Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Apa sampeyan pernah dengar nama Didi Prasetyo? Pria 42 tahun dari Jawa Tengah ini adalah pelantun lagu berbahasa Jawa dengan nama panggung Didi Kempot. Kiriman lagu dari teman saya itu juga menyertakan beberapa lagu yang dibawakan oleh Mas Didi ini. Kalau kemarin itu saya ndobos soal lagu keroncong dan lagunya Akang Doel Sumbang, kali ini saya ndobos soal penyanyi gondrong yang ndak kempot tuh.
Banyak kawan saya langsung berkata "nggilani" kalau saya mulai ngomong soal Didi Kempot, atau "wah vulgar lagu-lagunya dia itu, coba dengerin tuh lagu Cucak Rowo" (saya pernah ndobos soal ini di sini). Tetapi dengan berprinsip biarkan anjing menggonggong toh nantinya masuk kuali juga, saya tetap saja menjadi salah satu penikmat Didi Kempot. Nggilani? mungkin, vulgar? mungkin, ikatan primodial? mungkin, kekaguman? mungkin juga, tapi tampaknya campuran semua faktor tersebutlah yang membuat saya tetap bisa menikmati alunan suara Mas Didi dan terkekeh-kekeh mendengar lirik beberapa lagunya.
Mas Didi ini ya tersohor juga seperti kakaknya, pelawak Mamiek dari Srimulat yang rambutnya dikeliri seperti sigung (Mydaus javanensis) itu. Mengawali karirnya sebagai pengamen jalanan dan sempat menjadi penghuni kolong jembatan layang Slipi, di Jakarta, karena menolak untuk tinggal bersama sang kakak yang sudah terkenal dengan alasan dia mau memulai karirnya dari bawah. Walaupun toh akhirnya Mas Didi tak menolak bantuan sang kakak yang mengenalkannya pada seorang penggiat usaha rekaman. Rekaman pertama menelurkan lagu We Cen Yu (Kowe Pancen Ayu -- Kamu Memang Cantik) yang belakangan justru populer di Suriname.
Mas Didi memang ngetop di Suriname, negara di Amerika Selatan, yang lebih dari 15% penduduknya adalah keturunan Jawa. Lha di Indonesia sendiri Mas Didi belum terkenal hingga keluar lagu Cintaku Sekonyong-Konyong Koder -- CSKK (Koder itu ndak ada Bahasa Indonesianya), Stasiun Balapan dan Cucak Rowo. CSKK dan Stasiun Balapan itu lagu cinta tetapi tetap saja bikin saya tertawa senang walaupun kok ya pahit juga.
Coba kita lihat lirik awal CSKK ... cintaku sekonyong-konyong koder/ karo kowe cah ayu sing bakul lemper/ lempermu pancen super/ resik tur anti laler/ yen ra petuk sedino neng sirah nggliyer (cintaku sekonyong-konyong koder/ padamu anak cantik yang jualan lemper/ lempermu memang super/ bersih dan anti lalat/ kalau tak bertemu sehari kepalaku pusing). Sukseskah cintanya pada bakul lemper ayu ini .... tiwas aku dandan mlitik/ rambutku lengone pomed/ malah kowe lungo plencing/ ora pamit mit mit mit mit mit ... (aku sudah dandan keren/ pake minyak rambut pomade/ kamu malah pergi/ tidak memberi tahu).
Lagu Stasiun Balapan juga soal cinta, kekasih yang ditinggal pergi. Penggalan liriknya begini ... Neng stasiun balapan/ rasane koyo wong kelangan/ kowe ninggal aku/ ra kroso netes eluh neng pipiku (di stasiun balapan/ rasanya seperti orang yang kehilangan/ engkau pergi meninggalkan aku/ tak terasa air mata menetes di pipiku) ... lha manis ini, tetapi bait berikutnya berisi ... daaah dadah sayang ... daaah selamat jalan ... (ndak perlu diterjemahkan ya), saya ngakak pas dibagian itu, ndak bisa dijelaskan kenapa, ngakak saja, tapi kok ya pahit.
Lha balik lagi ke Suriname, Mas Didi rajin melakukan pertunjukan di negara ini. Namanya berkibar gagah, lagunya sering berkumandang di Radio Bangsa Jawa (yang bermarkas di Belanda), penggemarnya banyak, mendapat anugrah dari Presiden Suriname dan pernah dinobatkan menjadi artis teladan pop Jawa. Salah satu lagunya yang amat terkenal di Suriname adalah Angin Paramaribo (Paramaribo adalah ibu kota Suriname). Ini lagu cinta juga, yang di Indonesia lantas diganti judulnya menjadi Kangen Kowe (Rindu Padamu).
Mas Didi juga bisa "nakal", lagu Cucak Rowo itu salah satunya, tapi buat saya yang bikin saya geli adalah hasil rombakan lagu Kuch Kuch Hota Hai dari India itu, yang dinyanyikannya bersama Yan Vellia (penyanyi dangdut asal Solo). Musiknya utuh tetapi kata-katanya diganti dan judulnya juga diganti menjadi Remet-Remetan (saling meremas) ... aduh penake, aduh senenge/ yen lungguh jejer kowe, remet-remetan tangane (aduh enaknya, aduh senangnya/ duduk disampingmu saling meremas tangan).
