Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Saturday, October 07, 2006
Payung Narsis Perusak Fantasi

Hujan mulai sering mengguyur Tokyo, tetapi jalanan (untuk pejalan kaki) tak juga sepi. Berbeda dengan di Bogor dan Jakarta (dan mungkin juga di banyak tempat di Indonesia) di Tokyo jumlah orang berteduh pada saat hujan sangat sedikit. Semua seperti biasa saja, hanya kali ini jalanan dihiasi banyak payung. Ada satu macam payung yang saya namai "payung narsis", terbuat dari bahan plastik tembus pandang. Harganya relatif murah untuk ukuran Tokyo yang berjuluk kota termahal ke-dua di dunia (setelah Oslo). Payung narsis ini dijual seharga 500-an Yen (sekitar Rp.40.000).

Lha kok dinamai payung narsis toh? Bagaimana tidak, itu orang payungan masih bisa dilihat bagian tubuh leher ke atasnya dari depan, belakang, samping (kiri dan kanan) serta dari atas. Payung tidak boleh menghalangi pandangan orang sekitar ke arah wajah pemegang payung. Kumplit sudah, harga murah, tubuh terlindung, tampang tetap terpajang. Lantas apakah saya memiliki payung narsis itu? Oooo tentu saja akan tetapi (*diucapkan dalam satu tarikan nafas*), saya tak punya maksud untuk nampang karena wajah saya tidak layak tatap (pandang) tetapi layak tatap (dibenturkan) ... *beeet dia berkelit*. Begini sederek sedoyo mohon ijin untuk menjelaskannya.

Jalan-jalan sempit di Tokyo itu diapit oleh gedung-gedung jangkung. Ini membuat jalan-jalan itu seperti terowongan angin. Angin yang biasa-biasa saja, bisa menjadi angin berkecepatan tinggi jika bertiup diantara gedung-gedung jangkung itu. Lha..kalau hujan, itu air jadinya bukan turun dari atas, tapi dari depan, belakang atau samping (kiri atau kanan) karena terbawa angin. Akibatnya, agar fungsi payung tetap terjaga, sang payung tidak lagi dipegang menjulang ke atas tetapi direbahkan sesuai dengan arah datangnya air. Celakanya jika angin bertiup dari depan, payung harus direbahkan sedemikian rupa sehingga tubuh bagian depan tertutup, tetapi itu juga berarti pemegang payung tak lagi bisa melihat jalan di mukanya. Pemecahannya, payungnya saja dibuat tembus pandang agar tak terjadi tabrakan beruntun manusia. Jadiiii ... saya tidak narsis bukaaaaan??? (yang lantas menjawab bukaaaaan ... basbang).

Hanya saja, saya masih ndak sreg juga dengan payung tembus pandang ini. Bayangan yang tertanam di benak saya itu kalau lihat orang payungan ya seperti di lagunya Payung Fantasi, ada misteri kemolekan wajah yang tersembunyi di balik payung, bikin fantasi melayang dan penasaran sampai yang nyanyi bersenandung :

bolehkan aku melihat seri wajahmu
bolehkah disayang
siapa gerangan dinda, bidadari dari surga
ataukah burung kenari
pembawa harapan pelipur hati


Wah jan, payung narsis nan tembus pandang merusak fantasi. Apa sampeyan setuju, apa-apa yang tembus pandang itu merusak fantasi? Tetapi banyak orang-orang yang sekarang pada tereak "sekarang semuanya harus transparan".


Posted at 12:04 am by Sir Mbilung

yourshop.cc
December 4, 2008   05:56 PM PST
 
http://www.watchesforsale.us
Rara
October 11, 2006   02:53 PM PDT
 
Maauuuuuu.... :P
bangsari
October 11, 2006   01:06 PM PDT
 
yang transparan kan payungnya, bukan bajunya. jadi ya tetep saja tak menggugah fantasi. he..he..
yoyok
October 11, 2006   02:49 AM PDT
 
Rain, rain, fall, fall, Nii-chan has
come with an umbrella. Pitt-chi Pitt-chi Chap-pu Chap-pu
Lan Lan Lan!


japanese classic folksong, kalo ga salah
Blanthik Ayu
October 10, 2006   06:51 PM PDT
 
dadi aku di oleh2i payung narsis ? hehehehe ojo repot2 lho pakdhe?
emil
October 10, 2006   11:34 AM PDT
 
payung transparan, murah (kalau dibandingin yang lain di jepang kan ? bukan kalau dikurs ke rupiah...), nggak ketauan punyanya siapa saking banyaknya orang yang punya.
jadi kalau rusak, atau males bawa pulang ke rumah pas udah terang, tinggal ditaruh sembarangan aja. kan nggak tahu punyanya siapa.
Lagian kalo pas musim taifu gini pasti banyak payung yang rusak. Ngapain juga beli yang mahal-mahal...
mpokb
October 9, 2006   12:48 PM PDT
 
saya bingung, burung kenari kok bisa bawa payung? :P
di bogor ke mana-mana bawa payung, pak?
tito
October 8, 2006   03:21 PM PDT
 
Setuju banget sir. Kawan kita di timur pulau nusantara lagi razia baju cewek. Harus tertutup kata mereka. Tertutup kan bikin berimajinasi. Eh, tapiberfantasi itu butuh referensi lho..hayo, sir mbilung.
Luthfi
October 8, 2006   12:22 PM PDT
 
wahh, di sini sdh lama gag hujan Om, selama puasa baru grimis 2 x
venus
October 8, 2006   12:19 PM PDT
 
gini ajaaa..kalo huajn ga pengen basah tapi juga gak mau dituduh narsis, diem aja di rumah, gak usah kemana-mana. ya kan? ngopi-ngopi gitu..huwaduh, magrib msh lama yak? *sakauw kopi* :(
Dian
October 8, 2006   12:14 PM PDT
 
eh keren juga yak payung transparan gitu. buat aku donk...
Anang
October 8, 2006   07:36 AM PDT
 
bahaya kalau di intip dari atas hehe
yang punya blog
October 8, 2006   05:12 AM PDT
 
Kepingin juga kayak orang-orang lain itu aaah, mengomentari komentar para komentator :

*KoPiHoLiC : transparan tanpa distorsi, teknologi jepang je.
*bebex : emang bebex kudu payungan? bukannya seneng maen aer.
*nananias : dirimu sekjen? bukannya ketua dewan pelindung?
*zam : wah ngono yo zam, coba saya buktikan dulu ya.
*Yoki : diriku sebening gelas.
*dinda : wet t-shirt?
*MbakDos : adaaa ... mau?
mbakDos
October 7, 2006   07:46 PM PDT
 
pastinya kan lebih bikin ngiler kalok perempuan pake baju keliyatan belahan dadanya, daripada pake baju yang dengan sengaja mempertunjukkan payudara [emang ada ya baju model beginiyan?!] ;D
dinda
October 7, 2006   07:17 PM PDT
 
akyu mau payung ituuu.. karena aku MEMANG narsis... kikikik...

*nggak ding, i hate payung. mending ujan2an...*
Yoki
October 7, 2006   11:38 AM PDT
 
alah payung transparant...untuk aja yang makenya juga gak transparant :))
zam
October 7, 2006   11:08 AM PDT
 
yang cuma keliatan dikit, biasanya selalu bikin penasaran, pakde..
nananias
October 7, 2006   10:06 AM PDT
 
emang biasanya yang bisa diintip2 dikit yang lebih seru banding yang dibuka blak! :D katanya lhooooo..

wah payungnya super narsis cocok itu buat sekjen yayasan narsis kacang buncis epret!
bebex
October 7, 2006   03:48 AM PDT
 
percaya ga percaya,,,
dulu si papa malah beliin bex payung bebek (dr jpn jg),,yang moncongnya nutupin bagian depan...
sekarang entah kemana tuh payung :(

adalagi payung yang disangkutin di kpala,,jadi cuma buat mayungin kpala tok ;)

jpn mang aneh2 pakdhe...
tapi kreateeeeeeep ;)
KoPiHoLiC
October 7, 2006   01:54 AM PDT
 
lho payung transparan kok merusak fantasi?? ya teteup bisa fantasi toh..wong wajahnya ketutupan plastik pasti kan jadi distorsi .. yang elek jadi lumayan...
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry