Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Friday, October 20, 2006
Cikalang christmas

Seribu Intan nomer 2

Bintang burung kali ini adalah burung yang kadang terlihat melayang-layang senang di Indonesia, perampok ulung, penggemar ikan terbang dan cumi-cumi, penerbang ulung tukang klayapan, dan terancam punah karena semut. Cikalang christmas (Fregata andrewsi) yang hanya berbiak (bercumbu, bersarang, bertelur) dan merawat anak di sebuah Pulau kecil di selatan Pulau Jawa yang dahulu terkenal sebagai tempat berjudinya orang-orang Indonesia, di tempat yang benama Pulau Christmas. Walaupun pulau tersebut dekat-dekat saja dari Pulau Jawa, tetapi Pulau tersebut miliknya Australia. Ironisnya, burung ini justru jarang terlihat di daratan utama Benua Australia.

Cikalang christmas saat ini dikategorikan sebagai burung terancam punah dengan kategori keterancaman tertinggi, Kristis (Critically Endangered). Bersarang di pohon-pohon jangkung tak menjamin nasib baik. Hingga tahun 1987 telur burung ini sering jadi sasaran para pekerja tambang fosfat (phospate) di Pulau Christmas, ya untuk disantap, rebus, ceplok atau dadar ... silahkan pilih. Pengambilan telur lantas dilarang dan pada tahun 1989 dan sebuah Taman Nasional dibuat di kawasan tempat burung ini berbiak. Aman? belum! Lepas dari manusia sekarang giliran semut yang hingga sekarang menjadi ancaman terbesarnya. Semut gila berwarna kuning - Crazy Yellow Ant (Anoplolepis gracilipes) membuat burung ini "kesemutan", sarangnya dirambah dan anaknya disantap. Semut masuk ke Pulau Christmas karena dibawa manusia dan ternyata susah sangat diberantasnya karena semut satu ini mampu membentuk super-koloni, kagak ada matinya.

Tidak seperti manusia yang bisa bikin anak kapan mau dan kapan hasrat mengundang (lha kok lantas dibilang kecelakaan ya?), burung ini hanya berbiak dua tahun sekali dan anaknya juga cuma satu atau paling banyak dua sekali berbiak. Biasanya dimulai pada bulan Desember, burung jantan mulai memperlihatkan kejantanannya menarik betina dengan gelambir merah di lehernya yang diisi udara sehingga membentuk balon merah. Betina mulai bertelur sekitar bulan Maret hingga pertengahan Mei dan mengerami anaknya selama 40 harian. Anak yang menetas masih harus dirawat dan untuk burung, perawatan anak Cikalang christmas relatif lama, 15 bulan baru disapih. Pada masa-masa inilah burung sangat rentan terhadap serangan semut. Dirubung semut sampai mati ... sinetron horor Indonesia pernah bikin yang begini ndak ya?

Sudahlah, tak usahlah bicara soal kematian yang mengerikan, bicara soal makan saja. Makanan kegemaran burung ini adalah ikan terbang dan cumi-cumi, walaupun ia juga menyantap ikan jenis lain termasuk bangkai ikan. Jika menangkap ikan paling banter hanya kepalanya saja yang nyelup di air, biasanya hanya paruhnya saja. Burung ini juga memiliki kemampuan sebagaimana perompak lanun, tak segan-segan ia menyerang burung lain yang membawa ikan untuk merebut ikannya. Ikan yang terlepas dari paruh pemilik yang sah lantas disambar di udara.

Burung ini sering mencari makan di tempat-tempat yang jauh dari rumahnya, Seekor burung yang lantas diberi nama Lydia (mestinya betina ini) yang diberi pemancar untuk dapat dipantau pergerakannya dengan satelit menunjukan sejauh apa burung ini bisa terbang (lihat peta di bawah). Lho ... klayapan di Indonesia.


Tetapi teman-teman Lydia jauh lebih dahsyat kluyurannya. Cikalang christmas tercatat pernah dilihat di China bagian selatan, India, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei dan Indonesia. Kok ya jauh-jauh sih cari makan? (look who's talking). Walaupun mampu kluyuran jauh sebenarnya Cikalang christmas lebih suka mencari makan di dekat-dekat rumahnya saja. Sederhana saja masalahnya, lha siapa yang mau kluyuran jauh-jauh cari makan kalau di dekat rumahnya ada banyak makanan yang mudah diperoleh ... ya nggak ya nggak?

Foto © John Brodie-Good/Wildwings diambil dari sini.
Peta © Parks Australia diambil dari sini.


Posted at 05:20 am by Sir Mbilung

wieda
November 2, 2006   08:11 AM PST
 
wow.....koq saya blom pernah liat burung ini yah....thx yah, (jadi pengin liat burung ini)
zammore
October 20, 2006   03:21 PM PDT
 
thx mbuatku jd rajin baca 'khotbah jumatan'. kmana acara hari-h1 lebaran taon ini kang? kbri kah?
meiy
October 20, 2006   01:27 PM PDT
 
tulisan 'jumatan ini' jadi nambah pengetahuan ttg burung :D thx mas. sayang di medan ga ada yg ngajak aku lagi utk mengamati burung
nananias
October 20, 2006   08:46 AM PDT
 
lho sir? ke jepang itu nyari makan to? kirain kerja. :D

wah burung yang penuh semangat rajin banget kesana kemari cepet lagi, ngga nyangka saya. hewan kecil kek gitu dahsyat banget.

hmmm jangan2 suka menganggap enteng kek gini terjadi juga diranah nyata? ahem.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry