Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< June 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Tuesday, June 27, 2006
Garudaku

Ibu yang satu ini terkeder-keder dengan Garuda, begini katanya "Burung Garuda itu benar adanya atau mitos adanya? aku kok keder mlulu soal burung satu itu". Jawaban singkatnya, ya ... mitos yang lantas diada-adakan, sangat Indonesia. Kalau masih keder juga, ijinkanlah saya tak coba ndobos soal yang satu ini.

Dalam mitologi Hindu dan Buddha ada disebut seekor burung atau mahluk burung bertubuh manusia yang sangat besar bernama Garuda. Sangking besarnya, jika Garuda sedang terbang matahari tertutup, kepak sayapnya menyebabkan topan, rumah-rumah beterbangan. Lebih dahsyat lagi, ceritanya itu Garuda bisa mencabut beringin sak akar-akarnya, lho apa ndak dahsyat itu. Mungkin karena itu makanya beringin lantas berbaik-baik sama Garuda, biar ndak dicabut.

Dikisahkan bahwa Garuda adalah anak dari Kashyapa dan Vinita, dan adik dari Aruna yang berputra Jatayu dan Sempati. Dalam kisah Rama dan Sinta diceritakan bagaimana Jatayu yang keponakannya Garuda itu, gugur setelah bertempur dengan Rahwana yang menculik Sinta. Diceritakan pula Garuda adalah tunggangannya Batara Wishnu sementara sang kakak, Aruna, adalah kendaraan Batara Surya.

Kegagahan sosok, kekuatan dan kesaktian membuat Garuda menjadi layak simbol dan layak tampil. Soal keartisan Garuda, sampeyan pernah tahu Garudamon, salah satu tokoh dalam film kartun Digimon. Kalau belum coba tanya sama anaknya atau adiknya yang masih kecil yang hobinya menthelengi film kartun Jepang. Sementara sebagai simbol, Garuda dijadikan lambang negara oleh Indonesia dan Thailand. Perusahaan penerbangan Indonesia (flag carrier) juga menggunakan nama Garuda, lengkapnya Garuda Indonesia, wuih gagah ya?

Soal Garuda Indonesia ini ada yang sempat bikin saya terkekeh-kekeh. Begini, Garuda memiliki banyak nama atau sebutan, salah satu nama lain Garuda adalah Suparna. Lha apa saya ndak terkekeh-kekeh pada saat Garuda Indonesia lantas diberi  direktur utama yang namanya Suparno, tapi ya tetap saja njengking. Terkekeh-kekeh Garuda lainnya adalah dengan iklannya Kacang Garuda. Garudanya dilakonkan oleh Golden Eagle (Aquila chrysaetos) yang ndak ada di Indonesia, lantas sang elang dengan gagah njabut kacang, haih ... elang vegetarian ini.

Nah sekarang soal diada-adakannya Garuda. Ini tidak lepas dari kejadian tahun 1993, disaat mana Indonesia sibuk cari-cari simbol satwa dan puspa nasional. Ndak ngerti juga saya siapa yang pertama kali punya ide begini. Karena lambang negara Indonesia itu Garuda maka dicarilah burung yang ada di Indonesia untuk digarudakan dan diusulkan sebagai salah satu calon satwa nasional . Syaratnya  untuk bisa digarudakan banyak, harus gagah, harus punya jambul karena Garuda lambang negara itu berjambul, burungnya juga harus hanya ada di Indonesia (endemik Indonesia).

Maka sibuklah orang-orang mencari elang berjambul. Dalam keluarga Accipitridae ada satu marga yang bernama Spizaetus yang hampir semua jenisnya berjambul. Di Indonesia ada dua jenis burung dari marga Spizaetus yang hanya terdapat di Indonesia, Elang sulawesi (Spizaetus lanceolatus) dan Elang jawa (Spizaetus bartelsi). Saya ndak ngerti persis alasannya apa, tetapi pada akhirnya terpilihlah sang Elang jawa sebagai calon satwa nasional. Menang? ya ndak, kalah sama kadal (Komodo) yang akhirnya keluar sebagai simbol satwa nasional, sementara Elang jawa itu "hanya" diberi gelar sebagai simbol satwa langka Indonesia. Dengan segala rasa hormat kepada para herpetologist, salah satu makanan Elang jawa adalah kadal.

