Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Wanti-wanti/pengingat: tulisan ini sebaiknya dinikmati (kalau bisa) sebagai bacaan ringan saja, ndak usah terlalu serius. Walaupun ada "sejarah-sejarahnya" perlakukan saja tulisan ini seperti cerita berlatar belakang sejarah lainnya, seperti sinetron silat itu. Jangan menjadikan tulisan ini sebagai referensi/acuan, apalagi buat bikin tulisan ilmiah. Sebagian tulisan ini informasinya saya ambil dari berbagai sumber bacaan yang akan saya sebut pada bagian akhir dari keseluruhan tulisan ini, tetapi sebagian besar informasi justru saya peroleh dari cerita kiri-kanan, dan cerita guru sejarah saya yang ayu itu. Sama halnya dengan sumber pustaka, nama mereka juga akan saya sebut dibagian akhir cerita.
Gerbang sudah terbuka dan Portugis mulai memasukinya. Portugis mulai mendirikan pos-pos di sepanjang jalur menuju negeri rempah-rempah. Spanyol yang takut untuk mengambil jalur ke Indies melalui Afrika masih juga berkutat dengan pencarian jalan menuju Indies dari sisi barat Benua Amerika. Muara-muara sungai besar dimasuki dengan harapan sungai itu akan membawa mereka menuju tempat rempah-rempah. Sebuah kesia-siaan (sementara) yang akhirnya membuat para pemodal dan penguasa Spanyol mencak-mencak karena terancam bangkrut. Apalagi jalur ke menuju Indies melalui Afrika sudah dikuasai Portugis yang pada saat itu sudah tiba di sumber rempah-rempah. Walaupun demikian upaya Spanyol untuk mencari jalan ke tempat asal rempah-rempah melalui jalur pelayaran ke arah barat masih belum juga berhenti. Inilah gilanya orang-orang Eropa itu, Spanyol yang sudah mulai babak belur mencari jalan itu lantas membiayai sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh seorang pelaut Portugis, pelaut yang lantas tersohor sebagai pengeliling dunia pertama, Ferdinand Magellan. Pengeliling dunia pertama?? ... waaah ndobos itu, bohong besar, karena dalam ekspedisi itu, Magellan tidak pernah mengelilingi dunia. Begini kisahnya.
Ferdinand Magellan adalah orang Portugis yang lahir pada tahun1480. Pelayaran pertama Magellan (sebagai pelaut Portugis) adalah ke India pada saat umurnya baru 25 tahun. Dia juga berpartisipasi dalam ekspedisi untuk mencapai Hindia (sekarang Indonesia) tetapi dia hanya sampai di Malaka, walaupun ada cerita lain yang mengatakan Magellan pernah sampai ke Maluku tetapi timelinenya mbundet ndak karu-karuan dan tidak ada bukti kuat tentang ini. Pada tahun 1509, Magellan terlibat dan terluka dalam pertempuran hebat antara Portugis melawan persekutuan Mesir, Ottoman, Calicut dan Gujarat di dekat Diu, India. Pertempuran yang kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Battle of Diu, pertempuran yang mengokohkan kedudukan Portugis di India dan di jalur perdagangan rempah-rempah serta menandai awal keruntuhan Kemaharajaan Ottoman (ndobos soal ini lain kali saja). Pada tahun 1513 Magellan dikirim oleh Kerajaan Portugis untuk bertempur di Maroko, Battle of Azamor. Pertempuran ini sendiri tidak begitu penting, tetapi inilah titik balik dalam sejarah hidup Magellan. Terluka dalam pertempuran tersebut, disersi, dituduh melakukan perdagangan gelap, ditolak permintaannya untuk mendapat kenaikan tunjangannya, akhirnya dipecat dan mimpi yang belum terwujud, membuat Magellan lantas menawarkan dirinya untuk bekerja kepada Kerajaan Spanyol. Mimpi Magellan adalah mengunjungi tanah rempah-rempah dan Spanyol memberikan apa yang tak dapat diberikan oleh Portugis ... peluang.
Spanyol yang sedang pusing dengan urusan mencari jalan ke tempat asal rempah tentu saja bergirang hati menyambut Magellan yang sudah sangat berpengalaman itu. Jreng ... Magellan diberi lima buah kapal lengkap dengan awaknya yang jumlahnya sekitar 270 orang dan berlayar ke arah barat, ke arah Benua Amerika pada tanggal 20 September 1519, untuk menemukan jalan menuju tanah rempah-rempah. Pada tanggal 6 Desember, Brazil terlihat di cakrawala dan Magellan memutuskan untuk membelokkan arah pelayaran ke Selatan. Magellan baru berlabuh di dekat Rio de Janeiro seminggu setelah mereka pertama kali melihat Brazil. Selesai mengisi perbekalan, Magellan meneruskan pelayarannya ke Selatan dan sempat singgah di sebuah muara sungai yang sangat besar dan kemudian dinamai Rio de la Plata yang sekarang merupakan batas antara Argentina dan Uruguay. Magellan terus b erlayar ke Selatan. Magellan sempat singgah di Puerto San Julian, yang sekarang merupakan pelabuhan laut yang terletak di Patagonia, Propinsi Santa Cruz di Argentina. Selat yang dicarinya masih juga belum ditemukan. Magellan kemudian kehilangan salah satu kapalnya ketika Santiago hancur diterjang badai. Pada bulan Agustus 1520, selat yang dicarinya mulai menampakkan diri, Magellan tiba di ujung paling Selatan dari Benua Amerika, Tierra del Fuego -- Tanah Api. Perlu waktu lebih dari dua bulan bagi Magellan untuk mengubek-ubek daerah itu mencari jalan keluar dan sekali lagi Magelan kehilangan satu kapal, Antonio kembali ke Spanyol. Akhirnya pada tanggal 28 November 1520, Magellan tiba di samudra yang belum terpetakan, samudra yang kemudian dinamainya Mar Pacifico -- Samudra Pasifik.
Merasa bahwa mereka terlalu jauh ke Selatan, Magellan memutuskan untuk berlayar ke arah Barat Laut. Pada bulan Februari 1521 mereka melewati garis Katulistiwa, dan akhirnya pada tanggal 16 Maret 1521 mereka tiba di Philippina dengan jumlah awak tersisa sekitar 150 orang. Philippina adalah tanah terakhir yang dipijak Magellan. Di tempat ini Magellan mati terbunuh dalam pertempuran di Mactan (Pulau Cebu) dengan penduduk setempat yang dipimpin oleh Lapu-Lapu yang saat ini dikenal sebagai pahlawan negara Philippina yang menentang penjajah Spanyol. Konsepsi yang tidak tepat karena Magellan, sekali lagi, adalah orang Portugis yang hanya disewa oleh Spanyol. Ha .... jadi Magellan belum mengelilingi dunia kan?! Sudah keburu mati duluan.
Lantas siapa dong kalau begitu yang pertama mengelilingi dunia? Sampeyan (dan saya) boleh bangga untuk soal yang satu ini (kalau mau). Orang yang pertama mengelilingi dunia itu adalah orang Sumatera!!! He..??? Lho??? Begini ceritanya.
Masih ingat kalau Magellan itu jaman mudanya pernah keluyuran sampai ke Malaka? Di tempat itu dia membeli seorang budak asal Sumatera yang lantas dinamainya Enrique de Malaca. Nama asli Enrique saya ndak tahu. Karena badannya gosong kayak kebanyakan kita-kita ini, dia lantas juga dikenal sebagai Henry the Black. Enrique adalah budak yang setia, dia ikut kemana majikannya pergi. Jadi sebagai bedinde taat, Enrique ini sudah melancong ke Malaka, India, Afrika, Portugis, Spanyol, Amerika Selatan dan Philippina, mengikuti perjalanan sang majikannya. Pada saat Magellan mati di Philippina, Enrique melarikan diri pulang ke rumahnya di Sumatera sana. Jadilah Enrique, pria Sumatera itu, menjadi orang pertama yang berhasil mengelilingi dunia.
Lantas kenapa Enrique si anak Sumatera ini kok ndak lantas diabadikan sebagai pengeliling dunia pertama? Sejarah untuk konsumsi publik itu katanya ditulis oleh para pemenang. Ada sebaris kalimat tentang Enrique ini yang kalau diterjemahkan bunyinya begini "... seperti juga kebanyakan pelaut yang berlayar untuk mencari jalur ke pulau rempah-rempah, nama mereka tak pernah muncul hanya karena mereka tak bisa baca tulis dan kulit mereka kurang putih ...", itu bukan kata-kata saya lho, itu katanya John Keay dalam buku "The Spice Trade".
Kembali ke sisa-sisa awak ekspedisi Magellan, mereka sudah babak belur, kapal yang sudah tinggal tiga itu mesti dikurangi satu lagi. Dengan hanya dua kapal tersisa, mereka berlayar ke Palawan dan lantas ke Brunei di mana mereka terkagum-kagum dengan kekayaan raja negeri itu (sampai sekarangpun orang Eropa masih terlongo-longo melihat kekayaan Kerajaan Brunei). Akhirnya, ekspedisi itu tiba juga ke tanah rempah-rempah seperti yang menjadi tujuan awal ekspedisi. Dengan sisa dua kapal dan 115 awak mereka tiba di Maluku pada tanggal 6 November 1521 setelah dua tahun lebih berlayar.
Di Maluku mereka akhirnya bisa mendapatkan rempah yang dicarinya, cengkeh, dari hasil berdagang dengan Sultan Tidore. Mereka tidak berdagang dengan Sultan Ternate karena Sultan Ternate telah menjadi rekanan bisnis orang-orang Portugis. Dua kapal yang tersisa lantas dimuati sebanyak mungkin rempah yang bisa mereka angkut. Lha kok ndilalah salah satu kapal itu, Trinidad, bocor. Jadilah kapal satunya, Victoria, berangkat duluan ke Spanyol dengan berlayar ke arah Barat, sementara Trinidad harus ditambal dulu. Pada saat Trinidad siap berangkat, mereka memilih jalur ke arah Timur seperti jalur kedatangannya, tetapi Trinidad ditangkap oleh kapal Portugis dan akhirnya tenggelam dihantam badai. Victoria sendirian sekarang.
Victoria yang dikomandani Juan Sebastian Elcano, berlayar pulang sendiri ke Spanyol. Uniknya, untuk menghindari cegatan Portugis di Malaka, Victoria tidak mengambil jalur yang biasa dipakai oleh kapal-kapal Portugis. Victoria berlayar ke Selatan menuju Kupang di Pulau Timor. Lantas mereka berbelok ke arah Barat, hingga mereka tiba di perairan Pantai Selatan Jawa. Ini benar-benar perjudian besar bagi Elcano. Jaman dahulu itu Pulau Jawa yang kita kenal sekarang ini tidak digambar sebagai pulau yang memanjang mirip sotong, tetapi digambar sebagai benua selatan. Teori Keseimbangan Bumi dari Ptolomei menyatakan bahwa harus ada sebuah masa daratan besar di Selatan Bumi agar Bumi bisa seimbang, dan Pulau Jawa dikira adalah bagian dari benua itu. Ptolomei tidak salah, sekarang kita tahu ada Australia dan Antartika di Selatan sana.
Victoria terus berlayar memipiri pantai Selatan Jawa dan begitu mereka sampai di sekitar Selat Sunda, mereka bukannya ke Utara tapi malah ke Barat Daya, langsung menuju Tanjung Harapan. Sebuah rute baru bagi para pelaut Eropa dan rute Selat Sunda langsung bablas ke Tanjung Harapan ini nantinya akan digunakan oleh para musuh Portugis untuk pergi dan pulang ke tanah rempah-rempah tanpa harus melewati Malaka.
Pada tanggal 21 Desember 1521 akhirnya Victoria tiba di Tanjung Harapan. Dalam perjalanan pulang itu Victoria harus kehilangan 33 awak karena mati sakit, kelaparan atau ditinggalkan. Bagaimana ndak mati kelaparan, perbekalan mereka isinya hanya beras tok! Mereka tidak membawa perbekalan selain beras karena kapal sudah disesaki dengan rempah-rempah (cengkeh dan kayu manis). Akhirnya pada tanggal 6 September 1522, setelah hampir tiga tahun berlayar (berangkat tanggal 20 September 1519), Victoria, sisa dari ekspedisi Magellan itu tiba di Seville, Spanyol, dengan 18 orang yang tersisa. Delapan belas orang itu menjadi orang-orang Eropa pertama yang mengelilingi dunia dan sekaligus menjadi orang-orang ke dua yang mengelilingi dunia ... sesudah Enrique item anak Sumatera itu.
Ekspedisi itu sendiri yang awalnya lima kapal sisa satu dan 270 orang sisa 22 (18 dari Victoria dan 4 lagi dari sisa awak Trinidad yang akhirnya bisa pulang) ternyata masih untung secara finansial!!! Padahal rempah yang diangkut ya ndak banyak-banyak amat. Harga rempah memang gila-gilaan di Eropa sana. Bisa dibayangkan jika semua kapal berhasil pulang dengan dipenuhi cengkeh dan kayu manis. Gilanya harga rempah bisa digambarkan begini. Dalam bukunya Summa Oriental, Tome Pires menulis, satu bahar cengkeh (kira-kira 270 kg) di Maluku yang harganya 1 cruzados lebih sedikit, di tangan pertama di Lisabon dijual dengan harga 700 cruzados. Setelah dipotong ini itu untuk keperluan ekspedisi keuntungan bersih yang didapat dari satu bahar cengkeh tidak kurang dari 35.000 persen!!! Sementara muatan yang berhasil dibawa pulang Victoria sekitar 20 ton.
Lho sebentar ... kok Sultan Ternate dagang sama Portugis? Kapan Portugis sampai di Ternatenya? Lha ya mohon sabar ... pada sambungan dari cerita ini saya akan ndobos soal kedatangan orang-orang Portugis itu di tanah rempah-rempah, yang juga merupakan salah satu langkah penting bagi Portugis untuk menjadi superpower.
Name January 22, 2009 08:23 PM PST aku x paham ah..!
amar August 25, 2006 07:19 PM PDT apakah benar?bahwa hasil asli rempah berupa cengkeh itu memang berasal dari Ternate-Tidore?apakah dunia telah mengakui tentang hal itu?
Kira-kira apa?tanggapan Pak De,jika sebenarnya harta yang begitu berharga itu telah tereksploitasi oleh bangsa lain.yah,..mungkin karena 1.pada waktu itu terdapat sedikit keterbatasan pengetahuan tentang pasar dunia,dikarenakan terisolasinya peradaban org-org yg ada di dua wilayah kesultanan ini.
2.sistem monopoli yang berlaku pada waktu itu.ya..mungkin masih banyak hal lain.
Hedi August 8, 2006 07:48 PM PDT ditunggu lanjutannya :)
fitri August 8, 2006 12:23 PM PDT apakah ada cerita tentang keturunan si enrique item ini berdiamnya dan beranak-pinaknya dimana?
ayo lanjuuuuttt!
gandrik August 8, 2006 11:20 AM PDT asyik tenan iki... terus pakdhe...
Qq August 8, 2006 03:08 AM PDT Cihuy ... ceritanya makin seru, bikin ketagihan baca tulisannya Pakde. Klo kolaborasi Magellan & Cano itu saat Magellan disponsori Spanyol ato Portugis Pakde? hehehe ... penasaran.
Klo Alexander the Great tergolong aman ga Pakde? Pengen tahu pengaruhnya secara fisik thd kota-kota hasil jajahannya :)