Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< March 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Tuesday, March 28, 2006
Buang Makanan -- Ayam Mati

Sekitar jam setengah sepuluh malam, di depan sebuah toko penjual makanan siap santap (bento) terpampang tulisan dalam karakter kanji.

Saya : Apa arti tulisan itu?
Teman : Separuh harga. Itu harga bento yang belum laku hari ini.

 Isi bento itu makanan lengkap, ada nasi atau mi, dengan lauk pauknya.

... ayo makanannya dihabiskan sampai bersih, kalo nggak nanti ayam peliharaanmu itu mati lho ...

Saya : Lha ... kalau nggak laku juga terus bagaimana?
Teman : Dibuang.
Saya : Apa tiap hari ada kejadian begini?
Teman : Ya ... setiap hari. Kalau kamu belum makan malam dan mau beli makanan murah sekarang waktu yang bagus.
Saya : Kenapa toko ini nggak beli saja secukupnya, jadi nggak ada yang harus dibuang.
Teman : *cuma ngangkat bahu*

Waladalah .... makanan kok dibuang ya? Saya langsung inget orang-orang yang pada kelaparan dan kurang gizi.

Jaman saya kecil dulu Ibu selalu bilang "ayo makanannya dihabiskan sampai bersih, kalo nggak nanti ayam peliharaanmu itu mati lho". Aku dulu njawabnya "Bu ... bukannya kalo nyisa makanannya bisa dikasihkan ayam jadi ayamnya malah sehat-sehat?" Biasanya saya lantas dikeplak Ibu, pokoknya makanan harus habis.

.... Bu, mau lapor Bu .... di sini banyak ayam yang mati.


Posted at 09:55 am by Sir Mbilung

fortuna
March 29, 2006   05:23 AM PST
 
Hahaha! Baru denger juga kalo yang dijadikan alasan adalah ayam. Biasanya kan Dewi Sri yang menangis... Atau, kalau anak perempuan suka ditakuti, bahwa calon suaminya akan jorok dan brewokan. Hiiiii!
Lagian kalo ayamnya mati tinggal digoreng kan? Hihihi!
kere kemplu
March 28, 2006   12:11 PM PST
 
ya, ya, ya...
begitulah adanya...

http://gombal.blogdrive.com/archive/808.html
http://gombal.blogdrive.com/archive/590.html
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry