Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< November 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Sunday, November 19, 2006
Suatu Sabtu

Sabtu lepas tengah hari, udara cerah ndak ketulungan, nyaris tidak berawan dan matahari leluasa senyum-senyum. Hanya saja hari ini dinginnya minta ampun. Itu juga sebabnya saya lebih betah mlungker kayak luwing di kamar hingga kelaparan dan ini berarti saya harus ke kota. Setelah membungkus diri hingga mirip lontong dan tak lupa memakai kupluk penutup kepala sehingga mempertegas kelontongan saya, maka berjalan kakilah si manusia tropis ini menuju kota. Wah iya, betul-betul cerah ternyata, walaupun dinginnya kebangetan. Taman yang saya lintasi dipenuhi orang, semua melontongkan diri beraneka warna. Makin dekat ke pusat kota, makin banyak saja orangnya, dan inilah pemandangan di pusat kota itu.

Pasar tradisional terletak di sebuah lapangan terbuka di jantung kota dan hari itu ada begitu banyak orang dengan beragam kegiatannya. Ada yang berdemonstrasi memaki Partai Komunis Cina yang melarang Falun Gong. Beberapa belas langkah dari tempat demonstrasi ada sebuah kios baju yang menjual kaos berwarna merah bergambar Mao atau Che. Ada yang ngamen dengan bermain musik (bag pipes, saxophone dan main ban kumplit) sembari berjualan CD rekaman lagu-lagu yang mereka produksi sendiri. Ada juga yang ngamen memakai kostum anjing dan bertingah seperti anjing lengkap dengan kandang anjingnya yang bikin bingung anjing beneran yang dibawa sang tuan melihat pertunjukan itu. Pengamen anjing begini tidak berjualan DVD tingkahnya (tak ada VCD yang dijual di Inggris, entah kenapa). Di sisi lain pasar, seorang tunawisma sibuk berteriak-teriak menjual majalah Big Issue. Ada pula yang membagi-bagikan selebaran untuk menentang perdagangan bebas dan mengutuk perusahaan besar dan multinasional yang dituding tak berkeadilan dan tak berperikemanusiaan, sambil sesekali para pembagi selebaran bergantian masuk ke dalam toko Marks & Spencer untuk menghangatkan diri.

Pasar tradisional itu memang dikelilingi oleh banyak toko-toko bernama besar, ada McDonald's, Starbucks, Marks & Spencer, Body Shop, HMV dan semua dijejali banyak orang. Demikian juga warung-warung makanan pinggir jalan yang penuh antrian, ada yang jualan kopi, hot dog, burger, fish and chips dan juga es krim (gendeng po tuku es krim dingin-dingin, mbok ganti jualan bandreg saja). Tidak ada kendaraan beroda empat yang bisa masuk ke tengah kota Cambridge, hanya bus, taxi, ambulans, pemadam kebakaran dan mobil polisi yang diperkenankan masuk. Jalan-jalan di dekat pusat kota dipasangi "saringan mobil" seperti tiang yang bisa naik dan turun nyungsep ke dalam jalanan secara otomatis. Sesekali terlihat polisi yang berjalan berpatroli berpasangan. Semua aman terkendali, paling tidak begitu tampaknya.

Lha sayanya ngapain? ya menikmati tontonan kesibukan orang-orang itu, ndak bisa ngomong. Bukan kagum atau kehilangan kata-kata, mulut saya sedang penuh dijejali kebab yang dijual orang Turki di gerobag dorongnya. Dingin sekali hari ini, tapi perut saya aman terkendali sekarang.


Posted at 07:22 am by Sir Mbilung

Alex Ramses
November 26, 2006   07:18 PM PST
 
Jadi kepikiran ide buka warung cemoe di tengah kota cambridge, sekalian warungnya buat tempat nggedobosss orang-orang.
widya
November 23, 2006   08:22 PM PST
 
bwahahahaa...walah pakde...lha wong dingin dingin kok larinya ke lontong lontong, jenengan ki nek cerito yo lucu buanget je..
dirac
November 19, 2006   06:03 PM PST
 
hmmm... koq mirip di Brisbane ya Pakdhe?
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry