Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Begitu saya membaca permintaannya Mas Gandrik saya langsung mak deg ... naga??!! Menyusun dobosan pendek soal naga itu bisa mengkis-mengkis sayanya. Bagaimana ndak mengkis-mengkis, lha wong naga itu mahluk populer je, cerita soal naga itu dijumpai dibanyak kebudayaan dan kepercayaan. Referensi soal naga bisa memenuhi banyak rak buku di berbagai perpustakaan, film soal naga atau yang ada naganya pating telecek. Biyuh-biyuh, ndobos soal naga naga-naganya tidak mudah dan tidak bisa singkat, jadi beriap-siaplah untuk bosan membaca dobosan saya kali ini. Buat Mas Gandrik, ini mesti ada "bayarannya", sampeyan harus mulai nge-blog! itu saja.
Sebagai tukang ndobos yang suka pilah-pilah, secara umum saya memilah naga menjadi tiga. Ada naga barat, naga timur dan naga dunia baru, ndak usah dicari acuannya, ini cuma karangan saya saja. Naga barat itu naga yang ada di Benua Eropa sana, naga timur yang ada di Asia sini dan naga dunia baru yang ada di Amerika. Pembagian itu saya dasarkan pada ciri fisik, sifat dan persepsi manusia terhadap mahluk ini ... he he he kok kayak skripsi.
Ada kesamaan umum dari naga dalam tiga pembagian ngawur saya itu. Naga mengambil bentuk dasar ular, bertanduk, memiliki kesaktian, dikagumi sekaligus ditakuti, mahluk tua, bernuansa magis, populer, berpenampilan seram atau diseram-seramkan dan mampu menggiring imajinasi manusia ke arah yang mengejutkan. Tidak seperti mitologi Phoenix yang akarnya dari Mesir, perdebatan asal naga tampaknya tidak akan ketemu ujungnya (apa iya pernah ada seminar naga?). Kalaupun lantas saya berkata bahwa naga itu asalnya dari imajinasi manusia yang luar biasa, mestinya ada yang bakal bengok-bengok protes, terutama para "ahli" cryptozoology itu ... opo meneh iki. Nanti saja soal yang satu ini.
Naga barat itu berciri fisik pejal, kokoh, tegap, gagah, berkaki empat dan umumnya berkepala satu yang berbentuk segi tiga atau turunannya. Naga dari barat mampu menyemburkan api, bersayap mirip sayap kelelawar, bisa terbang dan yang penting, naga dari barat umumnya digambarkan sebagai mahluk jahat. Beberapa pengecualian ada pada Hydra, naga dalam mitologi Yunani yang menjadi lawan berkelahi Hercules itu, kepala Hydra ada delapan .... untungnya Hydra ndak punya rambut, lha kasian tukang cukurnya kalau begini.
Walaupun naga dari barat ini umumnya digambarkan sebagai mahluk jahat penuh angkara, sumbu pendek (gampang marah), tukang nyulik putri cantik, pokoknya jahat pol, tetapi ada beberapa naga dari barat yang digambarkan sebagai naga yang baik. Contoh naga baik bisa dilihat pada sosok Draco dalam film Dragon Heart dan sosok Saphira pada cerita Eragon dan sambungannya Eldest. Ada pula naga yang "netral" seperti dalam cerita enam seri Earthsea-nya Ursula K LeGuin. Bandingkan dengan naga-naga jahat dalam film Reign of Fire yang digambarkan mampu meluluh lantakkan kota-kota di Eropa atau naga-naga dalam buku the Lord of the Rings seperti Ancalagon, Glaurung, Smaug, Nazgul dan mbuh apa lagi itu.
Di dunia barat sana, umumnya naga digambarkan sebagai mahluk wajib bunuh. Naga adalah pengejawantahan kejahatan yang sangat. Dalam cerita-cerita kepahlawanan, para ksatria barat bisa masuk dalam golongan elit jika dia sudah bisa membunuh naga dan layak bergelar the dragon slayer, sang pembantai naga. Lha gimana ndak elit, naga itu kebal senjata je, tombak, panah dan pedang ndak ada artinya. Senjata tajam tak mampu menembus kekokohan sisik-sisik naga. Belum lagi kalau naganya marah, mulutnya bisa menyemburkan api! Gigi-giginya setajam pisau cukur, kuku-kuku kakinya setajam pedang, monster pol iki. Tetapi naga dari barat punya satu kelemahan yang disepakati oleh para ahli naga ... keleknya. Ya ... ketiak naga adalah bagian yang empuk. Bagian yang menghubungkan sayap dan badan naga itu tidak dilindungi sisik anti senjata tajam.
Karena membunuh naga adalah pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan keberanian luar biasa, naga lantas identik dengan kepahlawanan. Wales, yang merupakan bagian dari Britania Raya itu, memajang naga merah sebagai bagian dari benderanya. Saint George sang pelindung Inggris adalah salah satu dragon slayer dan perisainya yang bertanda "+" merah lantas menjadi simbol Inggris.
Naga timur lain lagi. Bentuk dasarnya masih ular, tetapi lebih panjang dibanding naga barat. Naga cina adalah penggambaran naga yang umum dari naga timur. Kakinya juga empat seperti naga barat, tetapi kepalanya tidak segi tiga walaupun begitu giginya tetap saja bikin ngeri, tajam-tajam. Kadang naganya dikasih kumis tipis mekitik yang melintir di ujungnya, berjenggot seperti jenggot kambing, lubang hidungnya juga besar dan mata belok. Lihat saja naga di tarian barongsai itu.
Umumnya naga dari timur tidak menyemburkan api dan naga digambarkan hidup di dunia bawah, dalam tanah atau dalam air, walaupun naga dari cina digambarkan bisa terbang tanpa sayap dan ada yang digambarkan bisa menyemburkan api juga. Selain itu naga dari timur digambarkan sebagai mahluk yang bijak, baik, sakti, cerdas dan bahkan dipuja.
Dalam mitologi di Kamboja, naga disebut sebagai asal dari orang-orang Kamboja, di Sri Lanka juga begitu. Sementara di India naga adalah mahluk yang hidup di bawah tanah dan musuh dari Garuda. Sementara di Cina, naga memainkan peran penting dalam kebudayaan Cina. Naga adalah simbol kaisar, naga adalah sang penguasa air (ingat perahu naga?), dan lambang keberuntungan yang berasosiasi dengan angka sembilan karena naga memiliki sembilan rupa dan sembilan anak.
Ya ... naga dari timur tidak bersayap seperti saudaranya di barat sana dengan pengecualian naga modern dari Jepang. Dalam beberapa produk kebudayaan Jepang modern naga digambarkan lebih mirip naga dari barat. tengok saja naga Bahamut seperti pujaannya Mas Yoyok itu. Naga yang satu ini adalah karakter kunci dalam game Final Fantasy. Gambaran fisik naga yang khas dari timur bisa dilihat di beberapa film kartun seperti Mushu dalam film Mulan, naga di film kartun Dragonball dan Dojo dalam serial kartun Xiaolin Showdown.
Dalam cerita wayang naga juga tampil. Tokoh terkenal dalam wayang yang separuh naga adalah Antareja, putra Bima dari Nagagini yang merupakan putri dari Antaboga sang penguasa perut bumi. Antareja yang juga saudara Gatotkaca lain Ibu ini saktinya ndak ketulungan, bisa jalan-jalan dalam perut bumi dan bisa membunuh lawannya hanya dengan menjilat telapak kaki lawannya itu. Sangking saktinya, Antareja lantas "harus dibunuh" sebelum perang Baratayudha berlangsung. Antareja mati karena diminta untuk menjilat telapak kakinya sendiri oleh Kresna.
Di kawasan Indochina, naga diyakini hidup di aliran Sungai Mekong yang bentuknya meliuk-liuk seperti naga itu. Saluran televisi Discovery Channel beberapa bulan lalu pernah menayangkan film dokumenter soal naga dari Mekong ini, dengan mengambil lokasi di Thailand. Begitu kuatnya keyakinan akan keberadaan naga hidup ini, sehingga naga dari Asia ini masuk dalam daftar carinya para penekun cryptozoology. Cryptozoology adalah "cabang ilmu biologi" yang menekuni pencarian mahluk-mahluk ndak jelas seperti monster dari Loch Ness, Yeti si manusia salju dari Himalaya (pernah baca TinTin?), Big Foot dari Amerika (pernah nonton Harry and the Henderson?), orang pendek dari Sumatera yang katanya jalannya mundur dan masih banyak lagi.
Naga dari dunia baru tidak banyak diceritakan. Naga dari dunia baru ini bentuk fisiknya merupakan campuran naga barat dan naga timur. Di Mexico Quetzalcoatl adalah naga dalam kebudayaan Olmec yang bentuknya mirip naga dari timur tetapi memiliki sayap seperti naga dari barat. Hanya saja sayap Quetzalcoatl ini tidak seperti sayapnya kelelawar, malah lebih mirip sayap burung. Quetzalcoatl saat ini diasosiasikan dengan burung Quetzal yang cantik itu, sama sekali ndak mengerikan.
Habis? Masih bisa panjang kalau terus ndobos soal naga, Ada naga yang cuma berkaki dua seperti Wyvern, belum lagi Drake, Lindorm, perahu-perahu orang Viking yang berkepala naga, Keris Nagasasra waaaaah sudah sudah ... Begitulah naga, banyak versinya, rupa-rupa bentuknya, hidup dalam banyak cerita.
Buat Mas Gandrik, lunas ya Mas, sekarang saya nunggu sampeyan bikin blog. Buat yang lain kalau akhirnya sampeyan bisa sampai membaca bagian akhir ini, sampeyan suka naga ya? Ya begitu saja, saya tak pamit dulu, mau kumur-kumur dan sikat gigi, dari tadi ndobos begini naga-naganya mulut saya sudah bau naga.
johan August 3, 2006 11:43 AM PDT ad anaga yg baik kayak di novel cala-ibi-nya nukila amal ...
Fitri August 3, 2006 01:45 AM PDT ya pakde, saya suka naga. tariannya, dongengnya, kisah kepahlawanannya, sampai kebetulan shio saya juga naga. kok ya pas baca ndobosan hari ini soal naga. hehe, kalo ini sih dipas-pas-in aja pakde. :D
Rara August 2, 2006 07:57 PM PDT Naga?? Wuiih.. sereem.. Mo naga baik-jahat, naga timur-barat, lor-kidul.. Susah membayangkan untuk bisa bersahabat sm naga.. Wong sama yang ndobosin naga ini saja saya serem kok.. :P
hadik August 2, 2006 05:54 PM PDT untuk lebih banyak naga..liat di draconian.com....semoga membantu
yoyok August 2, 2006 05:24 PM PDT Wuiiih Bahamut e FF 8 !
uapik mas !
darah saya mendidih saat melihat fotonya
halah :p
matur nuwun mas !
matur nuwun sanget !
Eny August 2, 2006 02:50 PM PDT wuihhh....walopun saya sdh sempat curi start didongengi naga..ternyata saya tetap terkesima sama ndobosan hari ini..hihihi matur nuwun pakdhe :D
lagi laper trus baca ada yg mo nraktir kobe beef ??!!! tambah keroncongan n ndangdutan wetengku hiks...
FLaW August 2, 2006 01:42 PM PDT Kalo Naga Bonar masuk kategori mana, mas? hehe....
oya, maturnuwun link ke cerita srikandi-nya. tp kl mo bikin cerita srikandi yg lain lagi ta' sambut dengan senang hati dan riang gembira.
Moes Jum August 2, 2006 01:39 PM PDT Kang. lek "ulo kathok" iku termasuk golongane Naga Dunia Barat, Timur opo justru Dunia Baru?
gandrik August 2, 2006 11:47 AM PDT walah, aku luwih becik gelut karo naga tinimbang kudu ngeblog... :-)
matur sembah nuwun mas... apik tenan iki.
berhubung aku kayaknya belum bisa ngeblog dalam waktu dekat (sibuk + ora bakat nulis), aku cuma bisa mengucapkan terima kasih (he he), kapan2 aja kalo aku pas dolan ke jepang, sampeyan tak traktir kobe beef, setuju?
jaenuri August 2, 2006 11:02 AM PDT wah, sampeyan lupa kalo di Indonesia juga ada naga....
Nagasari, he..he...he...