Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Lagu Cucak rowo, yang entah diciptakan oleh siapa, sempat populer agak lama di Indonesia dan mungkin juga di Suriname. Soal siapa yang mempopulerkannya silahkan sampeyan berdebat saja sendiri, apakah Didi Kempot, Tina Toon, Inul bor-boran, Rona penyanyi cilik dari Kendal, Harris Sudarwanto a.k.a HR Senopati a.k.a Londo atau malah supporter PSIS, karena dulu (entah sekarang) lagu ini jadi lagu wajib para supporter PSIS setiap kali Panser Biru tanding di Semarang. Kali ini ijinkan saya ndobos ngalor ngidul campur aduk soal Cucak rowo ini. Kalau lantas dianggap saru, porno, jorok, saya minta maaf duluan ya.
Cucak rowo atau juga dikenal dengan nama Cucak rawa, Straw-headed Bulbul atau Pycnonotus zeylanicus adalah nama burung yang hidup di Indonesia (Sumatera, Kalimantan dan Jawa*), Singapura, Malaysia (Sabah, Sarawak, Semenanjung Malaya), Thailand dan Myanmar bagian selatan. Burung ini termasuk keluarga Kutilang dan hidup di hutan-hutan dataran rendah di dekat aliran sungai, mungkin karena inilah namanya berakhiran dengan kata "rawa". Tidak seperti kerabatnya sesama Kutilang yang rajin bernyanyi di pucuk pohon cemara (atau cempaka?), Cucak rawa sering turun ke tanah untuk mencari makan.
Bagi penggemar burung berkicau dalam kandang, suara Cucak rawa katanya bagus. Keelokan suaranya jugalah yang menjadi salah satu penyebab Cucak rawa masuk dalam daftar jenis burung yang terancam punah. Lha bagaimana ndak terancam punah lha wong Cucak rawa itu adalah salah satu burung hot item untuk diburu dan lantas dimasukan ke dalam kandang je. Belum lagi hutan dataran rendah yang jadi rumahnya itu gurih banget buat "disantap" oleh penggundul hutan. Berita sedih berikutnya adalah, burung ini di Pulau Jawa sudah punah di alam, habis bis bis. Terakhir terlihat di Ujung Kulon pada awal tahun 1970-an.
Kembali ke lagu Cucak rowo tadi, kata lagu itu Cucak rowo dowo buntute (panjang buntutnya), saya saja yang berani memproklamirkan diri sebagai tukang ndobos ndak berani bilang buntutnya Cucak rawa itu panjang. Buntutnya (atau tepatnya bulu ekornya) ya ukurannya kira-kira sama dengan Kutilang. Lirik lagu itu juga berbunyi buntute sing akeh wulune (buntutnya yang banyak bulunya), haiyaaah ... banyak bagaimana? Jumlah bulu ekornya sama dengan Kutilang, persis! Nek di goyang ser ser aduh enake ... ndak ngerti saya. Burung kok digoyang-goyang to? mungkin liriknya mesti diganti jadi nek digoyang ser ser mumet manuke.
Ndobos soal burung, ada satu gojek kere dan saru soal burung :
Dul : Dil .. bentuknya panjang, ada rambutnya, tempatnya di selangkangan, apa coba .... tapi ndak boleh jorok lho ya. Dil : He? Wah kalau ndak boleh jorok, ndak tahu saya jawabannya. Dul : Waaah ... payah kamu Dil, jawabannya itu titit!. Dil : Lho ... katanya ndak boleh jorok. Dul : Lha ya kalau tititmu itu jorok mbok ya dicuci dulu.
bebex September 22, 2006 07:19 PM PDT pakdhe kalah tinggi ilmunya,,bex dah tau dari TK malah teka tekinya :P
Fitri July 1, 2006 12:38 AM PDT hahaha, saya paling suka dengerin cucak rowo ini. habis banyak bulunya itu. ternyata malah nggak dowo buntute dan nggak banyak wulune ya jebulnya.
setuju. kalau jorok ya dicuci dulu/ :D :D
siberia July 1, 2006 12:00 AM PDT lho julukane PSIS iku Panser biru? elok tenan, dudu kebo putih to?
di jpn ada burung2 bebas berkeliaran, di lab malah ada sarang burung tsubame (burung layang-layang)
Hedi June 30, 2006 06:46 PM PDT bikin partai atau forum cucak rowo biar suaranya bisa nyaingin FPI atau FBR hehehe
kireina June 30, 2006 05:22 PM PDT "gojek kere" tte nihongo de nanto iu no desuka? maaf pakde, saya lebih ngerti japanese daripada javanese :D
Name June 30, 2006 03:09 PM PDT Alaaaaahhhhhhh Pak De saru! saru! saru abis!!! :) :) :)
Walopun saya setuju buanget dengan "nek digoyang ser ser mumet manuke" ituh ;p
*He? Saya kan lagi hiatus toh?!*
atta June 30, 2006 02:36 PM PDT hahahhahhaha
nggawe lagu cucakrowo tandingan wae mas :p
yudhi June 30, 2006 01:45 PM PDT di malang ada STIE Cucakrowo, eit salaha ding...STIE KUCECWARA, iki tenanan lho mas mbilung, dhudu togog sing ngomong...