Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Bintang burung kali ini adalah burung yang kadang terlihat melayang-layang senang di Indonesia, perampok ulung, penggemar ikan terbang dan cumi-cumi, penerbang ulung tukang klayapan, dan terancam punah karena semut. Cikalang christmas (Fregata andrewsi) yang hanya berbiak (bercumbu, bersarang, bertelur) dan merawat anak di sebuah Pulau kecil di selatan Pulau Jawa yang dahulu terkenal sebagai tempat berjudinya orang-orang Indonesia, di tempat yang benama Pulau Christmas. Walaupun pulau tersebut dekat-dekat saja dari Pulau Jawa, tetapi Pulau tersebut miliknya Australia. Ironisnya, burung ini justru jarang terlihat di daratan utama Benua Australia.
Cikalang christmas saat ini dikategorikan sebagai burung terancam punah dengan kategori keterancaman tertinggi, Kristis (Critically Endangered). Bersarang di pohon-pohon jangkung tak menjamin nasib baik. Hingga tahun 1987 telur burung ini sering jadi sasaran para pekerja tambang fosfat (phospate) di Pulau Christmas, ya untuk disantap, rebus, ceplok atau dadar ... silahkan pilih. Pengambilan telur lantas dilarang dan pada tahun 1989 dan sebuah Taman Nasional dibuat di kawasan tempat burung ini berbiak. Aman? belum! Lepas dari manusia sekarang giliran semut yang hingga sekarang menjadi ancaman terbesarnya. Semut gila berwarna kuning - Crazy Yellow Ant (Anoplolepis gracilipes) membuat burung ini "kesemutan", sarangnya dirambah dan anaknya disantap. Semut masuk ke Pulau Christmas karena dibawa manusia dan ternyata susah sangat diberantasnya karena semut satu ini mampu membentuk super-koloni, kagak ada matinya.
Tidak seperti manusia yang bisa bikin anak kapan mau dan kapan hasrat mengundang (lha kok lantas dibilang kecelakaan ya?), burung ini hanya berbiak dua tahun sekali dan anaknya juga cuma satu atau paling banyak dua sekali berbiak. Biasanya dimulai pada bulan Desember, burung jantan mulai memperlihatkan kejantanannya menarik betina dengan gelambir merah di lehernya yang diisi udara sehingga membentuk balon merah. Betina mulai bertelur sekitar bulan Maret hingga pertengahan Mei dan mengerami anaknya selama 40 harian. Anak yang menetas masih harus dirawat dan untuk burung, perawatan anak Cikalang christmas relatif lama, 15 bulan baru disapih. Pada masa-masa inilah burung sangat rentan terhadap serangan semut. Dirubung semut sampai mati ... sinetron horor Indonesia pernah bikin yang begini ndak ya?
Sudahlah, tak usahlah bicara soal kematian yang mengerikan, bicara soal makan saja. Makanan kegemaran burung ini adalah ikan terbang dan cumi-cumi, walaupun ia juga menyantap ikan jenis lain termasuk bangkai ikan. Jika menangkap ikan paling banter hanya kepalanya saja yang nyelup di air, biasanya hanya paruhnya saja. Burung ini juga memiliki kemampuan sebagaimana perompak lanun, tak segan-segan ia menyerang burung lain yang membawa ikan untuk merebut ikannya. Ikan yang terlepas dari paruh pemilik yang sah lantas disambar di udara.
Burung ini sering mencari makan di tempat-tempat yang jauh dari rumahnya, Seekor burung yang lantas diberi nama Lydia (mestinya betina ini) yang diberi pemancar untuk dapat dipantau pergerakannya dengan satelit menunjukan sejauh apa burung ini bisa terbang (lihat peta di bawah). Lho ... klayapan di Indonesia.
Tetapi teman-teman Lydia jauh lebih dahsyat kluyurannya. Cikalang christmas tercatat pernah dilihat di China bagian selatan, India, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei dan Indonesia. Kok ya jauh-jauh sih cari makan? (look who's talking). Walaupun mampu kluyuran jauh sebenarnya Cikalang christmas lebih suka mencari makan di dekat-dekat rumahnya saja. Sederhana saja masalahnya, lha siapa yang mau kluyuran jauh-jauh cari makan kalau di dekat rumahnya ada banyak makanan yang mudah diperoleh ... ya nggak ya nggak?
wieda November 2, 2006 08:11 AM PST wow.....koq saya blom pernah liat burung ini yah....thx yah, (jadi pengin liat burung ini)
zammore October 20, 2006 03:21 PM PDT thx mbuatku jd rajin baca 'khotbah jumatan'. kmana acara hari-h1 lebaran taon ini kang? kbri kah?
meiy October 20, 2006 01:27 PM PDT tulisan 'jumatan ini' jadi nambah pengetahuan ttg burung :D thx mas. sayang di medan ga ada yg ngajak aku lagi utk mengamati burung
nananias October 20, 2006 08:46 AM PDT lho sir? ke jepang itu nyari makan to? kirain kerja. :D
wah burung yang penuh semangat rajin banget kesana kemari cepet lagi, ngga nyangka saya. hewan kecil kek gitu dahsyat banget.
hmmm jangan2 suka menganggap enteng kek gini terjadi juga diranah nyata? ahem.