Saya menyukai Sting, walaupun tidak sampai saya jadikan pin-up seperti yang dilakukan oleh banyak teman perempuan saya. Ada banyak kawan yang mengetahui kesukaan saya ini. Sejak dia masih genjrengan rame-rame di The Police saya sudah suka mendengarkan suaranya yang khas itu. Sejak dia tidak lagi di kepolisian dan pindah ke solo (dibaca: tidak lagi berkarir di The Police dan bersolo karir), kesukaan saya akan musik dan lirik lagu yang dibawakan Sting bertambah. Liriknya makin tajam.
Begitulah sore kemarin saya dihadiahi album Sting terbaru dan saya terlonjak-lonjak kaget mendengarkannya. Musiknya dibuat oleh John Dowland, pemusik yang hidup pada jaman dahulu kala (1563 - 1626) dan album tersebut menampilkan Sting bersama-sama dengan Edin Karamazov seorang pemain lute. Hasilnya adalah sesuatu yang berbeda dengan garapan Sting sebelumnya, sangat berbeda. Sting seolah masuk ke dalam dunia yang baru dan saya masih saja dibuatnya terkagum-kagum. Nyaris seharian kemarin, hanya lagu dari labirin (Songs from the Labyrinth), begitu judul album baru tersebut, yang menemani saya yang sedang pura-pura bekerja.
Album Songs from the Labyrinth dilepas ke pasar bulan Oktober lalu dan saya ndak tahu bagaimana penjualannya selama satu bulan ini, lagipula buat saya itu ndak penting. Buat saya album ini sangat inspiratif, terutama dalam hal explorasi hal-hal baru. Saya ndak ngerti apa yang berkecamuk (lha kok kayak perang) di dalam kepala Sting ketika dia memutuskan untuk menggarap albumnya itu. Saya mengagumi hasil akhirnya. Saya ndak tahu apakah lagu ini nyaman untuk juga didengarkan oleh seorang kawan yang saat ini sedang jatuh cinta (haaaaii), tetapi buat saya yang sedang "di persimpangan jalan" album ini sangat inspiratif.