Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Monday, October 02, 2006
Pekerjaan Saya

Banyak yang tanya begini "sampeyan itu kerjaannya ngapain toh, kok aku ora mudeng?". Baiklah, sedikit membuka diri tentang apa-apa kerja saya yang toh rasanya juga tidak berbahaya kalau diketahui, syukur-syukur malah nanti ada yang bisa bantu. Secara penampakan dari luar kerja saya ya ha ha hi hi di depan layar monitor komputer, buka-buka buku sambil cengengesan dan jadi "tukang protes" (halusnya, mempertanyakan semua data yang diterima). "Musuh saya (kami)" adalah para pengumpul data yang sudah berdarah-darah di lapangan dan datanya dipertanyakan keabsahannya serta para "politisi kantor" yang mencak-mencak karena hasil yang saya (kami) keluarkan tidak populer, mbedal dari pakem. Kepada teman-teman yang pentalitan di lapangan saya bisa berempati karena saya dulunya ya seperti mereka, sedangkan kepada para politisi ... saya sedang berusaha keras untuk berempati.

Mainan data, protes, berbantah, menelusuri biang data, merangkai fakta yang terserak dan akhirnya berkesimpulan, sungguh hal yang bagi saya sangat menarik, walaupun sering amat sangat capek melakoninya (*sudah jangan ngeluh, toh kamu dibayar untuk itu*). Ada kepuasan tersendiri di ujung kesimpulan dan lonjakan-lonjakan riang gembira jika kesimpulan itu lantas menjungkir balikan teori lama. Ada seringai bengis penuh kepuasan manakala melihat mimik wajah para politisi kantor yang ndlongop kehabisan kata-kata.  

Ada sebuah cerita lawas yang lantas jadi klasik. Pada suatu waktu kami diminta untuk menentukan status keterancaman satu jenis burung, pertanyaanya adalah apakah jenis burung tersebut benar-benar terancam punah atau tidak. Saat itu burung tersebut dianggap sangat terancam punah berdasarkan fatwa seorang pakar berkedudukan tinggi. Ujung ceritanya bisa ditebak, satwa itu ternyata tidak (belum) terancam punah. Lha di mana mlintirnya kalau begitu? Ternyata sang pakar mendasarkan argumennya pada sebuah tulisan di jurnal ilmiah terkemuka. Tak ada yang salah dengan hal itu, hanya saja sang pakar "lupa" untuk menelusuri sumber informasi asalnya, lha wong sudah diterbitkan di jurnal tersohor je, masak harus diperiksa ulang? Sang pakar mengutip, dan ternyata yang dikutip juga mengutip demikian seterusnya hingga kutip mengutip terjadi 6 kali, hingga akhirnya kami bisa mendapatkan kutipan yang berkata lain tetapi sumber itu hanya berupa tulisan tangan yang mengutip sumber asli (begitu katanya). Sumber asli lantas dicari yang ternyata berupa sebuah catatan harian rinci dalam tulisan tangan yang berasal dari beberapa abad yang lampau yang ternyata isinya cocok dengan apa-apa yang ditulis pengutip pertama. Sebuah kesalahan penterjemahan dari pengutip ke dua terjadi dan itu terawetkan. Sang pakar lantas berasumsi bahwa apa yang dibacanya adalah benar. Asumsi ... Assumption is the mother of all fucked up! (ini siapa yang pertama kali bilang ya?).

Lantas, bagaimana caranya memeriksa apa-apa yang ditulis oleh penulis pertama itu benar adanya? Kenapa lantas diasumsikan bahwa penulis pertama adalah yang paling benar? Apakah ada jaminan bahwa apa-apa yang ditulisnya itu adalah fakta dan bukan hanya pendapat populer? Sering kita terseret oleh sesuatu yang populer tanpa kita sempat memeriksa dahulu bagaimana asal muasalnya. Kebelumtentu benaran inilah yang membuat saya bisa ha ha hi hi, cengengesan dan protes. Seorang kawan dari bagian lain berkata "enak bener kerjamu, protes dibayar" ... ooo tidak begitu kawan (saya protes), saya itu ndobos dibayar (ini fakta).

Saya hanya mbongkar-mbongkar soal burung saja, ndak gitu sulit. Lha kalau yang suka mbongkar-mbongkar sejarah, sampai sekarang mereka masih sibuk dengan peristiwa 41 tahun yang lalu itu.

Kalau boleh tahu, apa pekerjaan sampeyan?


Posted at 12:05 am by Sir Mbilung

KoPiHoLiC
October 4, 2006   04:45 AM PDT
 
pengangguran sejati...
Blanthik Ayu
October 3, 2006   05:30 PM PDT
 
lek aku main job: jogo warnet sambil browsing, chatting, blogging..side job: ngelus2 butho, opis gel hehehehehe
Hedi
October 3, 2006   02:23 PM PDT
 
ndobos termasuk deskripsi pekerjaan sampeyan juga kan hehehe
fitri mohan
October 3, 2006   04:08 AM PDT
 
asyik juga tuh kerjaannya pakdeSir. kalau saya kerjanya tukang nyari cacat barang. kalau ada yang cacat ya didaftar jenis cacatnya seperti apa, lalu harus membuat jadwal kapan yang cacat-cacat itu kembali cantik jelita.

ini kali yang bikin mata saya sering nyari2 cacat bahkan pada saat dimana saya harusnya having fun. duhh, kebablasan iki jenenge yo pakdeSir....
gaussac
October 2, 2006   11:40 PM PDT
 
kerjaan ane, ngacak2 data sampe bikin orang pada pusing.
kalo gitu kerjaan ente apaan?
(lho kok balik nanya)
bagonk
October 2, 2006   11:22 PM PDT
 
whew... menarik sekali (kayaknya)...
padahal bikin pusing ya pakde... :)

kalau saya... kerjaan utama browsing... kalo ada waktu luang baru buka sopwer CAD atau 3D-modeling, hueheuhue... :))
yoyok
October 2, 2006   10:19 PM PDT
 
Podo ki...nanti juga saya mau ndobos kerjaan...udah disiapin bahannya, tapi belom sempat ya gara2 kerjaan juga...

nasib nasib

btw, makasih banget ya mas :D
nana
October 2, 2006   07:03 PM PDT
 
main designation : professional chatter
side job : making sure employees are not chatting during office hours :D
april
October 2, 2006   04:42 PM PDT
 
ngangsu banyu :( keren kan?
bangsari
October 2, 2006   04:34 PM PDT
 
kerja saya ndobosin klien dan menenagnkan bos. biar bos ngga marah. aneh ya? begitulah jakarta...
siberia
October 2, 2006   03:44 PM PDT
 
kerjaanku? ya dari nyari data dilapangan, ngolah didepan kompi, dan bikin kesimpulan :D
atta
October 2, 2006   03:10 PM PDT
 
ohh
jadi itu to pekerjaan sampeyan.
:D
tukang kebon
October 2, 2006   03:08 PM PDT
 
isih ga mudeng pakdhe? kulo niki cuman buruh sing dipekso kerjo karo mas syipit...meh ngga mau lah wong kulo butuh duit jee :D
medon
October 2, 2006   12:07 PM PDT
 
sepertinya pekerjaan yang paling enak yo ndobos... :)
zam
October 2, 2006   11:47 AM PDT
 
la saya ini cuma babu je pakde...

tapi kadang juga berurusan dengan database juga..

mainan sopwer bergambar iwak lumba-lumba itu je..

la kalo cuma ngentri data mah enak.. sing mbikin misuh itu kalo datanya teng penthalitan..

mumet le metani ji siji..

la kemarin malah disuruh main-main eh maintain servernya..

dooohh...
m2r
October 2, 2006   02:47 AM PDT
 
hore first comentator. dulu kan anggota kelompencabir toeh? kelompok pencela dan pencibir. jadi kyknya skrg jg kerjaannya pas. bravo sir
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry