Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< July 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Monday, July 03, 2006
Birahi (me)Layang-Layang

Tidak sebagaimana manusia, lumba-lumba dan chimpanzee, burung tidak mengenal istilah "sex for pleasure", buat burung dan kebanyakan binatang lainnya, sex itu ya hanya untuk menghasilkan keturunan, procreative sex begitu istilahnya. Sperma dilepas, sel telur menanti, ketemu, keluarnya anak atau telur. Lha, karena akibat yang ditimbulkan dari acara bikin anak ini bakal berbuntut panjang, hewan-hewan itu lantas "mengatur diri" kapan ritual tersebut dilaksanakan. Untuk hewan yang tinggal di negara bermusim empat, itung-itungannya mesti pas.

Lha ini mau ndobos soal apa to? Saya ini mau ndobos soal birahi burung layang-layang agar hutang saya ke Ibu ini terlunasi. Kata birahi sendiri sepertinya berasal dari kata dalam Bahasa Sansekerta yang artinya kurang lebih cinta yang sangat dalam, menggebu-gebu, secara sungguh-sungguh. Pokoknya kalau sedang birahi gambarannya seperti dunia milik berdua, berjuta rasanya yang kalau diampet bisa berkeping-keping.

Soal birahi burung layang-layang, atau saya sebut saja Layang-layang api (Hirundo rustica) ceritanya begini. Burung yang satu ini sebenarnya adalah burung yang hidup di belahan bumi Utara. Pada saat musim gugur hampir berakhir, berbondong-bondong mereka terbang ke Selatan sejauh belasan ribu kilometer, liburan musim dingin. Pada awal musim semi, mereka kembali lagi kerumahnya untuk membuat sarang, kawin, mengerami telur, membesarkan anaknya dan siap-siap lagi untuk terbang ke Selatan. Rutin itu. Masa birahi burung ini ya singkat-singkat saja, pas mau kawin itu. Ndak seperti manusia yang bisa birahi nyaris sepanjang waktu.

Burung-burung itu membutuhkan pemicu untuk bisa kawin, ya birahi itu. Saat mana hormon-hormon tertentu dalam tubuhnya mulai menggelegak. Burung jantan lantas dandan pol-polan (dalam dunia burung, jantan adalah pesolek), agar tampak menarik dan beberapa jenis bahkan mulai menari-nari untuk menarik betina. Sementara hormon sang betina mulai siap-siap mematangkan telur agar siap pijah dan sang betina juga mulai memilih-milih jantan mana yang layak membuahi telurnya. Kilau bulu, kekokohan badan atau kelincahan menari bisa mengundang birahi betina.

Pada layang-layang api, percumbuan dilakukan di udara dengan saling mengejar, kadang-kadang mereka hinggap dan saling menyentuhkan kepalanya ke badan pasangannya. Burung betina biasanya lebih cenderung memilih jantan berekor panjang. Acara puncaknya sendiri berlangsung di udara, sambil terbang. Begitu selesai, keduanya lantas membangun sarang dari gumpalan lumpur, rerumputan, bulu dan barang-barang empuk nan lembut lainnya. Ada 4 sampai 5 telur dalam satu sarang, yang setelah menetas kedua induknya merawat anak-anak itu bersama-sama. Pas disaat anak sudah mahir terbang, pas musim boyongan itu datang lagi. Berbondong-bondong pindahlah mereka. Pada saat harus kembali ke Utara, kadang ada beberapa layang-layang muda yang memilih tetap tinggal di pengungsian, toh mereka juga belum bisa kawin. Burung ketinggalan ini pernah difoto oleh Pak De Kere Kemplu di sini.

Urusan birahi bagi layang-layang memang harus diatur ketat karena ini menyangkut perut. Terlalu awal kawinnya, pas si anak menetas, makanan belum ada. Telat, makanan sudah habis. Maka bagi layang-layang yang namanya birahi tak terkendali itu bisa bikin celaka. Birahi harus tapi jangan kecepetan, telat atau terlalu lama, bisa-bisa ndak makan itu anak-anak.

Manusia memang bukan burung, tingkahnya macem-macem untuk urusan birahi begini. Makanya jamu seperti jamu sari rapet begitu jadi laris manis. Kalau untuk laki-laki apa ya namanya? Jamu jebol tembok?

Jadi begitulah urusan birahi ini saya tutup. Untuk Mbak Fitri, birahinya sudah saya penuhi lho ya. Lunas.

© foto Layang-layang api, Karyadi Baskoro.


Posted at 12:05 am by Sir Mbilung

kere kemplu
July 10, 2006   04:01 AM PDT
 
oooo birahi manuk tol, to?
anang
July 5, 2006   04:26 PM PDT
 
Kalo manusia mau enaknya tak mau anaknya....yo ora, ojo do ditiru to...
johan
July 3, 2006   08:10 PM PDT
 
mungkin memang orang juga mesti belajar sama burung .... jangan asal bikin anak ... eh nantinya malah bingung ngasih makannya
ely
July 3, 2006   06:25 PM PDT
 
jamu jebol tembok? ha..ha..ha..
Moes Jum
July 3, 2006   05:29 PM PDT
 
Ini sebenernya sing birahi Manuke opo Kang Mbilunge yooo??
lantip
July 3, 2006   04:58 PM PDT
 
lha.. kalo manuknya dah di sangkar, dah di kebon binatang.. siklusnya masih jalan gak ya?
unai
July 3, 2006   03:10 PM PDT
 
untung awake dewe dudu manuk layang lanayng yo...hiks sak ake tenan
siberia
July 3, 2006   02:38 PM PDT
 
tsubame ini burung keren lho, sampai namanya jadi nama kereta supercepat shinkansen, di kyushu selatan.

burung ini terbangnya cepet ya..
atta
July 3, 2006   02:26 PM PDT
 
bercinta di awan ;)
april
July 3, 2006   01:52 PM PDT
 

sakno burung layang2nya, birahi aja diatur ketat...... lha nek kebelet piye?
mpokb
July 3, 2006   01:04 PM PDT
 
jamu jebol tembok? :D
baru baca tadi pagi, bahwa beruk jantan memikat betina dengan..hidungnya!
Fitri
July 3, 2006   12:03 PM PDT
 
ahahaha, pakde, ada yang geleng-geleng kepala tuh saya minta yang birahi :D

wah, jadi burung itu asyik juga ya. mau kawin ada matematika musimnya. saya baru tahu kalau burung jantanlah yang suka bersolek ria. burung metroseksual dong pakde. pake mani pedi, bedakan, jerawat dikit aja pake accutane. nggak nunggu jadi severe dulu. hahaha.

makasih ya pakde atas penuntasan birahinya. he he he :D
nananias
July 3, 2006   08:14 AM PDT
 
<b>Maka bagi layang-layang yang namanya birahi tak terkendali itu bisa bikin celaka.</b> buat manusia juga to pakdhe?
Mbilung
July 3, 2006   05:18 AM PDT
 
Suwun Mbak Lita, sudah saya ganti S-nya. Ini yang namanya ndobos tidak teliti :D
mariskova
July 3, 2006   02:00 AM PDT
 
*geleng-geleng kepala*
Fitri, Fitriii... Sudah cukup ngomongin burung, eh pake minta burung birahi segala... ck ck ck...
Lita
July 3, 2006   12:31 AM PDT
 
Sidak? inspeksi mendadak po piye?
Tidak, kali ye?
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry