Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< August 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Thursday, August 03, 2006
Ya ... Saya Trekkie

Space, the final frontier. These are the voyages of the starship Enterprise. Its continuing mission: to explore strange new worlds, to seek out new life and new civilizations, to boldly go where no one has gone before


Kalau ada cerita yang bisa bikin saya terengah-engah sampe rem ndobos saya blong lebih dari cerita soal naga, maka cerita itu adalah cerita seputar Star Trek. Ya ... saya seorang "Trekkie" (atau boleh juga "Trekker") ... penggemar Star Trek dengan tanda kutip, karena dengan nada yang mencoba untuk meyakinkan, saya belum sampai pada tataran tergila-gila, hanya kesengsem berat saja pada cerita tentang sebuah federasi planet dari masa depan. Sebagai penguat dari pembelaan diri agar tidak dikatakan gila Star Trek,  saya itu agak pemilih dan dari semua Star Trek saya hanya sangat menyukai Star Trek: The Next Generation. Saya berusaha untuk tidak ndobos banyak soal "the physic of Star Trek" atau gosip yang melanda para pemerannya, saya hanya ingin ndobos yang ringan-ringan saja seputar Star Trek dan apa akibatnya pada saya.

Star Trek diawali sebagai sebuah film serial televisi, yang diciptakan oleh Gene Roddenberry, pertama kali ditayangkan pada bulan September 1966. Star Trek pertama ini, juga dikenal dengan nama The Original Series (TOS), menceritakan tentang misi pesawat Enterprise yang dipimpin oleh Captain Kirk (diperankan oleh William Shatner). Episode pembukanya diberi judul "The Man Trap". TOS ini ternyata ndak laku, hanya 3 musim saja dan lantas dihentikan. TOS justru menjadi sangat populer belakangan hari ketika diputar ulang pada tahun 70-an. Buat saya TOS adalah perintis jalan ketertarikan saya pada Star Trek, walaupun belakangan pas saya tonton lagi beberapa episode TOS saya kok ndak begitu suka, kecuali pada karakter Spock.

Jika banyak orang lantas mengagumi Kirk sang kapten yang digambarkan sebagai sosok jagon mirip koboi, saya tidak pernah mengagumi Kirk, lha wong kapten kok gedandapan begitu gayanya. Tokoh yang saya kagumi justru Mr. Spock (Leonard Nimoy), mahluk setengah manusia bumi (atau Terran dalam istilah Star Trek) dan setengah Vulcan. Ayah Spock, Sarek, adalah duta besar dari Vulcan sementara ibunya, Amanda Greyson, adalah Terran. Spock sendiri menampilkan ciri fisik Vulcan yang kuat, alis mata meninggi, rambut poni dan yang paling terkenal adalah kuping runcingnya yang mirip Oki temennya Nirmala dari Negeri Dongeng di Majalah Bobo itu. Walaupun setengah Vulcan, Spock mampu melakukan Vulcan Grip yang terdiri dari Vulcan nerve pinch dan Vulcan Death Grip. Pokoknya kalo pundak sampeyan dipegang Spock terus dipencet, sampeyan bisa semaput atau malah modar sekalian. Untuk peringatan, jangan sekali-kali minta dipijeti sama Spock.

Pada tahun 1987 dimulailah serial lanjutan dari TOS. Star Trek: The Next Generation (TNG). Serial yang aslinya diputar hingga tahun 1994 ini terdiri dari 178 episode. Inilah serial Star Trek yang paling laku di pasaran dan yang paling saya suka. Mungkin disebabkan oleh kharisma sang Kapten, Jean-Luc Picard (Patrick Stewart), kepolosan Data (Brent Spiner), kegagahan Worf (Michael Dorn), Kepandaian Geordi LaForge (LeVar Burton) dan kejelitaan Natasha Yar (Denise Crosby). Disamping itu ada beberapa karakter penting dalam TNG yang buat saya kok lebih mirip bumbu seperti Riker, Troi, Beverly dan Wesley (ini Ibu dan anak). Yar yang bermain sebagai kepala satpam di TNG , hanya muncul satu musim saja dan dia "dimatikan" dalam lakon "Skin of Evil". Posisinya sebagai komandan satpam diambil oleh Worf, sang pejuang dari Klingon.

Kira-kira empat bulan sebelum TNG habis masa putarnya, Star Trek: Deep Space Nine (DSN) dimulai dan selesai tahun 1999  Berbeda dengan TOS dan TNG yang rajin kluyuran numpak Enterprise, DSN praktis hanya berkutat di sebuah stasiun ruang angkasa yang bernama Deep Space Nine yang dikomandani oleh Captain Benjamin Sisko (Avery Brooks). Sukses juga serial ini (walaupun tidak sesukses TNG), terbukti dari DSN lantas muncul gerombolan penggemar sempalan Trekkie yang menamakan diri mereka "Niners". Terus terang saya sendiri hampir tidak pernah nonton DSN, ndak "klik" saja. Mungkin karena inilah serial Star Trek yang bebas dari pengaruh Gene Roddenberry sang pencipta Star Trek.

Untung saya tidak tersiksa terlalu lama karena pada tahun 1995 Star Trek: Voyager (VOY) dimulai penayangannya. Buat saya VOY adalah "the second best"  setelah TNG. Inilah pertama kalinya seorang perempuan menjadi Kapten pada pesawat antar bintang, Captain Kathryn Janeway (Kate Mulgrew). Karakter yang saya suka di VOY adalah Mbak Kapten itu, Seven of Nine (Jeri Ryan) yang gurih banget kayaknya, sang dokter - The Doctor (Robert Picardo) yang sinis pol, sang tukang kebon Kes (Jennifer Lien) dan si jidat berkerut B'Elanna Torres (Roxan Dawson). Bagi saya VOY sangat feminin dan lokasi pengembaraan pesawat antar bintang tidak lagi di Alpha Quadrant seperti TOS dan TNG, tetapi di Delta Quadrant-nya galaksi Bima Sakti. Inilah serial yang menggambarkan perjuangan para perempuan untuk bertahan hidup di "angkasa" asing dan upaya mereka untuk pulang ke rumah. Serial ini dibuat setelah Bapak Star Trek Gene Roddenberry meninggal dunia.

Serial paling bontot dari Star Trek adalah Enterprise (ENT) yang ditanyangkan dari tahun 2001 hingga tahun 2005. Cerita ENT sebenarnya adalah kilas balik sebelum masa TOS dan hanya dibuat sebanyak 98 episode saja. Dari segi teknologi, apa yang dimiliki oleh ENT yang dikomandani oleh Captain Jonathan Archer (Scott Bakula) ini ndak ada apa-apanya dibanding dengan serial Star Trek lainnya. Tokoh layak kagum versi saya adalah T'Pol (Jolene Blalock) yang wuih dan Hoshi Sato (Linda Park) yang puinter ngomong macam-macam bahasa itu.

Begitulah bagian pembuka ndobosnya saya soal Star Trek. Pembuka? ... Lha kan tadi saya sudah wanti-wanti kalau soal Star Trek bisa blong rem ndobos saya. Kalau sudah capek bacanya, ya istirahat dulu, minum dulu.

Terus ya ...

Ada sebuah bangsa, kelompok atau dalam istilah Star Trek digelari "collective" yang membuat saya terkagum-kagum, dan mereka dinamakan Borg ... sounds Swedish? Ndak, mereka sama sekali ndak ada mirip-miripnya dengan orang Swedia. Borg adalah humanoid (mahluk mirip manusia ... maaf kalau saya anthroposentris) setengah mesin (cybernetic organism). Lepas dari mana Gene Roddenberry mendapat ide menciptakan karakter Borg, buat saya Borg mirip (cara "hidupnya") dengan serangga terutama semut atau rayap. Borg adalah kumpulan dari banyak Borg drones yang saling terhubung serta lantas membentuk sebuah entitas tunggal ... Borg.

Menurut cerita Borg berasal dari Delta Quadrant dan sarang utama mereka bernama unicomplex yang dipimpin oleh seorang Ratu Borg, seluruh Borg drones dikendalikan oleh "seorang" ratu itu. Tidak sebagaimana umumnya pesawat antar bintang semua mahluk dalam Star Trek yang bentuknya indah, gagah dan rada-rada aerodinamis, pesawat Borg berbentuk sangat sederhana ... kubus. Di dalam kubus (Borg cube) itu setiap drone memiliki/memainkan peran yang jelas, sama seperti seekor semut dalam koloninya.

Soal nama yang dipakai oleh setiap drone itu, terasa asing untuk telinga umum (walaupun sudah diterjemahkan), namanya lebih mirip alamat internet sebuah komputer. Misalnya, Seven si sekseeeeh dalam serial Star Trek: Voyager, yang dulunya Borg dan lantas dimanusiakan kembali dan menjadi salah satu awak Voyager (episode Scorpion), bernama Seven of Nine, lengkapnya Seven of Nine, Tertiary Adjunct of Unimatrix 01 ...  baik, diartikannya begini, Seven adalah drone nomer tujuh dari sembilan drone yang bekerja di unit 01 yang berlokasi di Unimatrix dan Seven memiliki fungsi sebagai tertiary adjunct. Kalau dimodifikasi sedikit dengan analogi jaringan komputer maka nama itu bisa dibaca jadi begini komputer ke tujuh dari sembilan komputer di jaringan 01 yang terdapat di kantor pusat dan berfungsi sebagai tertiary adjunct. Lantas saya membayangkan nama saya di dunia Borg ... budak belian nomer 17 dari 17 pesuruh di Tokyo yang berfungsi sebagai pesuruhnya pesuruh ... pol!

Borg pertama kali dipertemukan dengan dunia Federasi Antar Planet pada tahun 2365 (kalau kita diberi umur panjang, mungkin kita bisa mengalami pertemuan ini) lewat para awak Enterprise dalam lakon "Q Who?" (bunyi lakonnya kalau dilafalkan kok mirip "yuhuuuu" ya?). Sejak saat itu Borg menjadi musuh yang paling sulit dikalahkan oleh federasi dan Borg nyaris identik dengan "kematian". Borg sendiri tidak menjadikan membunuh sebagai tujuan utama mereka, karena mereka lebih "tertarik" untuk menjadikan mahluk hidup lain sebagai bagian dari mereka, istilahnya mengasimilasi (secara paksa) mahluk hidup lain untuk menjadi bagian dari Borg.

Dari semua dialog yang ditulis untuk Borg (lebih tepatnya disebut monolog), ada sepenggal yang jadi favorit saya dan sampai sekarang selalu saya ingat. Bunyinya begini ... "We are the Borg. Lower your shields and surrender your ships. We will add your biological and technological distinctiveness to our own. Your culture will adapt to service us. Resistance is futile". Kata "Resistance is futile" ini lantas ngetop berat, yang kalau diartikan menjadi "udah deh, kagak ada gunanya ngelawan", sering saya pakai kalau sedang ngotot-ngototan sama para bos di kantor, tak lupa saya memasang mimik Borg yang lempeng nir-emosi itu.

Selain memiliki koleksi semua film Star Trek untuk layar lebar (The Motion Picture, Wrath of Khan, Seach for Spock, Voyage Home, Final Frontier, Undiscovered Country, Generations, First Contact, Insurrection dan Nemesis ) saya juga memiliki koleksi semua episode serial Star Trek yang ada Borg-nya. Dari koleksi itu yang jadi favorit saya adalah The First Contact (layar lebar) dan The Best of Both World (TBBW) I dan II (dari serial TNG). First Contact bercerita tentang kontak pertama antara manusia di bumi dengan bangsa Vulcan (bangsanya Spock) sementara dalam TBBW diceritakan tentang Picard yang diasimilasi oleh Borg.

Bangsa lain yang saya sukai adalah Ferenggi (pedagang rakus ini) yang sering membuat saya terkekeh-kekeh, Klingon (si tukang kelai) yang barbar liar tuna budaya dan Vulcan yang hanya punya logika dan tidak punya emosi.

Begitulah bagian tengah dari dobosan saya soal Star Trek.

Lanjut ...

Pada bagian ini saya ingin berkisah soal pengaruh racun Star Trek pada hidup saya. Saya itu kecilnya mbeling dan tanpa unggah-ungguh walaupun tampan (kata Ibu saya ini lho). Lha waktu Star Trek mulai ditayangkan di TVRI itu, di rumah saya ndak ada tv sehingga kalau mau nonton Star Trek saya harus ke rumah tetangga. Agar selalu diperbolehkan ikut nonton, saya lantas berusaha keras untuk belajar menjadi anak yang beradab, mengucap salam, permisi sebelum masuk rumah orang dan tak lupa melepas sandal di depan pintu sambil senyum. Gara-gara Star Trek saya sekarang berkepribadian ganda!

Gara-gara Star Trek pula saya menyenangi fisika dan astronomi (bukan astrologi). Bisa dibilang bahwa guru fisika dan astronomi saya itu ya Star Trek. Dari mulai fisika mekanika klasiknya Newton sampai fisika kuantum dan teori dawai (string theory) saya "pelajari" melalui Star Trek, pokoknya .... ooo ini toh yang dimaksud dengan lipatan ruang-waktu, atau oooo gitu toh penjabaran dimensi paralel, dst dst. Gara-gara Star Trek juga saya menyenangi kebudayaan, menghargai dan menikmati perbedaan baik itu perbedaan fisik, cara hidup dan cara pikir. Star Trek bikin saya ingin membaca dan mempelajari segala hal, Star Trek bikin saya ndak fokus!

Pada saat TNG ditayangkan di salah satu televisi di Indonesia saya selalu "menyempatkan diri" untuk nonton. Lha kok ndilalah acara ini disiarkannya pada siang hari, padahal itu jam kerja. Saya lantas minta ijin sama atasan saya untuk nonton barang satu jam-an setiap minggunya. Gara-gara sinetron ruang angkasa ini saya jadi berani mbolos!

Begitulah Star Trek yang juga digemari oleh Mpok yang satu ini. Saya tak pamit dulu ... live long and prosper buat anda semua.

Beam me up Scotty!

Dari berbagai sumber dan semua gambar diambil dari sini dan sini.


Posted at 01:56 am by Sir Mbilung

lenje
August 5, 2006   01:27 PM PDT
 
HOREEEEEEEEEE....!!!!!

Ada lagi penggemar Star Trek!!!

Tapi sampeyan lebih "trekkish" daripada saya mas, soalnya saya cuma suka TNG dan the original versionnya (yg diputer waktu saya TK dan sering dijadiin ide dolanan sama temen2)
kopiholic
August 5, 2006   02:39 AM PDT
 
wah kudu kenal mbakku kie..podo nggendhengi star trek,star wars.. embuk nek starbucks...
Eny
August 4, 2006   03:06 PM PDT
 
saya bukan trekkie..walopun saya sempet rajin nonton yg TNG...tapi setelah mengkis mengkis baca dongengan ini, saya kok jadi pingin ngulang nonton ya?!, naga2nya saya terinfeksi virus trekkie NDS17!

merahitam
August 4, 2006   01:58 AM PDT
 
habis mbaca tulisan disini, pas jalan-jalan ke Ambassador lha kok beberapa orang disampingku nanya DVD-nya star trek. Apa mereka habis baca tulisan ini juga ya mas?

Tadi langsung pengen nanya ke mereka, "Sampeyan blogger juga ya mas?"

Hehehehehe
Mariskova
August 4, 2006   01:07 AM PDT
 
"AKU GAK MAUUUU," kata Hikari.
"Suit yourself, son. But RESISTANCE IS FUTILE."

;D
FLaW
August 3, 2006   08:21 PM PDT
 
sebenernya saya bukan penggemar star trek. blum pernah nonton malah yg versi mana juga. tp stlh baca ndobos-an ini kok jadi tertarik ya. hehe....
mpokb
August 3, 2006   07:06 PM PDT
 
ketinggalan.. itu yg ngomong si T'Pol.. aye tahu deh kenapa pak Mbilung suka.. hehehe.. :P
mpokb
August 3, 2006   07:04 PM PDT
 
ealah... ternyata sudah ada tho.. terima kasih banyak, Pak Mbilung!! kemarin halaman ini gak aye refresh, jadi nggak muncul posting barunya.. :">
serial pertama yg bikin aye kesengsem ya TNG itu.. baru setelah itu jadi pingin liat versi movie yg jadul2 sampai serial ENT.. meskipun katanya fisika star trek banyak kesalahan, tapi dramanya tetap asik ditonton yak?

kutipan favorit aye dari ENT :

"There's a difference between keeping an open mind and believing something because you want it to be true."

Charles Tucker responded : "What's that supposed to mean?"

:D
siberia
August 3, 2006   05:08 PM PDT
 
yang aku ingat kok cuma TNG sama DNS aja. yg DNS jarang nonton, kalo nggak salah jam tayangnya malam banget, jam 10 atau 11. udah tidurlah jam segitu :D
Moes Jum
August 3, 2006   01:34 PM PDT
 
Betul sekali, baru tau aku nek semua ke-kenthiran sampeyan ini ternyata sumbernya Star Trek. Ehh jangan2 sampeyan ini masih punya darah campuran berbagai bangsa yaitu Vulcan, Klingon, Jowo, lan Sundo ..... ??? (eh juga ada darah Krypton-nya gak?)
Okol
August 3, 2006   12:41 PM PDT
 
Wah, pakdhe, saya trekkies juga, dan paling suka The Next Generation, ada Holodeck-nya yang bisa disetel kita mau jd apa aja di dalamnya....heibatt..!!
Name
August 3, 2006   10:28 AM PDT
 
pakdhe, gimana kalo pendobosan ini dibikin podcast, udah lama aku nggak dengerin dongeng sebagai pengantar tidur... kangen aku :-)

matur nuwun mas, apik tenan iki...
yoyok
August 3, 2006   03:45 AM PDT
 
Waa...borg e ko cuman segitu ?
asal usul mereka berubah jadi mahluk cyborg gimana ?

ada asal usul nya khan ?
ga puas ! ga puas !
ayoo..lagi !!

:p
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry