Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Thursday, October 19, 2006
Buceri LKMD

Menjadi orang yang fakir fashion, tak sadar mode, tidak modis , terkadang bikin ndak enak juga. Saya termasuk golongan itu dan sebagai warga dari sebuah negara di mana yang kasat mata itu jadi acuan, tersisih dari perhatian adalah konsekuensi. Soal lantas menjadi jengkel karena tersisih tergantung situasinya, karena ada kalanya saya tak ingin diganggu oleh tatapan, misalnya jika sedang buang hajat kecil di wc umum. Tetapi di saat lain, saya ingin ditatap, dipandang, diperhatikan dan tidak disepelekan. Tak elok rasanya jika saya sedang hendak membeli barang, penjaga barang dagangan sibuk bergunjing cekikikan dengan rekannya, walaupun saya sudah pasang posisi bergaya segagah Bima.

Disepelekan karena penampilan jamak saya alami. Manakala bepergian dan tiket di tangan bertuliskan "business class" dan saya mengantri tertib di lorong yang semestinya, entah kenapa saya selalu diminta untuk menunjukan tiket saya oleh sang penjaga antrian, sementara pengantri yang lain tidak. Manakala saya memasuki ruang tunggu keberangkatan di bandara yang penuh dengan makanan dan minuman gratis (juga sambungan internet gratis), kenapa saya harus selalu melalui proses ditatap dari ujung kepala hingga ujung kaki? setampan itukan saya? Tak mengapa jika tatapan itu dibarengi dengan senyum dikulum yang tulus, jengah rasanya jika dibarengi dengan kerutan di dahi dan ini yang paling sering terjadi.

"Dandananmu itu bukan untuk kelas yang dilayani, mbok dandan sana", begitu seorang teman pernah berpetuah. Maka pada suatu ketika petuah tersebut saya coba, walaupun ada rasa tak nyaman. Rambut tersisir rapih, baju berdasi, berjas gelap khas eksekutif muda, sepatu nan berkilau. Semua perhatian yang saya inginkan seolah datang menyerbu, tak ada yang menanyakan tiket di antrian, senyum ramah menyambut kedatangan saya di ruang tunggu, dan penjaga toko bebas bea itu cepat menghampiri. Nyaman? tidak juga, istri saya menatap dengan dahi berkerut sambil menyelidik "mau ke mana???"

Dua gaya penampilan dan keduanya berujung sama. Mungkin saya harus mengambil jalan tengah, tetap berdandan santai tetapi benahi bagian wajah. Rambut saya yang mulai ada warna hitamnya itu mungkin perlu diwarnai berbeda .... pirang misalnya? Ah ... nonanananias  tentunya akan senang memanggil saya buceri (bule ngecet sendiri) nantinya, dan komentar sumir sejenis seperti yang ditulis di sini dan saya disebut LKMD .... Londo Kok Mung nDhase.


Posted at 11:35 am by Sir Mbilung

qq
October 20, 2006   08:02 PM PDT
 
Hahahha ... Pakde juga dipusingkan dengan urusan penampilan ya?

Gara-gara alasan yang sama, Qq sampai harus 'disalonkan' dulu sebelum mudik Lebaran. Soalnya ini cara jitu untuk menghindari tatapan yang bikin jengah itu.

Tapi tetep we ditanyain: "Koq pulang dari Belanda rambutnya ga jadi kaya rambut bule?". Buceri kali maksudnya ya? ... hahahhaha

bangsari
October 19, 2006   10:57 PM PDT
 
wakakak... podo oom. bedanya saya kere beneran.
Hedi
October 19, 2006   08:56 PM PDT
 
Kadang² terpaksa juga begitu, wong aturan mainnya memaksa begitu. Tapi jengkel bener di dalam hati.

Jadi inget pewaris tunggal Henry Ford yang ke Bali dg gaya backpacker, ditolak masuk hotel bintang lima dan sejenisnya..hehehe...akhirnya dia sempet kesel dan terpaksa buka rahasia.
yati
October 19, 2006   07:51 PM PDT
 
wayah,,,,nasibnya sama :d

gw sih emang gembel dari sononya...trus mau apa? naseb, hahaha...!
venus
October 19, 2006   06:35 PM PDT
 
LKMD, CBSA (cah bodho soyo akeh)?

wakakaka...
unai
October 19, 2006   05:02 PM PDT
 
buceri...bagus juga tuh singkatan kerenn
meiy
October 19, 2006   04:42 PM PDT
 
arti LKMD nya apa toh mas...aku ga ngerti bhs jawa, apalagi jepang...:D
nana
October 19, 2006   02:22 PM PDT
 
mwahahahahahaha... atau operasi plastik? *sumbangin tas kresek banyak-banyak*

emang nyesek ketika tampilan luar jadi perkara.
pitik
October 19, 2006   01:00 PM PDT
 
rambute di cet kuning wae pakdhe, ben koyo megaloman..
pyuriko
October 19, 2006   12:00 PM PDT
 
Bucheri disini itu merek sepatu lhoo Mas... :D
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry