Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< July 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Sunday, July 02, 2006
Balapan Mbungkuk-Mbungkuk

Apa ya rasanya nunggang motor yang ngebutnya 300 km/jam? Apa yang nunggang motornya ndak langsung berkibar-kibar itu? Apa ndak terbang? Lha bagaimana saya ndak gumun, lha wong pesawat penumpang terbesar saat ini saja, Boeing 747-400, sudah bisa mengangkasa dengan kecepatan kurang dari 200 km/jam (ground speed, tergantung berat beban dan kondisi landasan pacu). BetuI sodara-sodara sekalian, saya akan ndobos soal balapan lagi.

Mobil F1 paling cepet bisa digeber sampai 386 km/jam, itu record dunia sekarang yang dibuat tahun 1998. Kenceng ya ... tapi coba yang satu ini 347 km/jam, sedikit lebih rendah, tapi kendaraannya rodanya cuma dua dan penunggangnya ndak pake sabuk pengaman. Iya itu kecepatan sepeda motor MotoGP (sampai 990cc). Naaah, kalau ndobos soal MotoGP ya ndobos soal kampiunnyalah, itu lho "doktor" kriting kriwil-kriwil yang belum ada lawannya.

Saya sama Vale (saya ya gini kalo manggil Valentino Rossi itu) sama-sama suka Cameron Diaz dan sama-sama juga suka Blues Brothers. Cuma soal tunggangan dan kecepatan kami berbeda selera, dia suka naik motor, kebut-kebutan sambil mbungkuk-mbungkuk, lha saya suka naik mobil alon-alon dengan bantal di punggung.

Vale lahir di Urbino, Italia, tanggal 16 Februari dua puluh tujuh tahun yang lalu. Mulai suka naik motor umur dua tahun!! jamannya umur segitu saya itu lari saja belum lurus. Vale mulai nyoba-nyoba mbalap dengan motor waktu dia berumur 12 tahun. Umur 14 tahun sudah mulai balapan motor secara serius ... ini mesti SIM C - nya nembak, lha buktinya dia belum bisa tuh waktu itu. Balapan pertamanya dengan motor Cagiva 125cc itu ditandai dengan jatuh-jatuh di tikungan pertama dan kedua padahal itu balapan lokalan saja. Tetapi tahun berikutnya, Vale tidak tertahankan di balapan lokal ini, dan tahun 1995 mulai ngebut di tingkat regional yang hasilnya juara tiga sak Eropa untuk kelas 125cc itu.

Tahun 1996, Vale mulai masuk ke seri balapan tingkat dunia kelas 125cc, dengan balapan pertamanya di Malaysia, cuma finish di urutan ke 6 bahkan di balapan berikutnya di Sentul, Vale cuma finish di urutan ke 11. Lha wong namanya juga tukang trek-trekan baru, tetapi hasil tahun itu tidak terlalu jelek buat Vale yang akhirnya ada di urutan 9 dunia. Lha, tahun berikutnya di kelas yang sama ... Vale ngebut sak ngebut-ngebutnya, dia jadi juara dunia termasuk menang di Sentul.

Tahun 1998, Vale naik kelas, pindah ke 250cc dan bisa jadi juara 2 dunia. Tahun 1999 Vale menjadi juara dunia termuda untuk kelas 250cc. Tahun 2000, Vale naik kelas lagi ke 500cc dan dapet juara 2 dan jadi jawara dunia tahun 2001. Tahun 2002, Vale ada di kelas MotoGP (kelas yang menggantikan kelas 500cc) dan hingga kini juara terus. Di MotoGP ini Vale membuktikan bahwa soal tunggangan ndak masalah, Yamaha kek, Ya Honda kek pokoknya asal ditumpa'i Vale ya menang. Juara kok ndak bosen.

Nah soal naik motor mbungkuk itu ada cerita Vale kalah balapan sama sepur, kereta api, waktu latihan mau ikut balapan di Sentul. Padahal sepurnya ya sepur Indonesia je ... Bogor - Sukabumi, dan Vale sudah mbungkuk pol biar motornya lari sak kenceng-kencengnya ... ya masih saja kalah. Lha ternyata ... pas dilihat, itu penumpang sak gerbong lagi mbungkuk semua.

Untuk Dee dan Mas Yoyok, lunas ya.

dari berbagai sumber
foto diambil dari sini



Posted at 01:03 am by Sir Mbilung

hericz
July 4, 2006   03:34 AM PDT
 
Wah, kalo aku dikira kayak om Vale je pakde.

Padahal kalo naik motor sudahlebih dari 100km/j sampai rumah sudah minta di blonyo minyak kayu putih.
noize
July 3, 2006   01:22 AM PDT
 
Mas, matur nuwun nggih, dah "ndhobos" tentang mas Vale. Saya suka "dhobosan"nya. Salam. :)
johan
July 2, 2006   12:45 PM PDT
 
kalau saya naik motor ngebut memang mesti bungkuk .. kalau nggak beneran bisa terbang .. maklumbodi saya tipis, tinggal dipasang tali kama ... jadi layangan deh
nananias
July 2, 2006   06:23 AM PDT
 
wakakakakakakakakakak...

dan iya bener bete ngeliat the doctor kriwil menang terus adanya kalo dia lagi victory lap mbok ya tiba2 jatuh gitu lohh huhuhuhu
merahitam
July 2, 2006   04:17 AM PDT
 
Wah, ceritanya seru. Dan ternyata Vale itu masih muda toh. *hihihi...ketahuan ndak pernah nonton balapan*
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry