Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Saya itu tanya ke sampeyan semua soal kenapa simbol negara kita itu, Garuda, kok nengoknya ke arah barat. Saya itu tanya karena saya sendiri ya ndak paham benar, cuma nebak-nebak saja, lha kok malah disuruh cerita soal ini. Ya sudah, saya ndobos saja sekalian. Hanya saja tolong diingat bahwa yang saya tulis ini belum tentu benar (bisa juga dibaca belum tentu salah).
Soal tolehan Garuda ini saya lontarkan tadinya karena saya kok ndak nemu kisah kenapa dulu Sultan Hamid II dan Bung Karno itu nggambar Garuda-nya kok begitu. Soal jumlah bulu sayap, ekor dan leher, sudahlah, itu pengetahuan yang sangat umum. Toh soal yang satu ini juga lantas mengundang gojek ra mutu yang tetap saja membuat saya tersenyum. Coba kalau Indonesia merdeka tanggal 2 Januari, apa ndak lambang negara kita itu jadi capung atau laron jadinya.
Menurut saya begini. Ingat Hanuman, monyet (mohon dibedakan antara monyet dan kera -- monkey and ape) berbulu putih, titisan Batara Bayu, sakti, abdi Rama yang setia dan anti api itu? Lha katanya, Hanuman itu punya 5 wajah (pancamukha). Kalau ada istilah orang bermuka dua yang konotasinya negatif, Hanuman yang berwajah lima ini semua bermakna positif. Lima muka Hanuman itu adalah; Hayagriva yang menghadap ke atas, Varaha yang menghadap ke Utara, Narashima menghadap ke Selatan, wajah Hanuman yang kita kenal itu menghadap ke Timur dan Garuda yang menghadap ke Barat.
Lha kok ke Barat? Tak ada juga penjelasan soal ini, maka saya ndobos saja dengan bersemangat. Seperti juga wajah-wajah Hanuman lainnya yang punya makna, wajah Garuda-nya Hanuman dipercaya sebagai kekuatan untuk melawan ilmu hitam dan racun. Buat saya itu adalah lambang melawan kegelapan. Gelap seperti saat matahari menghilang di Barat. Gelap yang membutuhkan cahaya dan Garuda adalah cahaya.
Bagaimana tidak, Garuda itu katanya waktu lahir terang benderang, padang gilar-gilar, bahkan sempat dikira Batara Agni sang dewa api. Tubuhnya juga memancarkan cahaya yang berkilau. Klop sudah, gelap lawannya terang. Maka Garuda harus noleh ke kanan, ke arah Barat, untuk melawan kegelapan.
Dalam kisah lain yang tidak ada hubungannya, rumah Garuda itu di Barat. Coba kalau sampeyan sedang ada di luar kota besar pada malam hari disaat langit terang oleh bintang dan tak berawan. Tengoklah ke arah Barat, Rasi Bintang Aquila (Garuda) ada di sana seolah sedang melayang melintas Bima Sakti (Milky Way).
Bintang Altair yang paling terang adalah kepalanya dan diapit oleh Alshain sebagai sayap dan Tarazed sebagai paruhnya. Pada rasi bintang itu bisa juga dilihat ada Delta Aquila sebagai brutu Garuda, Eta Aquila sebagai ujung sayap dan Iota Aquila sebagai ujung ekornya.
Lha karena sebab-sebab di atas itulah saya berani bilang bahwa Garuda itu menolehnya ya harus ke Barat. Tapi lha wong saya itu cuma ndobos, kalau salah ya maaf. Begitu, jadi lunas hutang saya buat para insan penasaran soal tolehan Garuda ya. Sampeyan punya pendapat lain?
Guntar August 18, 2006 05:08 PM PDT Di tipi pernah ada pilem tentang dan berjudul Garuda. Garuda tu aslinya burung raksasa apa gimana to. Apa burung purba?
Anyway, noleh ke barat soalnya kan kiblat emg di sebelah barat :mrgreen:
Atau kali aja waktu dicapture kebetulan lagi noleh barat. aslinya habis itu dia noleh ke timur lagi.
opo garuda ga tengengen gih pakdhe? dr dulu noleh kanan trs?
Dian July 2, 2006 01:06 AM PDT mas, kok dari bawah keatas, burung semua neh ?
jaenuri July 1, 2006 10:51 PM PDT garudanya madep barat kalo hanumannya madep kemana, Pak'e?
lagi pula saya sampe sekarang masih bingung kalo ditanya garuda pancasila itu ngadep kemana. kanan atau kiri?
kanannya si garuda atau kirinya si pengamat?
hadap-menghadap kok bikin mumet
atta July 1, 2006 02:54 PM PDT mesti disave iki
dadi kalau anakmasadepan saya nanti tanya, saya bisa ndobos panjang lebar. hehhehe
btw, selain ahli perwayangan yang ngepop, njenengan juga pakar astronomi to? ckckck.
lengkap
komplit
bernas
hebat
;)
balung July 1, 2006 02:10 PM PDT ah, aku speachless.... pak ya miturut say, ndak masyalah mau noleh kemana. yang penting Tanggal kemerdekaannya tetep 17 agustus 1945. coba kalo 6 junu 1906, mesti garudanya jadi jelek banget, seperti pitik yang dibubuti....
johan July 1, 2006 04:18 AM PDT barat - timur atau kiri kanan?
mariskova July 1, 2006 03:10 AM PDT Ndak lah. Saya manut saja sama Garuda yang ke Barat itu ;p
Masih mendinglah lambang negara kita capung. Kalo kecoak begimana? Lah kalo merdekanya tanggal 30, apa gak lambang negara jadi kebanyakan bulunya?