Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< September 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Saturday, September 23, 2006
Test

Berita paling anyar soal negara tetangga yang terpampang di website berita BBC ini mengatakan  begini :

"Australia is planning a radical strengthening of immigration laws that would require prospective citizens to take tough English language tests as well as a quiz on history and culture."

Kabarnya, rencana itu banyak menuai protes dari beberapa pihak. Protesnya disampaikan dalam Bahasa Inggris, agar pihak yang diprotes mengerti tentunya. Buat saya? aaah ya biar saja, itukan negara-negara mereka, mau bikin apa di dalam negaranya sendiri asal tidak mengganggu negara lain terserah merekalah. Berita itu mengingatkan saya akan seorang teman yang berkewarganegaraan Australia yang sekarang sedang menyelesaikan pendidikan S3-nya di Darwin. Pernah pada suatu kali dia saya sodori test Bahasa Inggris IELTS (tanpa essay), nilai rata-rata akhir yang dicapainya 4,5. kepada dia saya lantas berkata, "kawan ... dengan hasil begini, kalau kamu orang Indonesia, kamu ndak akan diterima untuk bersekolah di Australia".

Sekedar ingin tahu saja, berapa banyak sisa penduduk Australia jika semua warga negara Australia diharuskan mengikuti test yang diusulkan oleh pemerintahnya itu untuk bisa tetap menjadi warga negara Australia? Lantas apa hasilnya, jika ujian bahasa, sejarah dan kebudayaan Indonesia, dilakukan di Indonesia untuk orang Indonesia agar bisa diakui sebagai warga negara Indonesia? Waaah wah, saya bisa-bisa daripada dikeluarken.


Posted at 08:53 pm by Sir Mbilung

Hedi
September 25, 2006   04:17 AM PDT
 
padahal bahasa itu yg penting komunikasi bisa lancar, kecuali memang ada perlunya spt untuk sekolah atau yg lebih teknis.
bagonk
September 25, 2006   02:10 AM PDT
 
emang susah koq berbahasa yang baik dan benar itu... :)

* sambil menghitung kesalahan ejaan... baru satu kalimat saja salahnya sudah 2... :P
TaTa
September 24, 2006   05:15 PM PDT
 
waduh mas emang enak tinggal di indonesia yang menurut Koes Plus...bukan lautan hanya kolam susu....kail dan ikan cukup menghidupimu ;)
Yoki
September 24, 2006   03:36 PM PDT
 
walah....apalagi gw ya ? kekekeke
Luthfi
September 24, 2006   02:06 PM PDT
 
waduh, kalo tes itu dilakukan, mbah2ku bakal gak masuk kriteria donk :-(
fitri mohan
September 24, 2006   10:23 AM PDT
 
sama pakdeSir, saya juga pasti bakal dikeluarkan daripada indonesia tercintanya disana.
tito
September 23, 2006   10:40 PM PDT
 
saya balesi ndobos, sir. Halah, yang orang sana aja nilainya segitu. Udaaaah..... yang nilainya rendah diusir aja, tak peduli warga negara sendiri.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry