Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Numpak montor muluk - pesawat terbang - dijaman sekarang buat banyak orang sudah bukan lagi sebuah kemewahan, apalagi dengan makin banyaknya perusahaan penerbangan yang bertarif murah. Tarif bisa murah karena banyak sebab, mulai dari mesin pesawat yang efisien sampai karena keberanian bisnis yang kadang sulit dipahami (paling tidak oleh saya), yang kesemuanya berujung tarif per penumpang per kilometer menjadi cukup rendah untuk dijangkau banyak orang. Bahkan ada perusahaan penerbangan yang lantas bersemboyan "now everyone can fly". Ya ... hari ini saya ingin ndobos seputaran pesawat terbang karena satu hal, hari ini tanggal 19 Agustus adalah hari kelahiran Orville Wright.
Orville Wright yang lahir pada tanggal 19 Agustus 1871, adalah orang pertama yang terbang dengan menggunakan pesawat bermesin yang bisa dikendalikan. Pesawat yang mereka namai The Flyer (kemudian dikenal dengan nama Kitty Hawk) dirancang oleh Orville bersama-sama dengan kakanya Wilbur Wright. Kakak beradik pemilik pabrik sepeda ini akhirnya bisa menerbangkan pesawatnya pada tanggal 17 Desember 1903 di Kitty Hawk, negara bagian North Carolina, Amerika Serikat. Penerbangan pertama yang berlangsung sangat singkat dan menempuh jarak sangat pendek, dua belas detik dengan jarak 39 meter, dengan tinggi terbang hanya sekitar 10 kaki saja. Hari bersejarah itu ditutup oleh Wilbur dengan penerbangan sejauh 279 meter selama 59 detik. Pesawat terbang pertama ... berkecepatan kurang dari 20 km/jam, berawak satu yang tengkurep di pesawat.
Seratus tiga tahun kemudian, berdasarkan catatan saya untuk pesawat sipil saja ada 470-an jenis (data ini tidak lengkap lho ya) belum yang pesawat buat perang, pesawat eksperimen, pesawat layang. Ukuran, kecepatan dan jarak tempuh pesawat juga makin lama makin bertambah. Pesawat penumpang terbesar yang beroperasi di dunia saat ini, Boeing 747-400ER, bisa dijejali sampai 520-an penumpang, bisa terbang non-stop sejauh 14.200 km, dan bisa terbang dengan kecepatan sekitar 910 km/jam. Tetapi, mulai tahun depan 747 bakal turun ke nomor dua dan nomor satu akan dipegang oleh si raksasa berlantai dua, Airbus A380 dengan 850 penumpang, jarak tempuh 15.000 km dan kecepatan jelajah 1050 km/jam. A380 sedang menyelesaikan tahapan terbang ujinya saat ini. Bandingkan dengan The Flyer, 1 penumpang, 279 meter, 17 km/jam.
Kalau pada waktu Wright bersaudara itu di pesawatnya tengkurep, lha sekarang ya bisa juga tengkurep tapi bisa juga duduk tegak, duduk miring tergantung tempat duduknya mau disetel seperti apa, mau jalan-jalan ya boleh, asal jangan jalan-jalan di luar saja. Tersedia pula sarana hiburan film, tv, lagu, dan permainan. Saya pernah nyoba nonton tanpa berhenti dalam sebuah penerbangan jarak jauh (13 jam-an), ya ndak bisa nonton semua film yang ada juga sangking banyaknya judul yang ditawarkan (tidak dianjurkan ... mata sepet). Penumpang juga lantas dimanjakan dengan suguhan ini itu, apa lagi kalau terdampar di kelas satu, sampeyan yang punya penyakit bulimia juga pasti capek sendiri.
Lantas jumlah orang yang diangkut ... waaaaa mbuh! Data dari International Air Transport Association (IATA) untuk sepuluh perusahaan penerbangan yang membawa penumpang terbanyak saja sudah lebih dari 590 juta penumpang selama tahun 2005. Pokoknya itu lalu lintas udara ya war wer ndak ada berhentinya dan ada banyak bandar udara di dunia yang nyaris tak pernah tutup. Bandara-bandara modern lantas tidak hanya diisi dengan ruang tunggu dan ruang kedatangan untuk calon atau bekas penumpang, sudah lebih dari itu ... ada toserba, pusat jajan, toko buku, hotel, kolam renang, pusat kebugaran, bioskop, panti pijat, taman buat duduk-duduk, perpustakaan, museum, apa lagi ya? ... oh ya, tempat favorit saya ... game center yang bisa main x-box gratis sak kemengnya asak ndak malu diplototi anak kecil saja. Bandara menjadi seperti sebuah kota kecil.
Lha kalau pesawat yang dipakai buat perang?! Sama saja beraneka rupanya. Dari mulai yang berpenggerak kitiran sampai yang pancar gas. Pada generasi terbaru (generasi 5) sang pengemudi bahkan harus dibantu komputer untuk mengendalikannya, malah bisa "ngilang" dari layar radar. Kecepatan pesawat untuk tempur juga wes ewes ewes, tengok saja pesawat mata-mata yang sudah pensiun Lockheed SR-71 yang berjuluk Blackbird (para pilotnya memanggilnya Habu) bisa terbang dengan kecepatan 3,3 kali kecepatan suara (sekitar 3.529 km/jam). Pesawat tempur yang dimiliki Indonesia tercanggih, SU-30MK "Flanker" buatan Russia, termasuk generasi 4 setengah, mampu terbang hingga 2 kali kecepatan suara.
Siapapun yang membuat pesawat dan seperti apapun bentuk pesawatnya, satu bagian terpenting dari pesawat adalah sayap yang memungkinkan pesawat tersebut bisa miber - terbang, dan untuk satu hal ini yang paling berjasa adalah Leonhard Euler dan Daniel Bernoulli. Bernoulli sang ahli matematika dan fisika itulah yang menemukan prinsip Bernoulli yang menjadi dasar bagi terciptanya sayap pesawat. Secara sederhana Prinsip Bernoulli itu bilang begini, makin cepat udara mengalir, makin kecil tekanannya. Nah sekarang, bentuk sayap pesawat itu (kalau dilihat dari samping) membuat udara di atas sayap mengalir lebih cepat dari udara di bawah sayap ... ya pesawatnya mumbul.
Begitu saja. Oh iya, apa sampeyan ada yang tahu bagaimana nasib pesawat N250 yang katanya mau dibikin di Bandung itu?
Hedi August 20, 2006 12:43 PM PDT N250 nungguin stok beras sama ketan tinggal sedikit bos...kan kita ga pernah jual, tapi barter beras dan ketan :p
mariskova August 19, 2006 03:33 PM PDT Sudah ketemu arti ke-16 kode tiket JAL, Pak Dhe? hahahaha....
Pak Dhe tau gak seri buku investigate series. Salah satu serinya adl ttg Planes. Hikari senang sekali buku ini. Tapi saya terkeder-keder juga njelasinnya. Waktu ada gambar pesawat2 jaman perang dunia II, dia tanya, "pesawat Indonesia yang mana?"
.... ngggg......
koeaing! August 19, 2006 02:31 PM PDT di itoe Toemasek poenja lapangan terbang, kowe maen internet tjoeman bole limabelas minit poen.....
fitri August 19, 2006 10:11 AM PDT kasihan ya penumpang pesawat sekarang-sekarang ini pakde. nggak bisa bawa apa-apa. satu2nya yang jadi pilihan ya nonton film sampe mampus. atau jalan2.