Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Saya bukan penari atau pedansa, badan saya tidak lentur bahkan cenderung kaku seperti gagang sapu. Tapi kali ini saya memberanikan diri untuk menari bersama-sama dengan penduduk desa yang ramahnya ndak ketulungan ini, saya menari Ceilidth (dibaca: keili), sebuah tarian rakyat yang dilakukan beramai-ramai dengan iringan musik yang riang gembira. Ya...saya ada di sebuah desa kecil di Skotlandia, sebuah desa bernama Corsock (hebat kalau bisa nemu di peta) yang terletak tak jauh dari sebuah kota bernama Castle Douglas (yang ndak ada castle-nya). Bagaimana pasalnya saya bisa terdampar di tempat tak tersohor ini? Begini kisahnya.
Akhir minggu, Cambridge diramalkan akan bercuaca mendung, berangin dan mungkin hujan. Seorang teman baik yang berumah di Skotlandia menelpon saya dan mengatakan menurut ramalan cuaca pada akhir pekan itu cuaca di tempatnya akan cerah. Saya memang sudah berkeinginan untuk dolan ke Skotlandia kali ini, hanya saja saya tidak ingin ke Edinburg atau tempat-tempat tujuan turis lainnya di highland sana. Lha kok teman yang mengundang ini kebetulan rumahnya bukan di tempat-tempat seperti itu. Dia tinggal di desa kecil bernama Corsock itu, sekitar 2 jam-an dari Glasgow yang merupakan kota terbesar di Skotlandia.
Begitulah, pada Sabtu siang yang sangat cerah saya berangkat ke Skotlandia dari Stanstead dan tiba di bandar udara Prestwick di Glasgow disambut dengan tipuan angin kencang, hujan rintik-rintik dan mendung tebal .... halaaaaah, ramalan cuaca kok ya hasilnya terbalik begini. Teman saya itu menyambut saya sambil berjingkrak-jingkrak riang persis seperti sedang bertemu dengan aktor pujaannya dan sambil nyerocos dia mengabarkan kalau nanti kami harus mengambil jalan memutar karena ada pohon yang tumbang ditiup angin kencang dan menutup jalan ke rumahnya (halaaaaah cuaca cerah mbelgedes). Pemandangan bukit-bukit hijau yang ditanami cemara dan diselingi warna-warna musim gugur yang kemerahan dari daun-daun pohon berdaun lebar, danau-danau kecil dan beberapa bekas puri dari abad pertengahan yang terserak di sana-sini membuat pemandangan di sepanjang jalan seperti di kartu pos wisata.
Di sepanjang jalan, teman satu ini sibuk nyerocos soal ini itu yang ada di sepanjang jalan dan akhirnya dia mengatakan kalau nanti malam di balai desa akan ada Ceilidth. Sudah lama saya mendengar tentang Ceilidth, hanya saja saya belum pernah menyaksikannya apa lagi berpartisipasi di acara itu dan saya mengangguk saja pada waktu dia mengajak saya untuk ikut. Acaranya sendiri baru mulai jam 8 malam, sehingga kami masih sempat menghangatkan diri dulu sambil bertukar cerita di depan perapian.
Masih ada waktu, sehingga kami memutuskan untuk berjalan dahulu ke pub (tempat minum-minum) desa yang ternyata dipenuhi banyak orang. Jim sang pemilik pub, yang diberinya nama Pringles, terheran-heran pada saat saya mengatakan kalau saya tidak minum alkohol, dan sembari terkekeh-kekeh dia menyiapkan minuman gratis untuk saya yang katanya berasal dari desa ini, segelas susu. Tidak seorangpun yang bercakap-cakap dengan saya di pub itu yang tahu di mana Indonesia (ndak heran), dan sebagian besar dari mereka juga belum pernah melihat orang Asia secara langsung sebelumnya dan sayapun jadi pusat perhatian dan pertanyaan (jarang-jarang ada kejadian begini).
Waktu Ceilidth telah tiba, sebagain besar orang di pub pindah ke balai desa yang juga sudah dipenuhi orang. Para pemusik sudah bersiap di panggung sederhana ini, the Corsock Ceilidth Band, begitu mereka menamakan dirinya. Acara dibuka dengan ucapan selamat datang dari seorang yang juga bertugas untuk memandu Ceilidth karena tak semua orang di balai desa ternyata yang bisa menari Ceilidth. Musik digenjreng ramai, berirama riang, dan tarianpun dimulai. Kaki dihentak-hentak, melangkah riang, berpegangan tangan, berputar-putar, bertepuk tangan, ada senyum dan tawa di mana-mana, sumringah pol.
Orang-orang seperti saya yang ndak ngerti blas apa yang harus dilakukan dan ke mana harus melangkah, membuat keteraturan menjadi kekacauan yang menyenangkan. Orang saling bertabrakan, terjatuh, salah arah melangkah dan sebangsanya. Tak sebagaimana joget dangdut di kampung, tak ada istilah senggol dikit golok, yang ada hanya senggol dikit tertawa. Begitulah Ceilidth yang berlangsung hingga lewat tengah malam yang nyaris tak ada putusnya.
Pada bagian akhir, semua orang yang ada di balai desa berdiri melingkar sambil berpegangan tangan dan bernyanyi Auld Lang Syne ... Sebuah tarian rakyat yang amat sangat menyenangkan .... dan megundang keringat. Skotlandia, negeri yang dingin tetapi hangat. Orang Skotlandia memang gila, tetapi Pak dokter satu ini lebih gila lagi, dia merubah nama saya menjadi Sir Mbilung MacNdobos.
Posted at 10:07 pm by Sir Mbilung
mbakDos November 14, 2006 09:19 PM PST sik sik... ini cerita tentang menari tho?! kok gak ada potonya sir mbilung lagi menari?!
tito November 14, 2006 07:11 PM PST asem dibilang lebih gila dari orang skotlandia!! Kalau nggilani iya sir!
qq November 14, 2006 06:36 PM PST Seru kayanya Pakde, Qq penasaran banget ama Skotlandia. Dosenku ada yang berasal dari sana, dikit-dikit cerita ttg Glasgow.... :)
atta November 14, 2006 04:10 PM PST huhuhuu
pengen
kebayang deh kalo saya ada di situ; mesti ketawa kuencenge pol mergo seneng
:D
bangsari November 14, 2006 02:30 PM PST susah dibayangkan, pakde yang kurus kerempeng itu harus menari dengan para raksasa. he..he..
pyuriko November 14, 2006 01:28 PM PST Koq ndak ada fotonya Pakdhe???
Yoki November 14, 2006 11:32 AM PST Apa nama tarinannya?/ klenik?? hehehehhe oalah gak minum alkhol??/ tapi 'minum' berupa gas berasal dari cengkeh, tembakau dll ya :D wkakakakakak
Luthfi November 14, 2006 10:58 AM PST weh jadi narsum (nara sumber) di pub ya :-)
venus November 14, 2006 10:56 AM PST ketemu highlander gondrong yang immortal kyk di tivi ora ? :D
nana November 14, 2006 10:21 AM PST satu dokter itu emang lebih gila *salah fokus*
hahahaha curaaaaaaaangg mana foto berkeilinyaaa... huuu bapak macam apa itu? *eh ini dah postingan lain ya?*