Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Tiap kali lebaran ada satu hal yang "menyiksa" saya selain kemacetan lalu lintas *dalam gaya nyinyir*. Walaupun saya itu suka makan, apalagi sudah lama tak mengicipi masakan Indonesia, berat juga rasanya bolak-balik dipaksa makan hindangan standard lebaran sebangsanya opor ayam, sambel goreng ati, ketupat dan konco-konconya itu. Bukan karena saya kurang bersyukur padahal sudah diberi rejeki seperti itu, lagi pula toh tinggal menyuap saja. Akan tetapi, panjang usus saya itu bukannya tak berhingga seperti panjangnya kasih ibu kepada beta, rongga perut juga ada batasnya, walaupun lubang ikat pinggang sudah pindah dua lubang dan kalau mau tambah nyinyir, indra pengecap ini sampai hapal rasa makanan sebelum makanan masuk ke mulut.
Lantas, saya jadi menebak-nebak, bagaimana para peragawati, peragawan, foto model dan para insan wajib diet itu menyiasati lebaran. Bagaimana cara paling sopan untuk menolak hidangan yang disuguhkan oleh tuan rumah yang disambangi. Kalaupun akhirnya dengan jurus sejuta kelit, makanan bisa dihindari, lha minuman suguhan apa ya bisa juga tak disentuh? Perut asem dijejali kopi, kembung dijejali teh.
Sampeyan bagaimana? berapa kilogram makanan dan berapa liter air yang masuk perut dalam satu hari kunjungan?
Posted at 06:43 pm by Sir Mbilung
pinkina November 2, 2006 07:39 PM PST hahahaha.......
kmrn pas kunjungan ke rumah nenek di desa, hampir meletus nih perut kebanyakan minum es. Abisnya satu kampung semua dianggap sodara, dan semua menyilahkan duduk dan memberi minuman es, hihihihihi.....
bebex November 2, 2006 01:28 AM PST buanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!!!!!!!!
dirac October 31, 2006 07:13 PM PST zeroo.. ha wong nggak ada makanan.
tukang kebon October 31, 2006 06:12 PM PST klo aku pakdhe, habis makan banyak, lari siang siang di pantai, kan lumayan tuh turun :D
atta October 31, 2006 02:08 PM PST anu
saya ndak pernah nolak
la wong rasanya sekarang ini lapar kok dateng lebih sering ya
hahahhaha
*gagal deh program diet* :p
april October 31, 2006 11:48 AM PST Ga keitung brapa kg+l makanan minuman msk pakdhe.... yg pasti keitung nambah 2 kg di akhir liburan.
yati October 31, 2006 12:44 AM PST masalahnya sama kale....
cara yang paling kekanakan...pulangnya ga pamit aja...abis salam2an langsung ngacir. kalo tamunya banyak
maaf lahir batin mas...
Nero October 31, 2006 12:21 AM PST gimana caranya biyar kembung?