Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< August 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Thursday, August 31, 2006
eeee ... Ketemu Lagi

Pertama-tama harus ikut bersimpati sama yang punya warung, yang tampangnya ke gadrik-gandrik-an itu, karena tempatnya berdagang dijadikan arena berkumpulnya para penulis gila. Kali ini para penulis ngumpulnya tidak lagi di rumahnya sendok ...  pindah, karena tempat ngumpul lama itu pasti sudah nutup warungnya begitu baca pengumuman soal kumpul-kumpul ini. Pada awalnya pemilik warung tempat ngumpul kali ini mungkin bergirang hati ... waaaah banyak yang datang, dan kayaknya bertampang rakus. Makanya ... jangan melihat calon pelanggan warung dari wajahnya, mbok ya lihat dari dompetnya.

Kali ini waktu pertemuan lebih singkat (betul begitu?), tetapi kerugian yang diderita pemilik warung tampaknya lebih besar dari pertemuan pertama. Namanya juga warung pizza ... martabak Italia itu, lha kok ndak ada yang pesen pizza sama sekali. Malah pada pesen swiwi (sayap ayam) goreng, mie tanpa kuah, air mineral dan minuman berjudul aneh yang diberi keterangan "menyegarkan mulut, membuka mata". Saya pesan minuman itu saja ... tentunya ini yang keluar bakal odol kecut. Saya perlu sajian itu, lha namanya adu abab perlu penyegar mulut dan mata juga harus tetap awas untuk melihat gelagat kalau-kalau ada yang berniat aniaya. Untuk makanan? ya saya  ndak pesen pizza juga, lha wong nyari pizza yang toppingnya gudeg atau tongseng ndak ada je.

Warung ini punya seragam karyawan yang ndak umum, lha orang kok dipakein balon diplintir? Sangking terpesonanya saya sampai lupa motret Mbak Balon itu. Mungkin itu salah satu upaya untuk membantu meringankan tubuh sang karyawan yang bertugas membawa nampan-nampan minuman dan makanan pesanan yang kayaknya berat. Tampaknya berhasil, karena itu Mbak-Mbak berbalon jalannya jinjit. Kalau gasnya kebanyakan mestinya ndak napak lantai itu.

Pertemuannya sendiri berlangsung meriah, walaupun kata-kata terlalu meriah juga boleh digunakan. Malah ada rencana buat nyanyi selamat ulang tahun, siapa tahu dapat kueh gratis. Juga ada acara "foto bersama artis" yang berkali-kali harus diulang karena yang motret ndak kuat menahan geli melihat wajah artisnya yang memang nggilani. Ada pula kegiatan sibuk mencatat kata-kata asing di atas serbet kertas. Dinda yang bukan Jawa itu tentu senang karena sekarang sudah bisa pesan sego rawon - nasi rawon, makanan kesukaannya itu dalam Bahasa Jawa ... "Kulo bade pesen segawon mawon", begitu Dinda berkali-kali melatih ucapan itu. Atau berlatih bagaimana menjawab dengan sopan rayuan yang dilontarkan Kang Mas Pecas ... "Lambemu cooook" ... Mbak Atta memang guru yang sabar dan pintar.

Entah bagaimana Mas Jumadi juga lantas beroleh nama baru yang gagah dan panjang ... Teguh Didi Jumadi dan tentu saja dia dengan antusias menyambut tawaran untuk berkumpul di buderan HI bersama-sama Mas Bahtiar dan kawan-kawannya. Tak lupa diingatkan agar Mas Jumadi membawa sempak - celana berenang, dalam acara kumpul-kumpul di buderan HI nanti, siapa tahu mau sekalian berenang. Siapa bilang hanya badut Ancol saja yang dengan senang hati mau diajak foto bersama, Mas Jumadi juga mau, walaupun harus dibayar dengan belaian. Membelai Jumadi tampaknya memang tidak berbahaya, tetapi Mbak Rara sudah disarankan agar mensuci hamakan tangannya dengan karbol begitu tiba di rumah serta meminum antibiotik berspektrum luas untuk bejaga-jaga.

Lantas, siapa saja sih yang datang dan foto-foto pertemuannya mana? tengok sajalah di sini untuk melihat daftar peserta beserta blog mereka, sementara untuk foto di sinilah tempatnya. Saya hanya ingin memajang satu foto saja yang saya beri judul Gandrik's Angels.



Posted at 12:47 am by Sir Mbilung

TAMBAH
September 5, 2006   12:15 AM PDT
 
FOTONYA YAA BOSS ... :)
Hedi
September 1, 2006   05:19 AM PDT
 
lho sebelahnya sir Ndobos itu ada dua, yg mana dulu? aku atau putra petir...hahahaha
zam
August 31, 2006   08:36 PM PDT
 
wehehe...

pizza toping sate klatak lebih wenak lagi pakde..

eh, Gandrik's Angel kok ada "batangan" nyasarnya ya pakde?
Blanthik Ayu
August 31, 2006   05:34 PM PDT
 
dasar jumadi, kok yakin men lek mbak nova (tuh khan dia apal banget namanya ;p) kui lagi liat sebelahe Sir Mbilung :D padahal dianya lagi dileus kok kok usaha terus ...hehehe teuteup :D
Moes Jum
August 31, 2006   03:29 PM PDT
 
Hehehe ....
Mbak Nova liat sebelahe Sir Ndobos, Mbak Dinda liatin Sir Ndobos, Mbake Atta sedang kegelian (ada yang ithik2), Kang Gandrik pura2 gak ngaku kalo ngithik2 Mbake Atta sambil liatin Mbak Dinda.
nasywa
August 31, 2006   02:11 PM PDT
 
pasti seruuu bgt ya....sayang ga bisa datang, pdhl tmptnya dah deket bgt ama ktr.
Sapa tuh cowok disarang gadis...?
gandrik
August 31, 2006   10:31 AM PDT
 
walaah... aku ini punya bojo siji aja nggak habis2, malah dikira mau nambah tiga :-) setelah mbadog di warung pisa itu, aku pulang bareng naik taxi dengan 2 orang diantara mereka, soalnya yang satunya lebih milih bareng si ndoro kakung yang "lebih matang"...
fitri
August 31, 2006   08:53 AM PDT
 
hahahahaha! fotonya lucu Sir. itu laki-laki paling kiri sejatinya ngelirik siapa tho ya Sir. mau yang tengah, pinggir kanan apa pinggir kiri. pandangannya kok sajake pengen semuaaaa D :D :D
mariskova
August 31, 2006   02:18 AM PDT
 
Sir Lord, Shinjukunya tgl brapa? 22, 23, 24, 25? Yg pasti gak bisa 26 karena saya sudah... terbang :D

Ndoro Kakung plus Mas'e Putra Petir dateng kan? ;b
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry