Seribu Intan nomer 6
Seperti halnya Celepuk siau, burung yang satu ini hanya hidup di sebuah pulau yang kecil sekali ukurannya, Pulau Boano yang terletak di lepas pantai Utara Pulau Seram bagian Barat. Hanya saja, jika Celepuk siau masih ada yang hendak mencarinya kembali, burung yang satu ini seolah terlupakan dan entah bagaimana nasibnya sekarang dan terakhir dilihat lebih dari satu dasawarsa yang lalu, pada bulan November 1994 di sebuah lembah di kaki Gunung Tahun.
Kehicap boano (Monarcha boanensis) ukurannya kecil saja, tak lebih dari sejengkal tangan orang dewasa. Bagian atas tubuhnya berwarna hitam, serta bagian bawahnya berwarna putih yang juga menjadi warna bulu-bulu ekor terluarnya yang sering dikembangkannya menyerupai kipas. Ada bercak putih pada jidatnya dan dagunya berwarna hitam yang lantas menjadi nama burung ini dalam Bahasa Inggris, Black-chinned Monarch.
Mereka mencari makan bersama-sama dengan kelompok burung lain di semak-semak atau di bagian bawah tajuk pohon. Sejauh yang diketahui burung ini hanya memakan serangga. Informasi mengenai musim burung ini kawin dan bertelur tak diketahui, hanya saja pernah ada seekor burung yang masih muda yang dilihat pada bulan Oktober. Hanya itu yang diketahui.
Entah bagaimana keadaan Pulau Boano sekarang. Saya ingat pada suatu saat dulu dalam perjalanan dari Ambon menuju Wahai di pantai Utara Pulau Seram, kapal yang saya tumpangi itu melewati Pulau Boano, tidak singgah, hanya lewat saja. Itulah kali pertama saya menatap pulau tersebut dan hingga kini belum pernah saya menginjakan kaki di Pulau Boano. Foto-foto satelit terbaru memperlihatkan bagian Barat pulau yang relatif landai sedah kehilangan banyak hutannya. Perladangan tampak di sana-sini. Hutan masih bisa terlihat ada di pegunungan yang membentang dari bagian tengah pulau hingga ke bagian Barat. Tidak sepenuhnya utuh, di sana-sini bukaan hutan jelas terlihat.
Apakah burung ini di dunia hanya ada di Pulau Boano? Begitulah yang sejauh ini diketahui, hanya saja dua pulau yang sama kecilnya, Pulau Kelang dan Pulau Manipa yang terletak di sebelah Barat Pulau Boano tampaknya juga perlu dijelajahi untuk mencari apakah dua pulau tersebut juga didiami oleh burung ini. Nasibnya yang tak jelas, hidupnya di pulau yang kecil, tak terperhatikan, difotopun belum pernah, jumlahnya yang mungkin juga tak lagi banyak karena ada penyusutan yang terus menerus dari rumahnya, menyebabkan burung ini masuk ke dalam kategori keterancaman tertinggi, Kristis (Critically Endangered).
Apa ada dari sampeyan yang berminat mencari tahu bagaimana nasibnya burung hitam putih imut ini? Bersegeralah datang ke Pulau Boano dan pekerjaan rumah pertama yang harus dilakukan adalah mencari di peta letak pulau tersebut.
Gambar diambil dari sini.