Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Berangkat keperaduan (tidur maksudnya) di malam hari diiringi nyanyian jangkrik, di luar sana bulan sepotong dan angin silir-silir ... sedap. Belum tentu, paling tidak untuk kasus saya. Dari rumah, saya masih bisa mendengar suara jangkrik di malam hari dan gara-gara suara itu tidur saya jadi tak mudah. Berisik? bukan ... saya suka suara jangkrik yang mengingatkan pada masa kecil. Hanya saja ini jangkrik kok pada berbunyi lebih awal dari "semestinya", paling tidak di sekitar rumah saya. Mereka mulai bernyanyi dua minggu lebih awal dari biasanya.
Cuma jangkrik? ndak juga. Sampeyan tahu yang namanya gareng pung? tonggeret. Lha ini juga kemlinthi. Di Jepang ada 5 jenis gareng pung, biasanya mereka nyanyinya itu gantian, nyaris berurutan. Lha kok sekarang yang mestinya nyanyi duluan itu telat mulainya 2 minggu, dan lebih gendhengnya lagi sekarang semua nyanyi barengan. Ada juga yang biasanya nyanyi siang hari saja, sekarang juga nyanyi sepanjang malam.
Ah ... kan cuma gareng pung dan jangkrik saja yang kelakuannya mencelat dari pakem. Sebentar ... tadi pagi itu saya jalan-jalan lewat taman di dekat kantor dan ada kupu-kupu yang setahu saya mestinya nggak ada di Tokyo. Satu ekor yang sudah tergeletak mati saya bawa ke kantor dan saya bertanya kepada teman yang senang kupu-kupu ... dia cuma manggut-manggut sambil bilang "sudah beberapa tahun belakangan, kupu-kupu ini menyebar makin ke Utara". Saya jadi ingat musim mekarnya bunga Sakura yang tahun ini lebih panjang dari biasa, dan teman saya bilang kalau di dekat rumahnya ada beberapa pohon yang sudah berbunga sebelum musim semi tiba.
Sudah? Belum juga. Hari ini saya banyak terima email yang berisi keheranan dari Indonesia. Gerombolan yang suka nonton burung itu saling melaporkan keanehan yang mereka lihat. "Aku liat 50-an ekor alap-alap entah alap-alap nippon entah cina, terbang barengan, mereka terbang tinggi sekali, di Pengaron dekat Semarang menuju Timur"... lha biasanya rombongan alap-alap itu lewat akhir September paling cepet. Ada juga yang mengabarkan keheranannya dengan kehadiran burung layang-layang (yang datang dari belahan bumi Utara) yang tiba lebih awal dari biasanya, cerita itu datang dari Medan, Jambi (seperti di foto ini), Bekasi dan Palu. Entah apakah tenggeran layang-layang yang di Yogya (di kantor pos besar itu), di antara Cianjur-Ciranjang dan di Bandung (di Jalan Kopo dan di sepanjang jalan tol) sana juga sudah mulai disesaki oleh turis musiman tanpa pasport dan visa ini.
Lantas ada apa ini? Saya dulu itu diberitahu kalau binatang itu manut sama alam. Kalau ada gunung mau njeblug misalnya, mereka sudah lari pontang-panting duluan. Di Aceh itu katanya waktu tsunami belum sampai daratan, burung-burung sudah pada beterbangan. Lha yang sekarang ini apa? Selagi saya mencoba untuk mencari-cari jawaban, seorang teman berkata, "tahun ini taifunnya aneh ya, jumlahnya sih mirip tapi datengnya kok barengan". Ya ... ada tiga taifun yang datang nyaris bebarengan kemarin itu.
Saya tidak bermaksud untuk menjadi penyebar gosip bencana, apalagi lantas berkesimpulan apa-apa yang dilihat di dalam film "The Day After Tomorrow" akan terjadi besok atau lusa. Hanya saja beberapa kejadian itu kok ya ndak umum sih dan beberapa malah sudah terjadi beberapa tahun belakangan. Mudah-mudahan kawan yang sedang gemeteran di Antartika sana ndak ngirim email yang isinya menakutkan. Di sekitar rumah sampeyan bagaimana?
oooalah ... jangkriiiiiiik jangkrik ....
Foto oleh Yus RN.
Posted at 12:05 am by Sir Mbilung
gandrik August 16, 2006 09:27 PM PDT aku punya temen ABC (american-born chinese) yang selalu salah nyebut namaku, dia selalu bilang "jangkrik" instead of gandrik, berhubung nama dia Bing Hsu, terus aku bales: "Su!, hwasyu!"
balung August 16, 2006 12:42 PM PDT pak dhe, sampeyan sempet liat kunang-kunang ga disana? wah nang nggonku wes arang-arang banget jee kunang-kunang kie
kireina August 16, 2006 12:08 PM PDT jangkrik itu 32 :D
Muhammad Mufti August 15, 2006 11:21 PM PDT Namanya juga Jangkrik mas, munine yo tetep krik krik. Di Jogja ada lho peyek jangkrik, belalang goreng.
siberia August 15, 2006 06:14 PM PDT wah beruntung panjenengan Mas, bisa ngamati/ngikuti tingkah laku burung dan hewan lain.
jadi bisa tau pas sesuatu ada diluar kebiasaan.
mereka katanya lbh peka terhadap "tanda2" alam daripada manusia.
yoyok August 15, 2006 06:08 PM PDT hmmm...saya mencium udara...
arah angin berubah...
saya mengendus....
sepertinya kutub magnetik bergeser mas...
ya ya..kalo tidak bagaimana saya bisa mumet seperti ini...
ya..ya..ya...kutub magnetik sedang bergeser....
blonty August 15, 2006 05:27 PM PDT dasar tukang ndobozzz...... hehehe... gak papa lah. ndoboz tapi bisa dinikmati jelas lebih bagus dibanding serius tapi tak bisa dipercaya (seperti keseriusan pejabat kita itu, lho...) :p
Eny August 15, 2006 02:04 PM PDT tanda dunia semakin tuwo kali yo pakdhe...:D
FarahPutri August 15, 2006 01:08 PM PDT walah2..apa ini sama dengan fenomena awan gempa??
zam August 15, 2006 01:02 PM PDT wah.. saya jadi penasaran pengen nyobain oseng-oseng belalang khas Wonosari itu je..
mata August 15, 2006 11:16 AM PDT kalau disolo
sebutan jangkrik itu ada 2 macem
1. jangkrik yang sering diadu domba oleh manusia [ diklileni ]
2. jangkrik balap atau kecoa
fitri August 15, 2006 09:08 AM PDT jangkrik nggak ada pakde. adanya kecoa kecil-kecil itu. musim panas panasnya memecahkan rekor dari sepanjang masa (terakhir tahun 56 yg musim panasnya mendekati 120). apa ini pertanda juga? nggak tau juga aku pakde...
mariskova August 15, 2006 01:09 AM PDT Waduh itu si Semi-san ngerooooock mlulu gak kenal pagi ato siang ato malem. Gimana bisa tidur, wong sekeliling apato itu hutan semua. Naseb. Yg seneng cuma Hikari :(
aku August 15, 2006 12:34 AM PDT aku gak begitu perhatiin musim burung migrasi. tapi emang sih,kyknya yg paling simple,contone pergantian musim juga ngaco ya,mas? hiiii...