Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< March 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Thursday, March 30, 2006
Bergegas Agar Lekas

Jika ingin mencari bibit-bibit unggul pelari cepat jarak pendek di Jepang, cukup datang ke stasiun kereta terutama pada jam-jam sibuk. Pelari-pelari itu bertebaran di seantero penjuru stasiun, laki-laki - perempuan - tua - muda semua ada. Kelompok pontang-panting ini benar-benar membuat saya kagum. Bayangkan lelaki berjas lengkap menjinjing tas atau perempuan dengan dandanan lengkap masa kini, menjinjing tas dan bersepatu hak tinggi melaju dengan kecepatan tinggi. Hati-hati jika berpapasan dengan mereka -- mereka tidak punya rem yang pakem untuk mengurangi laju larinya.


A gentleman will walk but never run

Kekaguman saya lantas berubah menjadi keheranan. Kenapa ya mereka harus sampai berlari-lari seperti dikejar hantu? Bukankah ada banyak kereta yang lewat dan dengan frekuensi yang rapat pula? Apa arti beda 2 - 3 menit? Kenapa mereka tidak berangkat lebih awal? Kenapa kursi untuk menunggu selalu kosong -- kenapa kursi itu ada di situ kalau selalu kosong? Kenapa anak kecil berkuncir itu sampai harus terpelanting karena terseret ibunya yang sedang bergegas.

Walah .... gitu aja kok pake nanya. Sayanya saja yang belum terbawa irama hidup fast-forward, sebentar lagi juga bakal ikut berlari. Tak apalah, sekarang saya hanya ingin menikmati kelambanan saya ini saja. Tak perlu berpontang-panting supaya tidak terpelanting.

Sampeyan mau jalan bareng saya? Tapi saya tidak buru-buru lho. Seperti kata Pak De Sting ... a gentleman will walk but never run.


Posted at 11:22 am by Sir Mbilung

pecas ndahe
March 30, 2006   03:37 PM PST
 
kang, kalau sting an englishman in new york, saya wong jogja in jakarta. dan sebagai priyayi, saya juga ndak pernah lari lo. lebih baik jalan, alon-alon waton kelakon ... maksude, males ... :p
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry