Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Berhubung saya itu buta huruf Kana dan Kanji apa isi pesan poster di sebelah ini hanya saya tebak-tebak saja. Musim panas di Jepang yang gerah sangat, tentunya membuat banyak orang lantas mencari makanan atau minuman yang seger-seger. Minuman yang dipajang di poster tampaknya menawarkan kesegaran itu. Minuman tersebut tampaknya juga bisa didapat dengan harga yang relatif murah, seratus yen saja, sudah termasuk sedotan dan wadah minumannya, sedang yang memperagakan cara meminumnya tampaknya tidak dijual. Hanya saja, minuman tersebut bisa diperoleh dengan harga itu selama rentang waktu antara 18 Agustus hingga 14 September dan jika anda mampu meminumnya dalam sikap seperti yang diperagakan dalam poster. Betul begitu?
Betul atau tidak betul yang jelas menyedot minuman dengan sikap tubuh seperti yang diperagakan di poster itu, bisa bikin repot orang seperti saya yang ototnya sudah tak lagi lentur. Tetapi mungkin bagi orang Jepang ini bukan masalah besar, toh negeri ini adalah negeri asal bagi banyak seni bela diri yang menuntut banyak kelenturan tubuh. Seni beladiri yang berasal dari Jepang entah berapa puluh jumlahnya, yang saya ingat adalah Karate, Judo, Shorinji Kempo (atau Kenpo), Jujutsu (atau Jujitsu), Kendo, Aikido, Taido dan Sumo.
Dari nama-nama itu, tampaknya Sumo yang paling tersohor di Jepang. Seperti layaknya pegawai, pesumo (rikishi) di Jepang menerima gaji bulanan. Pesumo lapis tertinggi (Yokozuna) menerima bayaran per bulan tidak kurang dari 2,800,000 Yen atau sekitar 200 juta Rupiah. Hanya saja untuk mencapai tingkatan Yokozuna amat sangat sulit, dan saat ini di Jepang hanya ada satu orang Yokozuna yang masih aktif, Asashoryu Akinori dan dia bukan orang asli Jepang tapi dari Mongolia. Tidak ada orang asli Jepang yang menjadi Yokozuna sejak Maret 2000 pada saat Masaru mengundurkan diri. Sejak itu, tingkatan Yokozuna hanya diisi oleh orang yang berasal dari luar Jepang. Musashimaru sang pendahulu Asashoryu aslinya dari Samoa.
Dari semua nama cabang beladiri Jepang, praktis hanya Kendo yang menggunakan alat (pedang atau tongkat) sedangkan sisanya tangan kosong saja. Kendo, yang bisa diartikan sebagai jalan pedang, berbeda dengan anggar. Pedang dipegang dengan dua tangan, langkah kaki yang sepi dan tiba-tiba ... bat bet pletak! Anggar "lebih dinamis", langkah kakinya ramai dan pertukaran sabetan pedang sering terlihat. Hanya saja, saya lebih suka melihat Kendo yang kesannya ndak grusa-grusu.
Lha, kalo soal favorit saya ... Shorinji Kempo. Indah dan nyaris tak punya jurus untuk membunuh, hanya melumpuhkan. Dibandingkan dengan seni beladiri lainnya, Shorinji Kempo termasuk muda, baru "didirikan" pada tahun 1947 oleh pendeta Doshin So (Kaiso -- sang pendiri), walaupun akar dari Shorinji Kempo sendiri mungkin sudah berumur ribuan tahun dan bermula dari India. Walaupun dalam pertandingan ada cabang perkelahian bebasnya (randori), tetapi saya lebih tertarik untuk nonton cabang kerapihan tehnik (embu), yang menekankan pada cara bertahan, menghindar dan mengunci lawan. Perkara tak ada jurus membunuh tidak lepas dari sejarah hidup sang pendiri yang melihat bagaimana perang lantas meluluh lantakan manusia. Kaiso adalah seorang anti perang yang disebutnya sebagai simbol dari semua kebodohan manusia.
Sampai sekarang saya belum pernah membeli minuman itu, karena toh saya juga praktis tidak akan berada di Jepang selama masa berlakunya harga spesial itu. Lagi pula posisinya itu lho ... tetapi saya yakin sang Presiden World Shorinji Kempo Organization, Yuuki So yang jelita itu, bisa dengan mudah melakukannya.
Posted at 12:05 am by Sir Mbilung
Eny August 23, 2006 05:36 PM PDT tak kiro ate mbahas sing ngombe pakdhe..tibae mbahas sumo :D
lek shiatsu kui beladiri opo yo pak? :D
ipoul_bangsari August 23, 2006 04:02 PM PDT mbahas minuman pa bela diri ya? tapi ngomong-omong beladiri, apa sumo termasuk beladiri? rasanya kok bukan. lha wong gendut gitu kok beladiri. he..he..
Soyuz August 22, 2006 05:28 PM PDT wah..untung waktu ke mcD deket apato ndak pesen itu. bisa ndak balik awak ku mari dipluntir2 gituh rek :D.
salam kenal dari tokyo om :D
fitri August 22, 2006 04:09 AM PDT walah, mau minum aja kok ya susah tenan. saya bayangin kalo yang mau minum itu orang yang udah kena osteoporosis, tapi pengen banget minum....ck ck ck....judule sakno sesakno-saknonya.
Luthfi August 21, 2006 08:28 PM PDT lho, ini ngomongin olah tubuh tho, takkiro iklan :-)
Kupikir tadi Yokozuna itu nama orang, nggak taunya ternyata nama jabatan.
Good postingan Pakde
Hedi August 21, 2006 02:15 PM PDT ini ngomongin minuman atau bela diri sih...hahaha *kaburrrr*
tifoso August 21, 2006 12:54 PM PDT eits... Shorinji Kempo...? jaman sma pernah ikut, sayang cuma buat iseng-iseng doang, dua tahun berhenti... :(
saya senang melihat pertunjukan embu di kompetisi lokal, apalagi kalo ada yang nggak kompak / lupa jurusnya, hahaha...
paman tyo August 21, 2006 03:16 AM PDT hmmm segar. cocok untuk saya kalo msh muda. :D
aku August 21, 2006 03:08 AM PDT mas mbilung,kalo otot gak lentur lagi karena usia *koyok aku*,gampang mas..coba ikut kelas yoga atao pilates,pasti siiip...hihihi..
mariskova August 21, 2006 01:42 AM PDT saya: Pa, aku ikut karate ya.
babe: gak usah
saya: knapa sih?
babe: gak pake ikut karate aja kelakuan udah minus begitu. kalo ikutan juga, kamu mau jadi preman Cililitan?
......................
(true story happened some day in 1987)
mariskova August 21, 2006 01:12 AM PDT Read: Mc Shake
Aseroraara (nah, yg ini ngambil dr bahasa Inggris yg mana aye kagak ngarti)
Sukkiri Suiito na Aserora aji (bener2 rasa Aserora yang manis)