Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< June 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Friday, June 30, 2006
Cucak Rowo ... serr .. serr ..

Lagu Cucak rowo, yang entah diciptakan oleh siapa, sempat populer agak lama di Indonesia dan mungkin juga di Suriname. Soal siapa yang mempopulerkannya silahkan sampeyan berdebat saja sendiri, apakah Didi Kempot, Tina Toon, Inul bor-boran, Rona penyanyi cilik dari Kendal, Harris Sudarwanto a.k.a HR Senopati a.k.a Londo atau malah supporter PSIS, karena dulu (entah sekarang) lagu ini jadi lagu wajib para supporter PSIS setiap kali Panser Biru tanding di Semarang. Kali ini ijinkan saya ndobos ngalor ngidul campur aduk soal Cucak rowo ini. Kalau lantas dianggap saru, porno, jorok, saya minta maaf duluan ya.

Cucak rowo atau juga dikenal dengan nama Cucak rawa, Straw-headed Bulbul atau Pycnonotus zeylanicus adalah nama burung yang hidup di Indonesia (Sumatera, Kalimantan dan Jawa*), Singapura, Malaysia (Sabah, Sarawak, Semenanjung Malaya), Thailand dan Myanmar bagian selatan. Burung ini termasuk keluarga Kutilang dan hidup di hutan-hutan dataran rendah di dekat aliran sungai, mungkin karena inilah namanya berakhiran dengan kata "rawa". Tidak seperti kerabatnya sesama Kutilang yang rajin bernyanyi di pucuk pohon cemara (atau cempaka?), Cucak rawa sering turun ke tanah untuk mencari makan.

Bagi penggemar burung berkicau dalam kandang, suara Cucak rawa katanya bagus. Keelokan suaranya jugalah yang menjadi salah satu penyebab Cucak rawa masuk dalam daftar jenis burung yang terancam punah. Lha bagaimana ndak terancam punah lha wong Cucak rawa itu adalah salah satu burung hot item untuk diburu dan lantas dimasukan ke dalam kandang je. Belum lagi hutan dataran rendah yang jadi rumahnya itu gurih banget buat "disantap" oleh penggundul hutan. Berita sedih berikutnya adalah, burung ini di Pulau Jawa sudah punah di alam, habis bis bis. Terakhir terlihat di Ujung Kulon pada awal tahun 1970-an.

Kembali ke lagu Cucak rowo tadi, kata lagu itu Cucak rowo dowo buntute (panjang buntutnya), saya saja yang berani memproklamirkan diri sebagai tukang ndobos ndak berani bilang buntutnya Cucak rawa itu panjang. Buntutnya (atau tepatnya bulu ekornya) ya ukurannya kira-kira sama dengan Kutilang. Lirik lagu itu juga berbunyi buntute sing akeh wulune (buntutnya yang banyak bulunya), haiyaaah ... banyak bagaimana? Jumlah bulu ekornya sama dengan Kutilang, persis! Nek di goyang ser ser aduh enake ... ndak ngerti saya. Burung kok digoyang-goyang to? mungkin liriknya mesti diganti jadi nek digoyang ser ser mumet manuke.

Ndobos soal burung, ada satu gojek kere dan saru soal burung :

Dul : Dil .. bentuknya panjang, ada rambutnya, tempatnya di selangkangan, apa coba .... tapi ndak boleh jorok lho ya.
Dil  : He? Wah kalau ndak boleh jorok, ndak tahu saya jawabannya.
Dul : Waaah ... payah kamu Dil, jawabannya itu titit!.
Dil  : Lho ... katanya ndak boleh jorok.
Dul : Lha ya kalau tititmu itu jorok mbok ya dicuci dulu.


Buat Mas Yudhi (lagi), Cucak rowonya lunas ya.

Foto diambil dari sini.


Posted at 12:05 am by Sir Mbilung

bebex
September 22, 2006   07:19 PM PDT
 
pakdhe kalah tinggi ilmunya,,bex dah tau dari TK malah teka tekinya :P
Fitri
July 1, 2006   12:38 AM PDT
 
hahaha, saya paling suka dengerin cucak rowo ini. habis banyak bulunya itu. ternyata malah nggak dowo buntute dan nggak banyak wulune ya jebulnya.

setuju. kalau jorok ya dicuci dulu/ :D :D
siberia
July 1, 2006   12:00 AM PDT
 
lho julukane PSIS iku Panser biru? elok tenan, dudu kebo putih to?

di jpn ada burung2 bebas berkeliaran, di lab malah ada sarang burung tsubame (burung layang-layang)
Hedi
June 30, 2006   06:46 PM PDT
 
bikin partai atau forum cucak rowo biar suaranya bisa nyaingin FPI atau FBR hehehe
april
June 30, 2006   05:33 PM PDT
 

Burung digoyang2 ben pas ae panggonanne pakdhe!

hehehehe ngasalllll
kireina
June 30, 2006   05:22 PM PDT
 
"gojek kere" tte nihongo de nanto iu no desuka? maaf pakde, saya lebih ngerti japanese daripada javanese :D
Name
June 30, 2006   03:09 PM PDT
 
Alaaaaahhhhhhh Pak De saru! saru! saru abis!!! :) :) :)
Walopun saya setuju buanget dengan "nek digoyang ser ser mumet manuke" ituh ;p

*He? Saya kan lagi hiatus toh?!*

atta
June 30, 2006   02:36 PM PDT
 
hahahhahhaha
nggawe lagu cucakrowo tandingan wae mas :p
yudhi
June 30, 2006   01:45 PM PDT
 
di malang ada STIE Cucakrowo, eit salaha ding...STIE KUCECWARA, iki tenanan lho mas mbilung, dhudu togog sing ngomong...
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry