Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Istilah Copy-Paste saya yakin sudah diakrabi oleh para pengguna piranti lunak komputer terutama piranti lunak pengolah kata (word processor) dan pengolah gambar. Melakukan copy-paste atau salin-tempel (bedakan dengan salam tempel) jelas mempercepat proses penyalinan sebagian isi dokumen ke bagian lain dalam dokumen tersebut atau ke dokumen lain. Pilih bagian yang mau dicopy, lakukan perintah copy, pergi ke tempat di mana bagian itu mau diletakan, paste ... mak crut ... selesai dalam hitungan detik. Pada piranti lunak pengolah kata populer, proses itu bisa dipersingkat dengan menggunakan short-cut ctrl+c dan ctrl+v, atau dalam istilah seorang teman "crtl cv". Kok istilah asing ya? ada istilah yang lebih mudah untuk dimengerti? Ada ... Mbak Yati menyebutnya sebagai KOPAS (copy paste --> kopi paste --> KOPAS).
KOPAS untuk istilah menyalin tadi itu buat saya pas, enak didengar. Terima kasih Mbak. Asal jangan mleset jadi :
jeruknya di KOPAS dooong beritanya ada di KOPAS kok panas ya, kok ndak ada KOPAS? lukanya dibersihkan dengan KOPAS waaah subur, pake pupuk KOPAS ya? batu cincinnya KOPAS euy seorang KOPAS tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta
Sampeyan mau nambahi?
Untuk Lik Zamronie, kapankah gerangan hikayat Copy and Paste-nya akan diceritakan kepada khalayak ramai?