Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Musim panas di Jepang benar-benar menguras keringat, sumuk, gerah banget. Lha sampeyan bisa membayangkanlah bagaimana tak nyamannya berkereta api di tengah kegerahan jika gerbong kereta tak berpendingin. Walaupun hampir setiap hari harus umpel-umpelan dan kadang tersikut-sikut saya merasa jauh lebih beruntung dari kawan saya yang satu ini yang sama-sama berstatus penunggang kereta. Kalau kawan itu harus bersumuk-sumuk di gerbong manapun yang dia naiki, maka saya di sini punya dua pilihan tingkat kesejukan gerbong. Ada yang bersuhu 28oC ada pula yang bersuhu 26oC, begitu kata poster yang terpampang di stasiun kereta, lengkap dengan petunjuk gerbong mana yang harus saya masuki untuk menikmati suhu pilihan. Hanya saja gerbong 28oC itu jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang 26oC.
Jepang yang apa-apa harus pakai penjelasan, tentunya menetapkan dua angka itu dengan penelitian seksama termasuk berapa suhu yang nyaman untuk para penumpang kereta. Pada saat saya bertanya pada seorang kawan tentang berapa suhu yang nyaman sebenarnya untuk manusia, saya malah dihujani pertanyaan balik ... "untuk aktivitas apa? pakaian yang dipake apa? kecepatan angin berapa? kelembapan berapa? di luar atau di dalam ruangan? ...... orang-orangnya dari mana?" Lha??!!
Maka sibuklah teman itu menerangkan arti dari semua pertanyaannya itu yang kalau ditulis ulang mungkin bisa jadi novel. Hanya saja dari penjelasannya yang panjang sangat itu, saya ya baru tahu kalau berpakaianpun ada satuannya, namanya clo (satuan clothing insulation). Angkanya dari 0 - 4 clo, 0 clo berarti telanjang dan 4 clo itu pakaian musim dingin orang eskimo. Lantas saya menerangkan apa yang saya pakai di musim panas ini, yang menurut dia apa-apa yang saya kenakan itu nilainya 0,6 clo.
Saya pun lantas "dipaksa" oleh teman itu untuk bercerita tentang kereta yang saya naiki hampir setiap hari itu, termasuk pakaian saya dan ngapain saja di gerbong. Setelah menghitung dengan cara MPC (Mbuh Piye Carane), dia lantas menyarankan agar saya mengambil gerbong yang 26oC, yang 28oC itu cocok buat orang dengan pakaian minim (celana/rok pendek, baju tipis banget, dengan daleman minim), kalau saya ambil gerbong itu bakal "agak gerah" katanya.
Saya yang tadinya ndlongop, mulai mengangguk-angguk walaupun tidak sambil berseru seperti burung kutilang yang hinggap di pucuk pohon cemara itu. Terima kasih kawan, tapi saranmu ndak menarik buat diikuti kayaknya, besok-besok saya akan naik gerbong 28oC saja, isinya kok ya lebih menarik kayaknya . Kalau boleh saya tahu, menurut sampeyan saya harus milih yang mana?
Posted at 01:06 am by Sir Mbilung
ilingjiwo August 23, 2006 05:52 PM PDT aku kok ya cenderung stuju sama komentarnya pakdhe tyo...mending sampeyan coba naik gerbong 28, pake baju kira 2clo haaaa trus ndobos lagi diblog huahahahaha (berbagi cerita itu ibadah juga lho pakdhe..:D)
tifoso August 21, 2006 12:59 PM PDT "yang 28oC itu cocok buat orang dengan pakaian minim (celana/rok pendek, baju tipis banget, dengan daleman minim"
ehem... ehem... :P
paman tyo August 21, 2006 02:46 AM PDT kutunggu cerita ttg gerbong 28 derajat C
kopiholic August 21, 2006 01:58 AM PDT hmm...kalo di jawa ndak ada pilihan pakde...kalo naik argowilis ke surabaya kalo siang sumuk kalo malam ademnya bikin misuh2...jadi saya memilih nongkrong di kereta makan saja..ngobrol2 sama mbak2 & mas2 pramugara...sama koki2nya sambil motong2 bawang buat nasi goreng.
aku August 20, 2006 11:51 PM PDT ya ampuuun dasar jepang. ribet yak *gedhek-gedhek*
mariskova August 20, 2006 07:30 PM PDT kuekekekekekekeksss....
Mbak Jeeee......... ada yang mau naek gerbong 28 tuhh. Hahahaha...
Kalau saya, naek yg gak ada obachan n ojichan-nya secara dideket mereka gak boleh berisik gitu loh. Lah, anak gue kan setipe sama jangkrik... (blom bapaknya...)
Luthfi August 20, 2006 06:01 PM PDT pilih yang 27 aja Om, tengah2 (bates antara gerbong --- kayak di krl jabotabek) :-D
FarahPutri August 20, 2006 10:26 AM PDT yang jelas aku pilih liburan ke Jepang bentar(gak nyambung)..hihihi..kata bokap,Jepang itu teratur bgt,tapi katanya susah cari makan halal..benerkah begitu??
Jarang main2 nih ke blogku?:")
Moes Jum August 20, 2006 01:32 AM PDT Hehee .... Kang, menurutku sampeyan harusnya pake yang 31 derajat Celcius.
Kalo yg kayak gini terapannya di Jabotabek mungkin 31 derajat utk siang hari, 34 utk pagi hari, dan 38 utk Jum'at petang. Tapi kayaknya utk Jabotabek perlu juga ditambah pengukur kelembaban udara dan prengusmeter.