Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< March 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Wednesday, March 29, 2006
Gerbong "Menggoda"

Jam delapan lebih empat puluh menit tiba di stasiun kereta, saya sudah terlambat dua puluh menit. Jalan cepat untuk mengejar kereta jam 8:42. Tiba di tempat tepat saat kereta siap berangkat. Tanpa lihat kiri kanan, langsung masuk ke gerbong terdekat. Kereta mulai jalan, ada yang aneh di gerbong ini. Penumpangnya semua perempuan! Di pintu ada gambar bunga berwarna ungu pastel. Haiyaaaaaah, saya ada di kompartemen khusus perempuan. Pasti tadi di pelataran peron ada gambar seperti yang di sebelah ini yang tidak saya lihat (gambar saya ambil dari sini)


Pengadaan gerbong kereta khusus untuk perempuan ini pertama kali diadakan tahun lalu dengan tujuan untuk "melindungi" perempuan dari jamah-jamah tak ramah. Di Jepang sendiri, perbuatan "suka sama muak" semacam ini sebenarnya sudah ada sangsi hukumnya, bisa dikenai kurungan sampai 7 tahun. Akan tetapi tampaknya hal itu bukanlah hal yang menakutkan buat beberapa (atau banyak) orang.

Seorang teman pernah bilang, pada jam-jam sibuk, usahakan tanganmu ada di bawah dan paling bagus kalu tangan masuk ke kantong celana. Jangan sekali-kali melindungi badan dengan menaruh tangan di dada dengan telapak tangan menghadap ke luar, bisa-bisa dikira sedang pasang kuda-kuda siap ndhemek. Ada di dalam kereta pada jam-jam sibuk memang tidak nyaman (paling tidak buat saya) karena orang benar-benar dijejalkan ke gerbong. Sangking padatnya, kita bisa tidur berdiri tanpa takut jatuh. Dalam keadaan begini, apapun bisa terjadi. Terjamah, tercium, terpeluk ....

Kembali soal kejadian pagi tadi, begitu sampai di stasiun berikutnya, saya langsung keluar gerbong itu dan pindah ke gerbong lain untuk menghindari kejadian jamah-jamah menggoda. Saya sempat melihat ada beberapa perempuan yang senyum-senyum mengiringi keluarnya saya dari gerbong itu.

Buat yang laki-laki, apa sampeyan pernah di senyum-senyumi perempuan tak di kenal? Buat yang perempuan .... saya sudah jinak kok.


Posted at 10:48 am by Sir Mbilung

macchiato
April 7, 2006   06:28 AM PDT
 
...

tapi kalo si penumpang pria merasa ia sebenarnya adalah wanita?


...
Biyan
March 29, 2006   11:30 PM PST
 
aku prihatin + kasian ma temen kantorku (cewek). dia harus menahan siksa selama berkereta jkt-bogor dari senin-jumat. nggak cuma tangan yg usil. semuanya. coba istri direktur pjka ngrasain yg seperti ini!
[em-eijs]
March 29, 2006   10:40 PM PST
 
walaaah...pria di sarang penyamin donk ya hahaha... lha untungnya ada undang-undangnya, kalo gak kan sampeyan enak di'kerubuti' cewek-cewek. wah salut deh sama Jepang yang begitu memperhatikan kaum wanita.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry