnya hanya bisa dijumpai di negara itu saja, tak ada di negara lain. Burung endemik Indonesia, ya hanya ada di Indonesia. Lho, apa ndak kaya itu. Coba, negara yang namanya bikin bingung orang, Britania Raya itu, cuma punya satu ... ihik ihik.
Lha hanya saja, wong namanya juga Indonesia, mesti ada rusaknya. Jumlah jenis burung Indonesia yang terancam punah, ya ... nomer satu juga se-dunia. Untuk jumlah jenis burung endemik negara yang terancam punah juga nomer satu. Lha kok bisa? Sebagian besar burung-burung itu masuk kategori ini karena rumahnya (habitatnya) hilang atau (di)rusak, selain itu juga karena ditangkepi untuk lantas dikandangi jadi klangenan.
Lantas jenis burung apa di Indonesia yang paling langka? Lha ini rada-rada sulit njawabnya, masih banyak perdebatan soal yang satu ini. Hanya saja sebagian besar beranggapan bahwa Jalak bali (Leucopsar rothschildi) adalah yang paling langka, terakhir saya dengar jumlahnya sudah kurang dari 10 ekor. Jalak bali liar hanya bisa dijumpai di bagian barat Taman Nasional Bali Barat. Jalak bali adalah salah satu contoh jenis burung yang hampir punah karena ditangkapi. Lho ... Jalak bali kan dilindungi Undang-Undang? Kok ditangkepi tho? Haiyaaaah ...
Jadi singkatnya begitu Mas Yudhi, lha nanti lain kali mungkin saya bisa ndongeng soal burung yang beracun, soal burung yang hilang, burung yang seneng dandan, burung yang ngarsitek, burung pemecah batok kura-kura atau burung yang tidak bertanggung jawab. Atau, sampeyan punya permintaan lain?
mpokb June 27, 2006 01:15 PM PDT jadi inget masa kecil, pernah miara parkit.. baru beberapa hari sudah kabur dari sangkarnya.. ternyata aye gak cocok miara burung.. :(
Mariskova: Bisa dapat deskripsi lebih kumplit soal burung yang dilihat Hikari? Garudanya di tulisan berikutnya ya Mbak.
Merahitam: Berburu?
Luthfi: Ornitolog? waaaaaah ... masih jauh dari itu!
Atta: Lha njenengan liatnya di slempitan mana?
Rara: Haiyah ... ono Mbak!
Moes Jum: Ya, mungkin saya salah juga karena dulu ikutan ngasih nama. Apa sampeyan punya usul nama lain? Kan sampeyan lebih lama liat elang ini dari pada saya sampe turu ning wit di Gunung Salak gitu.
Moes Jum June 26, 2006 10:41 PM PDT Weitt ... ati2 lho Kang! Burung yang ini namanya bisa diprotes sama orang Sunda lho ... Ujude selama ini yang paling sering orang2 peneliti itu ketemune kan di wilayah Jawa Barat. Baru setelah rame yang namanya gerombolan pengamat elang lokal, mulai akeh sing ketemu juga neng Jawa Tengah, DIY, karo Jawa Timur
Rara June 26, 2006 08:48 PM PDT Pokoke, topik opo wae kalo yg mbahas Den Mas Mbilung.. TOP n SUERU..Wong manuk kok ono sing gelem dandan barang toh.. ngarsitek.. Wis, podo diuapusi wae kok percoyo.. hwa ha ha..
atta June 26, 2006 07:55 PM PDT nomer empat sedunia?
la kok saya jarang liat burung ya
:D
luthfi June 26, 2006 06:07 PM PDT pakde Mbilung ini ornitolog tho?
merahitam June 26, 2006 12:10 PM PDT Wah, jadi tambah pengetahuan ini. Jadi tahu kalau burung di Indonesia mulai banyak yang terancam punah. Kalau begitu, mulai sekarang saya ndak mau lagi kalau diajak berburu burung sama teman-teman ah...
Mariskova June 26, 2006 03:33 AM PDT Pak De, kok ya pas banget ini.
Tadi siang pas lagi naek sepeda bertiga (sepedanya sendiri2 tapinya), Hikari nanya nama burung yang nongkrong di pohon Sakura. Burungnya bagus tenan. Ekornya panjang kicir-kicir gitu.
Tapi aku gak tau namanya. Dan Hikari pun kecewa berat (lah, mamamu ini kan juga manusiaaaa).
Kita jg baru sadar kalau dari semua buku Hikari yang memenuhi apato sempit kami ini, gak ada satupun yang menjelaskan ttg dunia perburungan (aku biasa bacain dia investigate series tp di seri itu gak ada ttg burung). Akhirnya hari ini dia tidur dengan kuciwa.. hiks, sedih.
*ngomong2 Burung Garuda itu benar adanya atau mitos adanya Pak De? aku kok keder mlulu soal burung satu itu*
fitri June 26, 2006 12:44 AM PDT asyik banget bisa tahu burung yang diamati adalah jenis ini, langka/not, dan karakternya gimana.
lha saya cuma seneng ngeliatin tingkah para burung pakde. sampai beli teropong cuma buat ngintip mereka. ya sambil ngintip yang lain sih. hehehe.