Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< September 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Saturday, September 23, 2006
Shinjuku Akhir Musim Panas

Shinjuku, salah satu dari 23 special wards yang bersama-sama dengan Tama membentuk Metropolitan Tokyo. Shinjuku bisa dibilang salah satu tempat tersibuk di seantero Jepang. Shinjuku juga tempat stasiun kereta api paling sibuk se-dunia. Gedung-gedung dengan banyak lantai menjulang-julang nyundul awan (haiyah ngarang!), berhimpitan dan membuat jalan-jalan kecil di antara gedung-gedung itu seperti terowongan angin yang tak bersahabat  bagi perempuan penggemar rok berbahan halus dan ringan atau pengguna payung.

Gedung-gedung pertokoan, restoran, tempat-tempat minum, kantor pemerintah, sekolah dan hotel saling berdesakan seperti halnya orang-orang penghuni Shinjuku. Tak kurang dari 16 ribu orang berjejalan per km perseginya di Shinjuku, itu baru penghuni tetap. Para pekerja yang tinggal di luar ward Shinjuku menambah jejalan itu di hari-hari kerja. Jalur-jalur jalan raya dan kereta api nyaris tak pernah sepi di Shinjuku.

Di tengah hiruk pikuk seperti itu Shinjuku masih menyisakan keramahan alami dengan taman-tamannya. Dua taman untuk umum yang besar, Shinjuku Gyoen dan Shinjuku Central, yang ditata apik menawarkan kesejukan di tengah musim panas yang gerahnya ngalah-ngalahin Jakarta. Maka sesekali boleh juga saya melarikan diri dari kantor untuk rebah-rebah di bawah pohon sambil nonton tingkah burung-burung. Sebuah kemewahan yang sebentar lagi bakal hilang, musim gugur sudah mulai nyenggol-nyenggol dan angin dingin kadang datang tiba-tiba. Burung-burung juga sudah mulai beterbangan ke selatan, bermigrasi, beberapa akan berdiam untuk sementara waktu di Indonesia. Hanya gagak, merpati dan burung gereja yang masih mudah untuk dilihat dan mereka tak akan pergi ke mana-mana. Selamat tinggal musim panas, sampai ketemu tahun depan.


Posted at 08:19 pm by Sir Mbilung

bagonk
September 25, 2006   02:16 AM PDT
 
asik duong... berganti suasana... :P
badu
September 25, 2006   12:42 AM PDT
 
saya paling suka numpak sepur di shinjuku!
kireina
September 24, 2006   10:08 PM PDT
 
hiks .. jadi teringat dulu dibawa si abang muter2 di shinjuku sampe pegel, cuma karena dia pengen liat gedung apa tuh ya (gedung pemda?) yg ada di salah satu cerita j-dorama :p
fitri mohan
September 24, 2006   10:21 AM PDT
 
sayang sekali yah....hiks...
mariskova
September 23, 2006   11:37 PM PDT
 
kurang satu: buat kopdar juga bisa...
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry