Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Tuesday, October 31, 2006
Barat Timur Utara Selatan

Kalimat-kalimat promosi yang menjadikan "Barat" sebagai tolok ukur sering kali didengungkan. Kalimat bernada sanjungan juga demikian. Lantas "Barat" juga dijadikan padanan untuk kemajuan, modern. Produk jamu dari "Timur" mendadak jadi layak tenggak jika sudah mulai dikonsumsi di "Barat". Pokoknya kalau barang itu sudah ada stempel dari "Barat" mesti oye, ndak perlu ragu, ini ai punya barang bagus punya, tak mahal lagi, you bisa cek toko sebelah dah. Tambahan lagi, kagak malu-maluin, gengsi terjaga.

Mari kita bergeser mata angin. "Utara" adalah tempat yang menjadi simbol kemapanan hidup dan "Selatan" identik dengan tempat kemalangan hidup. Parameter seperti penghasilan per kepala per tahun lantas dijadikan tolok ukur kekayaan dan lantas kesejahteraan. Weiiittt ... sebentar, sebentar, kekayaan?! Lha apan waktu masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah dulu, guru-guru yang saya hormati dengan sungguh itu mengatakan betapa kayanya negara kita yang berlabel "Timur" dan "Selatan". Sangking kayanya, kalau ditanya kita itu punya apa sih sehingga dibilang kaya raya ndak umum, yang ditanya bingung juga dan lantas jawaban gampang yang disusul dengan pertanyaan keluar "apa-apa ada, itu ikan dan udang saja menghampiri dirimu (nyontek Koes Plus), kamu maunya apa?."

Pelabelan model begini, "Utara", "Selatan", "Barat" dan "Timur" memang penggebyah uyahan yang agak serampangan. Toh ada negara "Timur" dan "Selatan" yang juga kaya berdasarkan parameter kekayaan yang lumrah dipakai. Hanya saja yang kadang bikin saya ndak mudeng, itu "Utara", "Selatan", "Barat" dan "Timur" lha tengahnya di mana? Jika hendak mengikuti garis lintang dan bujur yang umum digunakan sekarang (medirian Greenwich), titik tengahnya bumi ada dua!!! Titik pertama adanya di lepas pantai Barat Afrika, sekitar 600-an kilometer sebelah Selatan Ghana atau sekitar 1000-an km sebelah Baratnya Gabon. Lantas, kalau dari titik itu dibor lurus sampai tembus ke titik ke dua, munculnya di suatu tempat di Lautan Teduh sana.

Lha...lantas saya ini mau ngomong apa toh? Ndak tahu juga, ini di depan saya ada peta dunia, atlas sederhana .... bumi rata. 


Posted at 02:48 pm by Sir Mbilung

Hedi
November 2, 2006   02:14 AM PST
 
berarti yg di garis tengah itu bentuknya ga karuan ya Sir, kan perpaduan dari empat kutub itu :p
tukang kebon
October 31, 2006   06:10 PM PST
 
barat atau timur? make up your mind *hayah koment ngga jelas jugah*
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry