Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< November 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Wednesday, November 01, 2006
Buku Itu

Membaca tulisan Paman Tyo yang diberi judul Arthur Rimbaud di kota Saya sungguh menggugah saya untuk mencari buku Orang Indonesia & Orang Prancis yang dijadikannya bahan tulisan itu. Maka begitu ada kesempatan bepergian ke toko buku, itulah buku yang pertama saya cari, dan saya mendapatkannya. Hanya saja kebiasaan lama saya untuk langsung melihat-lihat gambar dan foto di dalam buku sebelum membaca bukunya tidak juga hilang.

Berlama-lama memandangi gambar-gambar tua tentang Indonesia bagi saya adalah sebuah kesenangan. Walaupun dalam buku tersebut kesenangan saya itu agak terusik karena berbagai hal yang bagi kebanyakan pembaca mungkin bukanlah hal yang penting, hanya soal ketepatan saja.

Tengoklah peta Pulau Sumatra dan Semenanjung Malaya (hal. 54) yang katanya berasal dari tahun 1620 (Sumatra et la peninsule malaise vers 1620). Lha kok petanya bergaya Digital Chart of the World dari abad 20, bukan bergaya seperti peta Hindia-Timur yang ada pada hal. 136? Walaupun tulisan dibuat bergaya tua, tetapi penulisan "Aceh", "Banten" dan "Java" sungguh tak lazim untuk penulisan nama-nama tempat tersebut pada zaman itu. Atjeh atau Achen lebih pas untuk Aceh, Bantam atau Bantan lebih klop untuk Banten dan Iava adalah cara penulisan yang sering dipakai pada peta kuno, bukan Java.

Pada hal. 152 tertulis "Pada 1752 VOC menerbitkan dengan sengaja peta pulau Bali yang terbalik. Sumber: Buku Francois Balentijn". Lho ... ndak terbalik kok petanya. Ah mungkin saja penulisnya alpa untuk melihat gambar arah mata angin pada peta yang arah Utaranya menunjuk ke bawah, bukan ke atas seperti lazimnya peta modern. Masalah pada gambar peta di hal. 236 lain lagi, tertulis pada keterangan gambar "Borneo, Maluku, dan Filipina . (Nukilan dari salah satu peta karya Duval terbitan 1665". Bingung saya mencari mana Borneo dan Filipinanya di peta itu. Peta itu menggambarkan Pulau Sulawesi (CELEBES), Pulau Halmahera (GILOLO), Pulau Seram dan Pulau Irian (OS PAPVAS). Mungkin tertukar dengan gambar peta yang ada di hal. 238.

Foto pada hal. 448 diberi keterangan "Seusai berburu harimau di di Jawa". Harimau jawa (Panthera tigris) saat ini hanya beritanya yang masih terdengar ada di sana-sini. Sudah punah? entahlah. Pada saat foto tersebut dibuat, Harimau jawa memang masih kerap dilihat wujudnya dan sering pula diburu, hanya saja yang ada di foto itu bukan Harimau jawa, itu Macan tutul (Panthera pardus) yang sampai sekarangpun masih berkeliaran di hutan-hutan di Pulau Jawa yang sudah tak banyak sisanya.

Foto di hal. 470 yang diberi keterangan "Seperangkat gammelang (gamelan) di "harem" Jawa". Lha kok kostum penari dan bentuk gamelannya itu dari Siam? Gambar di hal. 467 diberi keterangan "Tarian Bayaderes (Bedoyo) malam kami tiba di Surakarta". He he he ... asik juga kalau ada tarian bedoyo model begitu.

Ndobos kok nyinyir begini. Mbok ya cerita bagian apa yang langsung dibaca dari buku itu. Dua bagian yang sudah selesai saya baca. Bagian pertama adalah "Herman Willem Daendels. Jenderal Pilihan Napoleon yang Menjadi Gubernur di Jawa (1808-1811)". Sampai sekarang saya masih ngebet buat menelusuri jalan Daendels dari Anyer sampai ke Panarukan, sembari nge-blog selama menelusuri jalan itu. Ada yang berminat menemani?

Bagian ke dua adalah "Raden Saleh, Seorang Pelukis Indonesia, Diterima di Paris oleh Raja Prancis, Louis-Philippe d'Orléans (1845-1848). Lukisan Raden Saleh yang menggambarkan penangkapan Pangeran Diponegoro adalah salah satu lukisan kesukaan saya, walaupun saya belum pernah melihat lukisan aslinya. Hanya saja, lukisan tersebut tidak dipampangkan dalam buku ini. Malah ada lukisan yang selalu membuat saya tersenyum-senyum, "Berburu Singa di Jawa" yang katanya laku terjual di Cologne, Jerman, dengan harga 805.000 Euro. Apa harganya yang selangit itu yang bikin senyum? Bukan ... tapi sejak kapan di Jawa ada singa?

Lepas dari kecerewetan saya yang ndak perlu itu, senang sekali akhirnya saya bisa membaca buku ini. Untuk Paman Tyo, nanti kalau sudah rampung buku ini saya baca mungkin saya tertarik juga untuk membaca buku tentang Orang itu (Bacaan Selagi Prei), lha wong sekarang ini saya lagi prei kok.


Posted at 01:30 am by Sir Mbilung

yourshop.cc
December 4, 2008   05:49 PM PST
 
http://www.watchesforsale.us
Name veva dara
August 20, 2007   03:30 PM PDT
 
aku pingin tau gambar peta banyuwangi yang terlihat dari angkasa ada nggak mohon ditunjukkan
julia van de laar
March 13, 2007   12:11 AM PDT
 
hi
soal lukisan pangeran diponegoronya; memang susah sekali mencari lukisan tersebut lewat internet, ada juga paling versi kurang baik. makanya di buku pun jarang ada yang punya ata bisa tampilkan versi baik, karena sejak 1976 ada di Istana Negara dan memang kurang pendokumentasiannya.

artikelnya menarik. makasi saya sudah bisa baca artikel ini
ardian siregar
March 5, 2007   04:58 PM PST
 
Alo Ndobos
saya ardi, ada banyak koleksi peta2 jaman belanda utk wil indonesia, mulai thn 1867 - 1946. utk thn 1940-an banyak peta buatan AMS US Army, yg di release dari peta belanda.
bila berminat memiliki bisa hub sy via e-mail. thanks. ardi
wieda
November 2, 2006   07:54 AM PST
 
boleh ikut ndak menyusuri anyer ke banyuwangi???

buat tito..banyak tuh cerita ttg salatiga..(klo soalnya 10 salatiga masih dapat 7 koq..) :)
Tito
November 1, 2006   11:16 PM PST
 
Ada cerita tentang Salatiga nggak?
Name
November 1, 2006   10:36 PM PST
 
gw daftar mas...ikut menyusuri jalan daendels....:d
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry