Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< September 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Sunday, September 24, 2006
Munggahan

Ada sebuah "ritual" yang dilakukan oleh orang Sunda dan Betawi sebelum puasa tiba yang terkadang bisa semeriah hari raya. Ini acara kumpul-kumpul keluarga yang kadang diikuti dengan acara berziarah ke makam leluhur, bertetirah ke suatu tempat lengkap dengan acara makan-makan. Acara yang lantas dikenal dengan nama munggahan. Secara darah saya bukan orang Sunda, pemahaman saya akan acara ini sangat terbatas. Tetapi saya besar di Bandung dan saya sering diajak berpartisipasi dalam acara itu bersama keluarga kawan.

Sebuah email dari seorang kawan menyadarkan saya betapa sudah lamanya saya tidak ikut munggahan ... "kamana yeuh munggahan? uwih teu? ditaroskeun mamah kang". Tadinya email itu mau saya jawab dengan kata-kata "nggak ke mana-mana", tetapi sesuatu hal menyebabkan saya mengganti kata-kata itu dengan kata "Shinjuku".

Ya, kemarin itu saya "munggahan" ke Shinjuku walaupun minus acara nyekar yang diganti dengan acara mengunjungi tempat bermain anak-anak. Cerita acara tersebut sudah ditulis di blog tetangga sebelah, tak perlulah diulang. Saya hanya ingin berbagi beberapa kesan pendek terpotong-potong dari munggahan saya kemarin itu yang coba saya gabung jadi satu.

Waaa ... ni anak lucu banget, keluar lift, berjalan lurus mencari ibunya, menatap mahluk asing di samping ibunya, lantas langsung berbelok menatap peta Jepang ... "ada apa ya di Jepang". Anak lucu ini bisa dengan cepat mengganti bahasa percakapan dari Bahasa Indonesia lantas ganti ke Bahasa Jepang, sebuah kemampuan yang bisa bikin iri orang dewasa. Sebuah kemampuan belajar khas anak-anak yang sayangnya  bisa hilang kalau tak sering dipakai. Saya mengalami itu, dan kadang menyesal juga kenapa tak sering saya pakai itu keahlian bercakap-cakap dalam Bahasa Palembang, Banjar dan Iban. Paling banter ngomong Palembang, yang sudah terpatah-patah dan bercampur dengan Bahasa Indonesia kalau ngobrol dengan penjual mpek-mpek di dekat terminal Bogor.

Sebentar lagi anak kecil yang lucu itu akan bergaul dengan teman-teman barunya yang mungkin tak seorangpun bisa berbicara dalam Bahasa Jepang. Kartun Jepang di televisipun sudah disulih suara. Papap Reza bilang, ada sih sekolah yang mengajarkan hal itu di Indonesia tapi biayanya mahal. Pendidikan memang tidak murah ya di Indonesia, walaupun ada yang mencoba untuk melakukan hal ini tetapi pada akhirnya sekolah itu sangat bergantung dengan kedermawanan para penyumbang. Dalam jangka panjang, ada ketidakjelasan kelangsungan keberlanjutannya (haiyaaah susah banget kata-katanya).

Banyak orang ingin bersekolah setinggi mungkin, pergi ke negri yang jauh meninggalkan keluarga juga dijabanin. Selesai sekolah, ingin sekali kembali ke negri asal berkumpul kembali dengan keluarga dan mengabdikan apa-apa yang telah dipelajarinya untuk negrinya.  Sedap sekali kalau semuanya  lantas bisa semudah itu. Ada banyak cerita bagaimana orang-orang dari Indonesia terpaksa meninggalkan negrinya karena dalam beberapa bidang amat sangat tidak mudah baginya untuk melakukan apa-apa yang diketahuinya untuk kebaikan negri sendiri. Mungkin Mbak Emil bisa cerita banyak soal ini.

Ada banyak orang seperti saya yang dipaksa harus loncat-loncat dari satu tempat ke tempat lain walaupun saya bukan buronan kriminal atau politik. Hidup sebagai "manusia koper" dengan enteng bisa saya jalani .... dulunya. Bepergian ke sana ke mari, melihat berbagai tempat baru, bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda, jiwa eksplorasi yang terpuaskan dan yang paling penting .... dibayari pula. Ngerjain hobi dibayar kasarnya. Tapi namanya manusia, ya ndak ada puasnya, sekarang saya lantas ingin pulang, mengejar ketertinggalan melihat anak-anak saya tumbuh. Jangan sampai kalau saya pulang nanti anak-anak memanggil saya om, paman, pakde, paklik, uwak, tulang dan sebangsanya! Bapakmu iki le ... bapakmu.

Soal anak, pendidikan, kerja, jalan-jalan, teman ... yen tak pikir-pikir, kok saya beruntung sekali ya? Begitulah, hasil melamun sendirian di kereta api. Sepulang munggahan itu saya lantas bisa mengucap terima kasih Gusti. Lha sekarang ... ada yang mau ngajak saya ngabuburit?


Posted at 08:13 pm by Sir Mbilung

fitri mohan
September 26, 2006   10:40 AM PDT
 
masgul. pedih. duka. sirik. sebel. hiks.

i wish i was. i wish i was. i wish i was.

awesawos awesawos awesawos awesawos awesawos.
tukang kebon
September 25, 2006   05:44 PM PDT
 
wuah kejadian itu, ponakan saya ditinggal 14 tahun melaut sama bapaknya, pulang pulang si bapak malah dipanggil mas
zam
September 25, 2006   05:21 PM PDT
 
weh.. harusnya disyukuri pakde..

banyak orang yg jiwanya jalan-jalan tapi malah teperangkap lo pakde..

contonya ya saya ini.. weheheh
emil
September 25, 2006   02:45 PM PDT
 
mau ngabuburit ke shinagawa, pak ?
Blanthik Ayu
September 25, 2006   11:48 AM PDT
 
waaa...seru banget munggahane...
btw oom..oom lebaran pulang khan :p
bagonk
September 25, 2006   02:07 AM PDT
 
dinikmati aja pakde...
gak setiap orang bisa munggahan ke shinjuku looo... hueheuhue... :)
Anang
September 25, 2006   12:34 AM PDT
 
munggah ke langit ya?? hehe
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry