Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Soal Hanuman dan tolehan Garuda lupakan saja dahulu. Saya kok ingin ndobos soal Sempati. Nama yang mungkin hanya kita kenal lewat perusahaan penerbangan di Indonesia yang sekarang sudah bangkrut itu. Sempati Air yang pernah membuat rupa-rupa upaya untuk menarik calon penumpangnya. Sebut saja arisan di udara, yang berhadiah karcis, buat naik Sempati Air lagi. Atau keberaniannya untuk memberi kompensasi jika keberangkatan tertunda. Sekarang Sempati Air sudah tidak lagi terbang, sama seperti nasib mahluk yang bernama Sempati.
Seperti yang sudah saya ceritakan kemarin, Aruna, kakak Garuda, mempunyai anak dua yang gagah-gagah, Sempati sang kakak dan Jatayu yang keduanya berwujud burung. Pada masa keduanya masih muda, Jatayu selalu terkagum-kagum melihat matahari yang pada siang hari berwarna kuning terang menyala sementara di saat pagi dan sore berwarna merah. Jatayu lantas berkeinginan untuk menangkap sang matahari, keinginan yang selalu dicegah oleh sang kakak, Sempati.
Lha tapi namanya Jatayu itu burung ndableg, terbang juga dia untuk menangkap matahari. Matahari yang merasa terganggu menjadi marah, dan mataharipun melepaskan sinarnya yang membakar ke arah Jatayu. Melihat adiknya ada dalam bahaya besar, dengan cepat Sempati terbang menyusul untuk melindungi adiknya. Sempati mengembangkan sayapnya, melindungi sang adik dari amarah matahari. Jatayu selamat, tetapi Sempati jatuh kembali ke bumi dengan sayap terbakar. Sejak itulah Sempati tidak lagi bisa terbang dan menyepi di dalam gua. Sementara sang adik, Jatayu, diangkat menjadi raja dari semua burung.
Jatayu sang raja burung yang kecilnya ndableg itu, seperti telah saya ceritakan kemarin akhirnya gugur setelah kalah bertarung melawan Rahwana pada saat Jatayu hendak menyelamatkan Sinta. Jatayu yang akhirnya mati dipangkuan Rama belum sempat mengatakan ke mana Sinta dibawa lari. Rama kemudian menitah Hanuman untuk mencari dan memberi tahu Sinta akan kedatangan para penyelamatnya .... eng ing eng ...
Sempati yang mendengar berita tentang kematian Jatayu keluar dari guanya untuk mencari kabar. Saat itulah Sempati bertemu Hanuman yang lantas menceritakan kepahlawanan Jatayu. Hanuman menghibur Sempati untuk tidak larut dalam kedukaan, duka yang tidak akan mengembalikan Jatayu. Hiburan Hanuman itu melegakan hati Sempati. Dengan kemampuan penglihatannya, Sempati mampu melihat Sinta yang tersekap di Alengka, dan kemudian adalah tugas Hanuman untuk menemui Sinta. Lakon Anoman Obong dalam wayang Jawa dimulai dari sini, sementara lakon Mbilung ndobos soal Sempati berakhir di sini.
Petikan dari epik Ramakian (Kejayaan Rama). Gambar diambil dari sini.
Posted at 12:37 am by Sir Mbilung
Dian July 2, 2006 01:05 AM PDT lho jatayu itu anaknya garuda toh. baru tau aku hihihi...
kenapa ya pesawat kita gak untung. kemurahan, atau karena nyediain makanan ?
ealah aku malah baru tau kl sempati & jatayu kakak beradik...
Fitri June 29, 2006 05:49 AM PDT asyik juga nih dongeng sebelum tidurnya. hasilnya malah nggak bisa tidur! maunya diceritain teruss..
agusset June 28, 2006 04:38 PM PDT oh, sempati itu kakaknya jatayu tho? wah, saya koq belum pernah baca ceritanya ya?
uapik tuenan mas ndobose... dilanjut sama ndobosan lain ttg. ramayana ya mas. oh iya, dewi sinta itu wkt abis membuktikan diri ke rama bahwa dia masih suci dgn cara membakar diri, akhirnya gimana ya? lha koq saya dulu wkt baca komiknya atau nonton pertunjukan wayang orangnya gak ada lanjutannya ya?
Nananias June 28, 2006 04:15 PM PDT huehuehue ancene bangsa ini pinter kalo disuruh nyari simbol, simbol tok tapi. implementasi? mbuh yooo!
Moes Jum June 28, 2006 02:02 PM PDT Mau tau siapa sejatine Pakde Mbilung ini? ... Beliau adalah pemerhati "wayang burung" -- kalo dalam bahasa Indonesahnya wayang gila ... ampuuuun!!
atta June 28, 2006 01:49 PM PDT ini wayang ngepop. asyik banget. ndengerinnya gak usah pake ngantuk-ngantuk. teruskan teruskan, epik lainnya, kisah lainnya ;)
kireina June 28, 2006 01:30 PM PDT pakde mbilung ini pemerhati burung atau pemerhati wayang sih? :p atau dua hal itu tidak bisa terpisahkan satu sama lain? :D