Mas Didi memulai semuanya dari bawah, bawah sekali. Walaupun dalam lagu Kuncung Mas Didi bernyanyi ... pis kolopis kuntul baris/ ke kere ra uwis-uwis (susah ndak habis-habis), dengan kerja keras Mas Didi merangkak untuk mencapai tataran sekarang. Terkenal, masih teguh berpegang pada budaya asalnya. Nakal, nyeleneh, vulgar, nggilani? buat saya Mas Didi itu ya sosok orang yang berjuang, ndak instant.
Posted at 12:45 am by Sir Mbilung
indrajpa August 10, 2007 03:13 PM PDT kok susah nggolek lagi "piring pecah" karo "anakku" dalam bentuk mp3.. rencang2 wonteng ingkang gadah mbok kulo diuncali hehehe..
kunthet February 15, 2007 12:28 AM PST wonten engkang gadah lagu "piring pecah" dalam bentuk mp3 mboten nggih, mbok kulo di uncali . . . hehehe...
matur nuwun sakderenge...
salam kenal untuk semuanya
agus January 19, 2007 05:21 PM PST Didi Kempot Is The Best
saya salut dengan perjuangannya. saya adalah alah satu orang yang menyukai lagu-lagunya.
tangguh January 9, 2007 01:24 PM PST didi kempot membuat lagu jawa tidak terasa ndesani
nurainy hanifah December 3, 2006 02:33 PM PST mas didi kempot.....apane to sing kempot?
gue tuh jg ngakak,kok bisa suka bgt ma yg namanya didi kempot..........
biar pada bilang nggilani,toh mas didi itu orangnya siiiiip bgt.
imannya itu lho.........buset.........
dia tuh setia bgt ma istrinya.
bukti nyata tak godain ga mempan
huebat....padahal kt org gua jelek(wajar)hehehe
tp g jg.........
btw,bt yg pengen tau kontak pribadi mas didi hub gue di 081329781029.gue tunggu ya..........bye
nayoku August 6, 2006 08:37 PM PDT lho nek Didi Kempot go international duluan, baru tenar nasional.
ketawa ngakak klo denger Didi nyanyi?! gimana klo denger diri sendiri nyanyi? glebak kali!
Didi seniman tulen, biar udah tesohor dan kaya nggak ikut2an jadi sombong sifat orang beken.
Aku udah kenal Didi jauh sebelum di tanah air ada yg pernah denger lagu2nya.
Banyak yg menang tampang tp bukan seniman lagu.
zam July 30, 2006 04:46 PM PDT kang didi kempot emang top markopot..
dia adalah artis yg bener-bener GO INTERNASIONAL!! ndak kayak artis-artis baru kacangan dan instan yang sok-sok ngengglis tapi prestasinya cuma sering nongol di infotainmen itu..
Didi kempot emang sip...
farah July 29, 2006 09:53 PM PDT hahha..didi kempot..aku punya temen sukaaaaa banget ama yang namanya didi kempot..kalo baca kisah hidup dia dari mulai dari pengamen,salut juga seh!
btw,main2 ke blog ku ya..*pesan sponsor*
atta July 29, 2006 03:45 PM PDT hahahhaha
aku iso ngakak-ngakak kalo dengerin om didi kempot ini
hasrat menonton beliau secara langsung hingga kini belum juga terpenuhi.
mmm .. jadi terlintas ide, bagaimana kalau jumpa darat mendatang kita isi dengan karaoke khusus lagu-lagu Didi :D
fitri July 29, 2006 11:59 AM PDT saya juga selalu ngguyu kejer-kejer kalau denger didi kempot nyanyi. udah gitu pas nyanyi mukanya inosen, jadi makin bikin ketawa.
cucak rowo sama sekonyong2 koder itu tuh, yang bikin saya ketawa mak blegenyik.
nananias July 29, 2006 11:38 AM PDT emang orang suka menghindari menyukai lagu-lagu yang dicap kampungan oleh orang banyak tanpa alasan yang jelas. padahal aslinya suka tapi karena takut dicap kampungan pura-pura ngga suka. <b>padahal sungguh kampungan kan membohongi diri sendiri?</b>
aku suka setasiun balapan om! hihi pembantu dirumah kalo datang kerja selalu bawa CDnya terus dipasang selama dia kerja ahiehiehie lama-lama asik jugah! *goyang goyang*
tifoso July 29, 2006 10:13 AM PDT horeee... sesama penggemar didi kempot sing podho nggilani kumpul di sini... :D
nek aku paling seneng lagu "Ketaman Asmoro" mas... :)
Moes Jum July 29, 2006 01:39 AM PDT Kang, yang juga hebat dari lagu yang dinyanyiin si Kempot itu caranya mengungkapkan perasaan cinta atau benci (kampungan dan nggilani pol), persis koyok para seleblogger nggilani ini .... hehehe