Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< August 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Thursday, August 24, 2006
Jantan Berdandan

Soal bersolek, mempercantik diri, dalam dunia manusia umumnya dilakukan perempuan. Sebentar ... umum?? apa maksud saudara?? Apa kalau laki-laki yang berdandan lantas boleh disebut laki-laki tidak umum!!! Ayo jelaskan ... Baiklah, begini, hmmmm, yang saya maksud umum itu lebih banyak perempuan berdandan dibandingkan dengan lelaki berdandan. Ah ... ndobos, mana bukti statistiknya. Lha ndak punya saya, dan benar itu saya ndobos dan menurut saya ndobos itu ya ndak perlu pake statistik, lha wong waton njeplak kok. Lagi pula dalam dunia burung, yang berkelamin jantan itu lebih cantik lho, saya ndak asal ndobos kalau soal burung jantan ini. Begini kisahnya ....

Pada banyak jenis burung ada perbedaan penampakan antara yang jantan dan yang betina, istilah enggresnya sexual dimorphism atau kalau diterjemahkan bebas menjadi perbedaan wujud antar jenis kelamin (mbundet yak?). Pada jenis burung yang begini ini, yang jantan biasanya lebih kinclong warna bulunya dibandingkan dengan yang betinanya. Contoh paling gampang ya ayam. Tengok ayam jantan itu...wih warna-warni bulunya, sementara yang betina ... haiyaaah ... mbok nyalon?!! Contoh lain, Cendrawasih ... lihat yang jantan, aduuuuuh coklat, biru, kuning, hitam, merah, pokoknya ck ck geleng-geleng. Lha yang betina ... sudahlah. Tambahan lagi, yang Cendrawasih jantan, penari ulung, lha yang betina ... hanya terkagum-kagum saja. Contoh lain lagi? Merak ... apa iya lantas Merak betina diuber-uber pengrajin reog buat dicabuti bulunya?

Lha kok bisa, kok terbalik dengan dunia manusia ... sebenarnya tidak terbalik, sama saja. Coba saja orang sak kampung disuruh melepaskan semua pakaiannya (in the name of science, biar ndak dituduh macem-macem), hilangkan semua dandanan. Kita bisa melihat perbedaan itu. Umumnya (umumnya lagi), yang laki-laki lebih berotot, garisnya lebih tegas, sementara yang perempuan lebih lembut. Lha dalam dunia burung ketegasan tadi ditunjukan dengan warna. Karena itu warna bulu burung jantan lebih berbinar-binar, untuk menunjukan kepada para betina "ini lho saya gagah, saya bisa memberimu keturunan unggul" atau kalau burungnya pakai menari "lihat tarianku, lebih komplit, lebih bertenaga, turunan unggul yang bisa kamu dapatkan". Lha kan manusia pakai baju? Makanya lantas "perhiasan" pada manusia laki-laki menjadi agak berbeda dengan burung jantan dan bentuknya macam-macam, mulai dari sekedar otot yang tak tertutup baju, baju yang bagus untuk menutupi otot tak layak pandang, hingga simbol-simbol kemapanan yang melekat pada sosoknya dan tatapannya berkata "ini lho saya yang bisa melindungimu dan memberi kepastian masa depanmu dan anak-anak kita nanti"  Insting hewani itu, seberapa kecilnyapun, masih ada pada manusia.

Makin muda umur manusianya, penilaian pada ciri-ciri fisik lawan jenisnya makin dominan. Ingat ndak sampeyan (yang laki-laki), waktu kecil dulu apa cita-citanya kalu sudah besar nanti? Biasanya bercita-cita menjadi seseorang yang terlihat gagah di mata sampeyan. Kalau yang perempuan, dulu itu (sekarang juga masih kali ya) maunya dapat pasangan yang seperti apa? Saya jadi ingat anekdot kasar sarat "pelecehan" gender yang begini isinya, seorang perempuan itu mulanya berpikir siapa saya ... saya yang paling ciamik, ndak ada yang mau dilirik. Lantas besar sedikit berubah menjadi siapa dia (bisa juga, siapa ya dia?) ... kasarnya punya apa dia. Masih ndak dapet juga ... berubah lagi menjadi siapa saja. Stop!!! dari pada saya disawat sandal sama istri, saya stop saja soal manusia sampai di sini ... karena dulu itu kalau dipakai dua level awal penilaian memilih jodoh, saya sudah tersisih sejak awal.

Kembali ke burung, tak ada Cendrawasih betina yang mau dikawini oleh jantan tak berbulu terawat dan tak pandai menari. Karena itu, burung jantan akan menghabiskan banyak sekali energinya untuk merawat bulu, berlatih menari, dan pada musim kawin nanti siap beraksi dengan dandanan dan tarian terbaik. Ini lho saya, yang akan meberikanmu turunan terbaik seperti impianmu (hewan punya mimpi ndak ya?).

Lha, pertanyaan buat sampeyan ... "burungnya" burung diberi julukan apa ya? apa ada toh dalam bahasa burung kalimat yang berbunyi "iiih manusia kamu kelihatan tuh, malu dong!

Gambar diambil dari sini.


Posted at 12:56 am by Sir Mbilung

tito
August 24, 2006   11:05 PM PDT
 
Postingan kayak gini bikin hepi. Maturnuwun Pakdhe. Saya pernah baca di National geographic. Yang jantan selalu lebih atraktif. Yang perayu itu yang jantan, yang betina cuma mendengar dan menolak. Tragis nasib pejantan di dunia ini.
Eny
August 24, 2006   07:22 PM PDT
 
kui manuk opo jenenge pak? tak kiro srigunting, lha buntute mirip gunting :D
gandrik
August 24, 2006   05:01 PM PDT
 
kalo burung datang ke salon dia ngomomg apa ya? potong rambut atau potong .....?
pengunjung setia
August 24, 2006   03:17 PM PDT
 
seorang perempuan itu mulanya berpikir siapa saya ... saya yang paling ciamik, ndak ada yang mau dilirik. Lantas besar sedikit berubah menjadi siapa dia (bisa juga, siapa ya dia?) ... kasarnya punya apa dia. Masih ndak dapet juga ... berubah lagi menjadi siapa saja. heuheuheu usia panik...
hadik
August 24, 2006   01:23 PM PDT
 
jan lucu tenan sampeyan mas...
wis ora kuat aku..
Moes Jum
August 24, 2006   04:13 AM PDT
 
Manusia juga mulai ngikutin burung ... kalo gak percaya tanya aja ke Ferdi Hasan dan Tantowi Yahya .... cuma di burung belum ada yang pake sebutan Manuk Metrosexual.

Kalo manuke burung, jenenge apa yaa ... "bitit" kali ...
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry