Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< August 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Saturday, August 26, 2006
Sapi Kobe?

Sapi Kobe? wah iya, pernah dulu saya makan daging sapi ini sekali ... lantas kapok (cerita soal ini lain waktu saja). Bagi para penikmat daging sapi, konon kabarnya inilah daging sapi termewah, tapi yang jelas harganya relatif muahaaaal. Kobe beef mentah di Jepang dijual lebih dari 110 ribu Yen per setengah kilonya, sementara memasaknya juga bikin repot, daging mentahnya haluuuus sekali dan dengan guratan lemak di dagingnya irisan daging sapi ini persis marmer. Salah memasaknya, daging ini jadi ndak ada rasanya, sepo, tak layak santap.

Lha kok mahal? Hukum ekonomi berlaku, pesediaan sedikit permintaan banyak. Satu perternakan biasa-biasa saja di Kobe sana paling hanya memelihara 5 ekor sapi, peternakan besar paling hanya 15 sampai 20 sapi. Alasan lain, perawatannya. Makanannya hanya makanan yang terbaik untuk sapi, dan setiap musim panas diberi minum bir yang katanya untuk menambah nafsu makan sapi dan membuat daging jadi empuk. Tambahan lagi, pijetan! Lha yang namanya sapi di Jepang yang lahan pertaniannya sempit, sapi begini ya ndak dilepas begitu saja, dikandangi. Namanya ndak pernah olah raga, otot-otot sapi bisa pegal-pegal dan terapinya ya harus dipijet dan dielus-elus dengan sikat khusus, setelah sebelumnya badan sapi itu diguyur sake. Pokoknya ini sapi diperlakukan seperti anak manja, agar dagingnya nanti empuk, enak dan cepat besar. Mungkin peternak di Kobe itu sambil ngelus-ngelus Sapi Kobenya lantas berharap ... "cepet besar ya ... supaya cepat dipotong"

Bentuk sapinya seperti apa sih? Begitu tanya Ibu Ely dan blanthik dari Jakarta. Ya ... sapi! bentuknya begitu-begitu saja, dalam dunia ilmiah juga digolongkan sama dengan sapi lainnya, hewan menyusui dari bangsa Artiodactyla, keluarga Bovidae, marga Bos dan jenis taurus, bernama latin lengkap Bos taurus. Satu marga dengan Banteng Bos sondaicus. Jadi kalau sampeyan memanggil atasan sampeyan dengan sebutan Bos ... mbok ya jangan to ... atasan kok di sapi sapi sih?

Tidak ada yang ganjil dari Sapi Kobe, hanya cara perawatan pra-jagalnya saja yang ndak umum. Bentuknya samalah dengan sapi di sini, kukunya juga genap, ndak ganjil kayak kuku kuda. Jadi ingat jaman sekolah menengah, pembagian hewan ternak berdasarkan kuku itu tadi, hewan berkuku genap dan hewan berkuku ganjil. Saya ndak masuk dua-duanya ... saya itu masuk golongan orang berwajah ganjil.

Ralat: Salah ... salah ... harga dagingnya 11 ribu Yen per setengah kilo bukan 110 ribu ... terimakasih buat Tifoso.


Posted at 12:05 am by Sir Mbilung

Blanthik Ayu
August 28, 2006   06:05 PM PDT
 
ada yang mau pesen sapi? :D
ely
August 27, 2006   04:25 AM PDT
 
Mewah tenan ya hidupnya sapi kobe sebelum digorok. Sapine berarti suka mabok ya om eh Sir Mbilung, lha minum bir terus!
Maturnuwun ceritane om, eh Sir!
Selamat berakhir pekan!
zam
August 26, 2006   01:27 PM PDT
 
wah... luwih enak susu sapi.. opo meneh plus jahe, madu klengkeng, sama ndog ayam kampung...

nak naannn...
mariskova
August 26, 2006   05:38 AM PDT
 
Bener enak tenan, Pak Dhe! Waktu ke Kobe kemaren dulu itu (yg tiketnya kebawa takyubin ituuu), sempet icip-icip... Hwokeehh banget. Apa kita kopdar di Kobe aja ya?
Oh, kalau saya berwajah... cantik hehehe..
tifoso
August 26, 2006   01:54 AM PDT
 
110ribu yen = Rp 8 juta lebih = setengah kilo daging? hoalah... nek neng kene wes entuk sapi loro...
diamprut... luarange poool :))
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry