Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Berita paling anyar soal negara tetangga yang terpampang di website berita BBC ini mengatakan begini :
"Australia is planning a radical strengthening of immigration laws that would require prospective citizens to take tough English language tests as well as a quiz on history and culture."
Kabarnya, rencana itu banyak menuai protes dari beberapa pihak. Protesnya disampaikan dalam Bahasa Inggris, agar pihak yang diprotes mengerti tentunya. Buat saya? aaah ya biar saja, itukan negara-negara mereka, mau bikin apa di dalam negaranya sendiri asal tidak mengganggu negara lain terserah merekalah. Berita itu mengingatkan saya akan seorang teman yang berkewarganegaraan Australia yang sekarang sedang menyelesaikan pendidikan S3-nya di Darwin. Pernah pada suatu kali dia saya sodori test Bahasa Inggris IELTS (tanpa essay), nilai rata-rata akhir yang dicapainya 4,5. kepada dia saya lantas berkata, "kawan ... dengan hasil begini, kalau kamu orang Indonesia, kamu ndak akan diterima untuk bersekolah di Australia".
Sekedar ingin tahu saja, berapa banyak sisa penduduk Australia jika semua warga negara Australia diharuskan mengikuti test yang diusulkan oleh pemerintahnya itu untuk bisa tetap menjadi warga negara Australia? Lantas apa hasilnya, jika ujian bahasa, sejarah dan kebudayaan Indonesia, dilakukan di Indonesia untuk orang Indonesia agar bisa diakui sebagai warga negara Indonesia? Waaah wah, saya bisa-bisa daripada dikeluarken.
Posted at 08:53 pm by Sir Mbilung
Hedi September 25, 2006 04:17 AM PDT padahal bahasa itu yg penting komunikasi bisa lancar, kecuali memang ada perlunya spt untuk sekolah atau yg lebih teknis.
bagonk September 25, 2006 02:10 AM PDT emang susah koq berbahasa yang baik dan benar itu... :)
* sambil menghitung kesalahan ejaan... baru satu kalimat saja salahnya sudah 2... :P
TaTa September 24, 2006 05:15 PM PDT waduh mas emang enak tinggal di indonesia yang menurut Koes Plus...bukan lautan hanya kolam susu....kail dan ikan cukup menghidupimu ;)
Yoki September 24, 2006 03:36 PM PDT walah....apalagi gw ya ? kekekeke
Luthfi September 24, 2006 02:06 PM PDT waduh, kalo tes itu dilakukan, mbah2ku bakal gak masuk kriteria donk :-(
fitri mohan September 24, 2006 10:23 AM PDT sama pakdeSir, saya juga pasti bakal dikeluarkan daripada indonesia tercintanya disana.
tito September 23, 2006 10:40 PM PDT saya balesi ndobos, sir. Halah, yang orang sana aja nilainya segitu. Udaaaah..... yang nilainya rendah diusir aja, tak peduli warga negara sendiri.