Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Penerbangan panjang (hampir 13 jam), penuh sesak - tak ada bangku kosong, tiba pada jam sibuk (antrian di imigrasi panjang sekali), bikin capek tambah capek. Tertolong dengan keramahan Iris sang pramugari dengan paracetamolnya untuk sakit kepala saya, keramahan sang petugas imigrasi dan udara London yang hangat. Pekerjaan selanjutnya adalah mengambil barang di baggage carrousel-conveyor belt-ubeng-ubengan koper, sebuah pekerjaan yang sering mengundang senyum. Tengok saja itu ada orang yang badannya sebesar gardu ronda, terseret-seret kopernya sendiri yang maha berat atau ekspresi kecemasan yang beragam bentuknya. Aaah ... itu koper kecil saya datang. Lho kok hancur begini?
Koper itu keluar dalam keadaan rusak, rodanya juga hilang satu. Ngadu aaaaah ... "Bang ... rusak nih koper saya" sambil menunjukan bagian bawah koper yang hancur. "Hmmm...tiket, boarding pass dan kupon bagasinya bisa saya lihat?", lantas saya diminta menunggu sejenak. Benar-benar sejenak, karena tak lama sang petugas datang dengan membawa empat koper yang bentuknya mirip dengan koper saya yang rusak itu. "Pilih salah satu buat mengganti koper yang rusak itu, isi formulir ini dan tanda tangan tangan di sini". Proses penggantian dari mulai ngadu, hingga saya jongkok siap-siap membuka koper lama untuk dipindahkan isinya ke tempat baru, kurang dari 10 menit!
Keluar, lantas beli tiket bus ke Cambridge. Sambil bisik-bisik, Mbak penjual tiket itu bilang "psssst...itu di muka kamu ada potongan kertas". Lha ... bekas stiker bagasi, sebesar jempol .... kok bisa nempel di muka saya ya?
koper baru itu
Posted at 03:35 pm by Sir Mbilung
siapa ya April 15, 2007 06:15 AM PDT <marquee><h1>xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx</h1></marquee><br>
tito September 8, 2006 08:16 PM PDT Sir Mbilung Ndobos Pol kritikus maskapai penerbangan.
mariskova September 8, 2006 07:15 PM PDT Rusak knp Pak Dhe? Ketiban orang segede pos ronda atau ada yg ngrondain kopernya? Enak juga diganti kopernya. Boleh pilih merek gak? Adidas gitu? Atau YSL? kekekekss..
Cepetan balik. Kita udah lumutan nih di Shinjuku. Pdhl baru satu malam...
Yu Joem September 8, 2006 02:07 PM PDT oalaaahhhh..teteup dimasukin bagasi toh mukanya :D katanya kemaren mo di bawa ke kabin aja ...hahahahahaha
koper wis entuk, selimute mannaaaaa :p
gandrik September 8, 2006 10:34 AM PDT wah, nek rai rusak iso njaluk ijol opo ora yo?
Moes Jum September 8, 2006 04:59 AM PDT Iki musibah opo anugrah???
qq September 8, 2006 01:07 AM PDT Koper hancur bukan berarti kehilangan sebagian isinya kan pakde? hehhhee
pitik September 7, 2006 09:05 PM PDT lho model baru tho..yang ditempeli bukan koper..tapi rai..wah dadi males numpak motor mabur aku...
april September 7, 2006 08:14 PM PDT lgs dpt ide...bsk2 kl jenengan mo mabur pake maskapai itu, pake koper yg jelek sekalian...njuk protes rusak, mengko entuk anyar meneh :D
mpokb September 7, 2006 04:39 PM PDT enak banget dapet tas baru.. maskapai apa pak? pernah saya naik pesawat domestik dari yogya, bakpia pathuk saya kebawa orang nggak diganti. hiks..
btw, mukanya masup bagasi juga? :P
Hedi September 7, 2006 04:11 PM PDT jetlag pasti yo...tapi crito itu tadi...lagi-lagi potret kenapa kita susah banget niru pelayanan spt itu ya...hiks
venus September 7, 2006 04:04 PM PDT wah, kebayang capeknya. aku juga sering, 13 jam di atas kendaraan. tapi numpak bis malam bandung-suroboyo..kalo pesawat blm pernah. hehehe...