Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Saya mulai dengan wanti-wanti. Ndobosan saya kali ini penuh "kekerasan", ada juga bunuh membunuhnya, perbuatan "tidak bertanggung jawab" dan "tak bermoral". Sudah ya, resiko buruk akibat membaca tulisan ini (kalau ada) ditanggung sendiri oleh pembaca. Mari kita mulai.
Pernah lihat atau masih ingat dengan jam yang jika jarum panjangnya pas di angka enam atau dua belas lantas dari jam itu keluar burung-burungan dan jamnya berbunyi kukuuu kukuuu kukuuu ... Suara yang ditirukan itu adalah suara burung European Cuckoo (Cuculus canorus). Burung ini masih berkerabat dekat dengan Plaintive Cuckoo (Cuculus merulinus) yang hidup di Indonesia. Plaintive Cuckoo ini di Indonesia dikenal dengan nama Wiwik kelabu, Sirit uncuing atau Kedasih, sedangkan dalam Bahasa Melayu ia dinamai Sewah Mati Anak (hiiiii ....). Ada kisah yang mengatakan kalau Kedasih bersuara bakal ada yang meninggal ... ya ada benarnya sih, lha wong tiap hari Kedasih bersuara dan tiap hari juga ada yang meninggal, cuma kok ya ndak nyambung rasanya. Sudahlah, saya tidak akan ndobos soal nyanyian Kedasih atau kukuu kukuu nya kerabat Kedasih di Eropa sana. Saya ingin ndobos soal perilaku yang dilakukan oleh beberapa jenis burung dari keluarga Cuckoo yang jika terjadi di dunia manusia maka pelakunya bisa disumpahi wong sak jagat serta masih ditambah dengan dijatuhi hukuman sangat berat, malah mungkin hukuman mati.
Perilaku apa gerangan yang dilakukan hingga diganjar hukuman demikian berat? begini kisahnya. Pada umumnya burung itu sebelum kawin dan bertelur akan membuat sarang terlebih dahulu untuk tempat bertelur, angkrem - mengerami, dan membesarkan anak-anaknya. Tidak demikian halnya dengan Kedasih dan European Cuckoo serta beberapa jenis Cuckoo lainnya, mereka bahkan tidak pernah punya sarang sama sekali. Mereka bertelur di sarang burung jenis lain, dan melarikan diri dari tanggung jawab, malah cari pasangan lagi, kawin lagi dan bertelur lagi. Telur mereka lantas dierami oleh burung lain yang sarangnya ditumpangi itu, dan jika sudah menetas anaknya juga dipelihara dengan penuh kasih sayang oleh orang tua angkatnya itu.
Tetapi itu belum seberapa. Pada beberapa jenis Cuckoo, pada saat mereka menaruh telur di sarang burung jenis lain, mereka juga membuang telur-telur yang ada di sarang burung yang bakal dititipi anaknya itu. Ada pula Cuckoo yang lantas "membunuh" telur burung lain dengan cara mematuknya hingga pecah. Jika hal tersebut tidak dilakukan oleh induknya, maka anak Cuckoo akan melakukannya. Masa eram telur Cuckoo itu relatif lebih singkat dibandingkan dengan masa eram telur jenis burung yang sarangnya ditumpangi, sehingga telur titipan tersebut akan menetas duluan. Begitu menetas, kegiatan pertama yang dilakukan oleh anak Cuckoo yang melek saja belum bisa itu adalah membuang telur lain yang ada di sarang.
Anak Cuckoo ini lantas menjadi anak tunggal yang mendapat perhatian penuh dari induk tirinya. Pertumbuhan anak Cuckoo juga cepat, sehingga dalam waktu singkat besar badannya bisa melebihi besar badan induk tirinya. Badan besar makanpun perlu banyak tentu saja, maka sang induk tiri akan sibuk sesibuk-sibuknya mencari makan tanpa henti untuk membesarkan anak tirinya yang sudah besar itu. Lha ... siapa bilang induk tiri itu kejam, dalam kasus ini induk tiri itu penuh kasih sayang ... hanya memberi tak harap kembali.
Pada beberapa kasus, soal makan ini bisa jadi rumit. Jika jenis burung yang sarangnya ditumpangi itu bersarang secara berkelompok, maka sang induk tiri harus bersaing dengan induk-induk lain di kompleks sarang itu untuk mendapatkan makanan dari daerah di sekitar kompleks sarang. Kalau makanan tak mencukupi, anak tiri yang bongsor itu bisa kelaparan dan mati. Naaaah ... dalam kasus ini, induk kandung anak burung itu memainkan perannya. Sang induk kandung akan merusak sarang-sarang lain di kompleks, sehingga para penghuni kompleks yang sarangnya tak dititipi terpaksa harus pindah tanpa ganti rugi. Gusur paksa model begini memudahkan sang induk tiri untuk memperoleh makanan bagi anak tirinya yang lahap itu.
Cukup demikian kelakuannya? Belum. Pada beberapa kejadian, sang anak tiri ini nantinya kalau sudah dewasa dan mampu menghasilkan telur, bisa-bisa dia akan menaruh telurnya di sarang sang induk tirinya dan melakukan ritual pembunuhan serta perusakan sarang seperti yang dilakukan oleh induk kandungnya. Kejam?! Dalam dunia hewan, kata kejam tidak berlaku, ini hanya soal siapa yang kuat, cerdik dan licik saja yang akan bertahan hidup. Lantas bagaimana dengan perumpamaan yang menyamakan manusia dengan hewan bagi manusia yang kejamnya ndak ketulungan? Menurut sampeyan apa perumpamaan itu adil buat hewan?
Boe August 27, 2006 10:07 AM PDT cuckoo:
...
3. a silly or slightly crackbrained person
(www.m-w.com)
Lha, mungkin 'cuckoo's nest' mengacu ke rumah sakit jiwa setting itu film, pak dhe?
Boe August 23, 2006 11:27 PM PDT "One flew east, One flew west, One flew over the cuckoo's nest...",
Nursery rhyme ajaran eyangnya Chief Bromden di pilem/buku itu pak dhe. Konon kabarnya rhyme ini menggambarkan perjalanan nasib 3 orang yang jadi fokus itu cerita. Konon lho ya..
tito August 23, 2006 10:24 PM PDT palng asik kalau ada posting tentang hewan kayak gini. Aku pernah di discovery.
Eny August 23, 2006 06:17 PM PDT wis deg deg an pengen moco, secara kemaren dah dikasi spoiler, tak kiro bakal moco pembunuhan ala agatha christy, tibae manukkk...jan jan...hehehehe
mariskova August 23, 2006 06:09 PM PDT Oooh, burung yg bunyinya nakutin itu burung ini toh? Wah, di rumah ortu saya yg dulu (yg dimulai dari huruf H) sering kedengeran burung begini.
mpokb August 23, 2006 02:53 PM PDT hiks, film "one flew.." emang bagus dan mengharukan yak.. jack nicholson top bgt.. tapi kok saya lupa kenapa judulnya gitu..
zam August 23, 2006 10:43 AM PDT Gusti Allah ini memang Maha Sempurna. menciptakan makhluk dengan berbagai jenis dan tingkah laku..
Terkadang manusia bisa lebih hina dari hewan, lo pakde..
La hewan kan ndak punya perasaan, maka bertindak kejam ya bisa dimaklumi. la kalo manusia? wehh.. naudubillah deh..
Moes Jum August 23, 2006 02:27 AM PDT OOOOooalaahhhh ... kalo di negoro Indonesahh itu sing dadi manuk kedasih (cuckoo) itu Freeport McMoran Indonesahh ... hehehe