Begitulah, mahluk mitos lantas diseret ke dunia nyata. Elang jawa diubah menjadi Garuda, digarudakan, dijadikan simbol. Malangnya penggarudaan ini malah bikin nasib Elang jawa jadi runyam. Elang jawa lantas diburu untuk dikandangi, harganya melonjak drastis di pasar. Kebun binatang besar di Indonesia juga mengejar burung ini untuk masuk dalam koleksi peliharaannya. Teriaknya begini "Mari kita lestarikan Elang jawa", caranya, "... lha ya ditangkap untuk lantas ditangkarkan". Lho, sangat Indonesia sekali kan? Kok bukannya si Elang jawa itu dibiarkan saja di alam, rumahnya (hutan itu) dijaga, diurus dengan baik. Burungnya jangan diganggu. Masak simbol negara dikandangi toh?

Sampeyan apa ada yang tahu kenapa Garuda lambang negara itu nolehnya ke kanan, menatap ke arah Barat? Kepanjangan kalau saya ndobos soal ini juga, tapi itu tampaknya ada hubungannya dengan Hanuman. Cari sendiri ya?

© foto Elang jawa Eriek Nurhikmat


Posted at 12:03 am by Sir Mbilung

tjok udiana
October 27, 2007   12:37 AM PDT
 
bagi saya Garuda merupakan simbul kebijaksanaan. saya sedang meneliti tentang garuda ini. garuda ini memang unik dan mesti kita pahami lebih mendalam apalagi dalam ilmu kajian budaya. nah sekarang saya sedang meneliti tentang garuda dalam culture studies. khususnya di Bali garuda sangatl dihormati. nah bangsa indonesia sangatlah tepat memilih garuda sebagai lambang nasional untuk menyatukan nusantara.
Namaq adalah rhs
May 1, 2007   09:14 PM PDT
 
Kalo Garuda hadep kanan terus, apa kepalanya g pegel!!! Hehehe!
No Name
May 1, 2007   09:09 PM PDT
 
luchu banget
Name
December 20, 2006   03:01 PM PST
 
gue tau kang, kenapa garuda menoleh ke kanan. karena garuda sudah putus hubungan dengan nyamuk, huh!!! (",) Untung Garuda Indonesia kagak berubah namanya jadi Suparna Indonesia ya. Kesannya private jet company gitu hehehe. Tau gak kenapa lambang indonesia burung garuda? karena kita merdeka tanggal 17-8-45. 17 jumlah bulu sayap, delapan jumlah bulu ekor, 45 jumlah bulu leher. kalo kita merdeka 4 januari lambang kita capung...
Naring
November 27, 2006   06:37 PM PST
 
oooo ternyata begitu to ceritanya....terkadang mitos atau simbol maksudnya baik, tapi interpretasinya masing-masing kepala berbeda apalagi cerita sejarah yang dari mulut ke mulut....
trie
June 27, 2006   07:24 PM PDT
 
soal garuda yg noleh kanan itu mas, aku mau didongengi aja deh..emoh nyari ndiri, hehehe
ely
June 27, 2006   06:59 PM PDT
 
neng kene iseh akeh manuk om, termasuk manuk elang niku.

sampeyan niku kok nggih kados tiyang mlintir2 liyane, kathah ide nulis, bravo om mbilung!
fitri
June 27, 2006   06:38 PM PDT
 
ayo pakde, cerita hanuman dan noleh kanannya pakde. *penasaran*
sing nduwe jaran
June 27, 2006   02:36 PM PDT
 
soale ngetan ne ono jaran nyengir...
heheheh garing abies :P
mpokb
June 27, 2006   01:18 PM PDT
 
emang lebih cocok komodo kayaknya yak.. nanti kalo elang jawa menang, bisa banyak yg protes.. politis kali yak.. hehe *sok tau*
atta
June 27, 2006   01:18 PM PDT
 
saya ini orang penting, sibuk, jadi mana sempat riset2 soal hubungan hanuman dengan garuda yg nengok ke barat. ndak punya wektu *halah*

wis lah njenengan mawon. nek moco tok kan penak. hihihihiihi
Mariskova
June 27, 2006   12:30 AM PDT
 
Aaaaaaaahh... jadi si Garuda itu Om-nya Jatayu toh.
Lah itu Pak De yang bikin saya keder. Setau saya si Garuda itu kan cerita wayang. Setidaknya begitulah keadaannya waktu bapak saya dulu meriwayatkan pada saya saat saya masih kecil. Loh kok tiba-tiba pas saya gede, ada burungnya beneran?! Ternyata begitu lah ceritanya. Makasih banyak atas pencerahannya Pak De.
Tapi, nganu, si Hanuman itu knapa toh? Sekaligus aja ndobosnya. Lanjut gitu loh :)
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry