
Jam delapan lebih empat puluh menit tiba di stasiun kereta, saya sudah terlambat dua puluh menit. Jalan cepat untuk mengejar kereta jam 8:42. Tiba di tempat tepat saat kereta siap berangkat. Tanpa lihat kiri kanan, langsung masuk ke gerbong terdekat. Kereta mulai jalan, ada yang aneh di gerbong ini. Penumpangnya semua perempuan! Di pintu ada gambar bunga berwarna ungu pastel. Haiyaaaaaah, saya ada di kompartemen khusus perempuan. Pasti tadi di pelataran peron ada gambar seperti yang di sebelah ini yang tidak saya lihat (gambar saya ambil dari sini)
Pengadaan gerbong kereta khusus untuk perempuan ini pertama kali diadakan tahun lalu dengan tujuan untuk "melindungi" perempuan dari jamah-jamah tak ramah. Di Jepang sendiri, perbuatan "suka sama muak" semacam ini sebenarnya sudah ada sangsi hukumnya, bisa dikenai kurungan sampai 7 tahun. Akan tetapi tampaknya hal itu bukanlah hal yang menakutkan buat beberapa (atau banyak) orang.
Seorang teman pernah bilang, pada jam-jam sibuk, usahakan tanganmu ada di bawah dan paling bagus kalu tangan masuk ke kantong celana. Jangan sekali-kali melindungi badan dengan menaruh tangan di dada dengan telapak tangan menghadap ke luar, bisa-bisa dikira sedang pasang kuda-kuda siap ndhemek. Ada di dalam kereta pada jam-jam sibuk memang tidak nyaman (paling tidak buat saya) karena orang benar-benar dijejalkan ke gerbong. Sangking padatnya, kita bisa tidur berdiri tanpa takut jatuh. Dalam keadaan begini, apapun bisa terjadi. Terjamah, tercium, terpeluk ....
Kembali soal kejadian pagi tadi, begitu sampai di stasiun berikutnya, saya langsung keluar gerbong itu dan pindah ke gerbong lain untuk menghindari kejadian jamah-jamah menggoda. Saya sempat melihat ada beberapa perempuan yang senyum-senyum mengiringi keluarnya saya dari gerbong itu.
Buat yang laki-laki, apa sampeyan pernah di senyum-senyumi perempuan tak di kenal? Buat yang perempuan .... saya sudah jinak kok.