Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Sunday, October 15, 2006
Lensa Bening Cling


Bagi pemakai kaca mata yang bukan cuma buat gaya atau sekedar menahan silau matahari, kebeningan lensa mutlak adanya. Membersihkan lensa dengan kain khusus, jika ada debu yang menempel bisa menggores pelapis lensa atau malah lensanya itu sendiri. Maka biasanya saya mengawali ritual bersih-bersih lensa itu dengan acara tiup-tiup lensa.  Lantas lensa diabapi (ini apa Bahasa Indonesianya ya?), seperti diuapi dengan napas hingga lensanya berembun, barulah lensa bisa dielus-elus dengan kain itu. Selesai? belum! kacamata lalu diangkat ke depan wajah untuk dilihat/diterawang sudah bening atau belum. Kalau kurang bening, pengabapan dan usap-usap bisa diulangi.

Lha ... setiap hari kerja, saya selalu berjalan melewati sebuah toko kaca mata yang saya ndak bisa baca nama tokonya. Di emperan depan toko itu ada sebuah meja kecil yang penuh dengan alat pencuci lensa berikut petunjuk pemakaiannya. Tak perlu bisa membaca huruf kanji untuk memahaminya, karena untuk orang yang buta huruf kanji seperti saya, gambar yang terpampang soal penggunaan alat sudah tak perlu dikata-katai lagi.

Pencet tombol di alat berwarna biru (hanya ada satu tombol, ndak mungkin salah), *alat berdengung halus*,  celupkan kaca mata ke wadah airnya *yang sekarang bergonjang girang karena tombol dipencet*, dan digoyang-goyangkan sampai alatnya berhenti berdengung (kira-kira 30 detik). Celupkan kacamata ke wadah air kedua barang sebentar dua bentar, lalu usap-usap dengan kertas tissue yang disediakan. Jangan lupa membuang kertas tissuenya ke tempat sampah yang tersedia. Terawanglah, itu lensa dijamin bening cling.

Ada dua meja di depan toko itu, yang bisa melayani 4 pe-kaca mata sekaligus. Gratis dan tak ditunggui oleh pemilik atau pegawai toko yang bisa bikin rikuh para penikmat pembersih gratisan itu. Upaya menarik pelanggan? mungkin saja. Hanya saya ndak ngerti apa tujuannya itu potret skuter dipajang di situ.


Posted at 05:18 am by Sir Mbilung

pyuriko
October 16, 2006   02:54 PM PDT
 
mungkin skuter disana itu utk layanan antar jemput kali yaaa :D.... kalo saya mau membersihkan lensa,.. tinggal tlp aja....
mbakDos
October 16, 2006   02:11 AM PDT
 
sebenernya itu hurup2 kanji kalok diterjemahin bunyinya pegini:
<b>liyat! skuter aja bisa kinclong abis dibersiin pake beginiyan... masa iya kacamata ndak bisa?!</b>
atta
October 15, 2006   09:34 PM PDT
 
kalo abis bersihin lensa dan niat puter2 kota iso numpak skuter *halah*
KoPiHoLiC
October 15, 2006   09:33 PM PDT
 
maksud >> kendarailah skuter dengan kacamata bening...supaya ga mblerek...
bangsari
October 15, 2006   05:31 PM PDT
 
maksudnya kalo mau cuci skuter tinggal celupin aja...
TaTa
October 15, 2006   04:33 PM PDT
 
itu skuter yang punya stand gratis mas hehehe
venus
October 15, 2006   10:53 AM PDT
 
betul, mas. mungkin skuternya mau dijual atau disewakan :p
widya
October 15, 2006   07:11 AM PDT
 
sekalian jualan skuter bekas kali pak, kali aja bisa kebeli:)
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry