Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Banyak yang tanya begini "sampeyan itu kerjaannya ngapain toh, kok aku ora mudeng?". Baiklah, sedikit membuka diri tentang apa-apa kerja saya yang toh rasanya juga tidak berbahaya kalau diketahui, syukur-syukur malah nanti ada yang bisa bantu. Secara penampakan dari luar kerja saya ya ha ha hi hi di depan layar monitor komputer, buka-buka buku sambil cengengesan dan jadi "tukang protes" (halusnya, mempertanyakan semua data yang diterima). "Musuh saya (kami)" adalah para pengumpul data yang sudah berdarah-darah di lapangan dan datanya dipertanyakan keabsahannya serta para "politisi kantor" yang mencak-mencak karena hasil yang saya (kami) keluarkan tidak populer, mbedal dari pakem. Kepada teman-teman yang pentalitan di lapangan saya bisa berempati karena saya dulunya ya seperti mereka, sedangkan kepada para politisi ... saya sedang berusaha keras untuk berempati.
Mainan data, protes, berbantah, menelusuri biang data, merangkai fakta yang terserak dan akhirnya berkesimpulan, sungguh hal yang bagi saya sangat menarik, walaupun sering amat sangat capek melakoninya (*sudah jangan ngeluh, toh kamu dibayar untuk itu*). Ada kepuasan tersendiri di ujung kesimpulan dan lonjakan-lonjakan riang gembira jika kesimpulan itu lantas menjungkir balikan teori lama. Ada seringai bengis penuh kepuasan manakala melihat mimik wajah para politisi kantor yang ndlongop kehabisan kata-kata.
Ada sebuah cerita lawas yang lantas jadi klasik. Pada suatu waktu kami diminta untuk menentukan status keterancaman satu jenis burung, pertanyaanya adalah apakah jenis burung tersebut benar-benar terancam punah atau tidak. Saat itu burung tersebut dianggap sangat terancam punah berdasarkan fatwa seorang pakar berkedudukan tinggi. Ujung ceritanya bisa ditebak, satwa itu ternyata tidak (belum) terancam punah. Lha di mana mlintirnya kalau begitu? Ternyata sang pakar mendasarkan argumennya pada sebuah tulisan di jurnal ilmiah terkemuka. Tak ada yang salah dengan hal itu, hanya saja sang pakar "lupa" untuk menelusuri sumber informasi asalnya, lha wong sudah diterbitkan di jurnal tersohor je, masak harus diperiksa ulang? Sang pakar mengutip, dan ternyata yang dikutip juga mengutip demikian seterusnya hingga kutip mengutip terjadi 6 kali, hingga akhirnya kami bisa mendapatkan kutipan yang berkata lain tetapi sumber itu hanya berupa tulisan tangan yang mengutip sumber asli (begitu katanya). Sumber asli lantas dicari yang ternyata berupa sebuah catatan harian rinci dalam tulisan tangan yang berasal dari beberapa abad yang lampau yang ternyata isinya cocok dengan apa-apa yang ditulis pengutip pertama. Sebuah kesalahan penterjemahan dari pengutip ke dua terjadi dan itu terawetkan. Sang pakar lantas berasumsi bahwa apa yang dibacanya adalah benar. Asumsi ... Assumption is the mother of all fucked up! (ini siapa yang pertama kali bilang ya?).
Lantas, bagaimana caranya memeriksa apa-apa yang ditulis oleh penulis pertama itu benar adanya? Kenapa lantas diasumsikan bahwa penulis pertama adalah yang paling benar? Apakah ada jaminan bahwa apa-apa yang ditulisnya itu adalah fakta dan bukan hanya pendapat populer? Sering kita terseret oleh sesuatu yang populer tanpa kita sempat memeriksa dahulu bagaimana asal muasalnya. Kebelumtentu benaran inilah yang membuat saya bisa ha ha hi hi, cengengesan dan protes. Seorang kawan dari bagian lain berkata "enak bener kerjamu, protes dibayar" ... ooo tidak begitu kawan (saya protes), saya itu ndobos dibayar (ini fakta).
Saya hanya mbongkar-mbongkar soal burung saja, ndak gitu sulit. Lha kalau yang suka mbongkar-mbongkar sejarah, sampai sekarang mereka masih sibuk dengan peristiwa 41 tahun yang lalu itu.
Kalau boleh tahu, apa pekerjaan sampeyan?
Posted at 12:05 am by Sir Mbilung
KoPiHoLiC October 4, 2006 04:45 AM PDT pengangguran sejati...
Blanthik Ayu October 3, 2006 05:30 PM PDT lek aku main job: jogo warnet sambil browsing, chatting, blogging..side job: ngelus2 butho, opis gel hehehehehe
Hedi October 3, 2006 02:23 PM PDT ndobos termasuk deskripsi pekerjaan sampeyan juga kan hehehe
fitri mohan October 3, 2006 04:08 AM PDT asyik juga tuh kerjaannya pakdeSir. kalau saya kerjanya tukang nyari cacat barang. kalau ada yang cacat ya didaftar jenis cacatnya seperti apa, lalu harus membuat jadwal kapan yang cacat-cacat itu kembali cantik jelita.
ini kali yang bikin mata saya sering nyari2 cacat bahkan pada saat dimana saya harusnya having fun. duhh, kebablasan iki jenenge yo pakdeSir....
gaussac October 2, 2006 11:40 PM PDT kerjaan ane, ngacak2 data sampe bikin orang pada pusing.
kalo gitu kerjaan ente apaan?
(lho kok balik nanya)
bagonk October 2, 2006 11:22 PM PDT whew... menarik sekali (kayaknya)...
padahal bikin pusing ya pakde... :)
kalau saya... kerjaan utama browsing... kalo ada waktu luang baru buka sopwer CAD atau 3D-modeling, hueheuhue... :))
yoyok October 2, 2006 10:19 PM PDT Podo ki...nanti juga saya mau ndobos kerjaan...udah disiapin bahannya, tapi belom sempat ya gara2 kerjaan juga...
nasib nasib
btw, makasih banget ya mas :D
nana October 2, 2006 07:03 PM PDT main designation : professional chatter
side job : making sure employees are not chatting during office hours :D
april October 2, 2006 04:42 PM PDT ngangsu banyu :( keren kan?
bangsari October 2, 2006 04:34 PM PDT kerja saya ndobosin klien dan menenagnkan bos. biar bos ngga marah. aneh ya? begitulah jakarta...
siberia October 2, 2006 03:44 PM PDT kerjaanku? ya dari nyari data dilapangan, ngolah didepan kompi, dan bikin kesimpulan :D
atta October 2, 2006 03:10 PM PDT ohh
jadi itu to pekerjaan sampeyan.
:D
tukang kebon October 2, 2006 03:08 PM PDT isih ga mudeng pakdhe? kulo niki cuman buruh sing dipekso kerjo karo mas syipit...meh ngga mau lah wong kulo butuh duit jee :D
medon October 2, 2006 12:07 PM PDT sepertinya pekerjaan yang paling enak yo ndobos... :)
zam October 2, 2006 11:47 AM PDT la saya ini cuma babu je pakde...
tapi kadang juga berurusan dengan database juga..
mainan sopwer bergambar iwak lumba-lumba itu je..
la kalo cuma ngentri data mah enak.. sing mbikin misuh itu kalo datanya teng penthalitan..
mumet le metani ji siji..
la kemarin malah disuruh main-main eh maintain servernya..
dooohh...
m2r October 2, 2006 02:47 AM PDT hore first comentator. dulu kan anggota kelompencabir toeh? kelompok pencela dan pencibir. jadi kyknya skrg jg kerjaannya pas. bravo sir