Belakangan ini Yahoo Messenger saya berhiaskan foto bunga Sakura. Anggap saja dalam rangka menyambut musim semi .... kalo deket-deket lebaran tentunya berhiaskan ketupat. Lha .... gara-gara foto itulah seorang teman -- yang saat ini bermukim di Washington DC -- lantas turut mendobos. Biar saja, hitung-hitung Ndobos Pol punya koresponden di Washington D.C.
Teman ini -- yang biasa saya panggil bunder dan bergelar Dewi Angin-Angin ini -- mendobos demikian :
"Lha klo beginian doing sich, di DC juga akeh. Di sekitar Jefferson Memorial, ada danau buatan bernama Tidal Basin, naa disekelilingnya basin itu berjejeran lah 1.400 pohon Sakura yang di sini dipanggil Cherry Blossom itu. Pemberian pemerintah Jepang, pampasan perang kali. Yang jelas, di awal musin semi seperti sekarang ini, bunga-bunga itu mekar bareng dengan semarak, dan ini ngga disia-siakan oleh pemkot Washington D.C dengan mengekploitasi dan mempromosikannya habis-habisan sebagai objek wisata andalan ibukota Amerika, selain museum dan gedung-gedung pemerintahan yang syuuuuuper garing".
Belum hilang ternyata kebiasaannya menggonggong.
"Dilengkapi ubo rampe komplit, digelarlah festival Cherry blossom setiap tahunnya yang bisa berlangsung selama sebulan dengan berbagai acara. Mulai dari kelas origami, kembang api, Miss Cherry Blossom, sampe pawai budaya yang diikuti berbagai Negara, termasuk Indonesia!!"
Wiiiih...Indonesia !!! Lho kan, Dewi Angin-Angin menggolongkan pawai budaya sebagai kategori terpisah. Mungkin agar tidak tercampur dengan dengan kontes Miss kembang itu ya.
"Tahun ini delegasi pawai budaya Indonesia ini dipimpin oleh budayawan Ikranegara. Dan konon menjadi kontingen ter-akbar makanya ditaruh di urutan barisan paling buncit. Latihan sudah digelar jauh-jauh hari di KBRI. Reog sak gemblake, tari piring, dll dll. Penarinya mulai dari ibu-ibu diplomat KBRI sampe domestic worker beneran alias pembokat rumah tangge. Pokoknya jadi ngga sabar pengen liat penampilan delegasi Indonesia tanggal 8 April nanti."
Waaah ini bakal ada pengerahan masa besar-besaran. Sayangnya Dewi Angin-Angin tidak menerangkan siapa yang jadi gemblak.
""Balik ke Cherry Blossom, Dewi Angin-Angin sudah berkunjung 3 kali ke sana. Pertama waktu masih kuncup. Terus diulang lagi setelah mekar, sambil foto-foto. Yang ketiga, lagi pas full bloom, mekrok abis. Bunganya banyak dan penuh, yang nonton bunga buuuuaaanyaaak dan puuuenuuuhhh. Ada yang piknik di pinggir danau sekeluarga, ada yang puter-puter naik sepeda, ada yang makan es grimm, ada yang jual es grimm, ada yang pre-wedding photo lengkap dengan baju sari, ada juga yang lagi dilamar on the spot pake bunga mawar merah ..gubrakk..
Lha ini Dewi Angin-Angin itu di sana kerja apa tetirah ya?
"Banyak bunga, banyak debu, banyak angin, Dewi Angin-Angin pulang, kerokan, minum melatonin, mimpi jadi geisha pake kimono di pinggir danau penuh bunga sakura....."
Dewi Angin-Angin yang gampang masuk angin tidak menerangkan siapa yang mengeroki dirinya. Apa sampeyan yang ngeroki dirinya?
UPDATE : Seorang teman di kantor bercerita tentang Sakura Dewi Angin-Angin di Washington DC itu. Pada tahun 1912 pemerintah kota Tokyo menghadiahi kota Washington dengan bibit Sakura sebagai lambang persahabatan dari rakyat Jepang kepada rakyat Amerika. Lha...jadi bukan pampasan perang Jeng.
Sejarah kumplitnya bisa dilihat di sini.