Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< November 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Monday, November 20, 2006
Mengapa Sembunyi?

Indie sebagai kependekan dari independent masuk dalam ranah budaya pada sekitar akhir abad ke dua puluh. Berciri bebas, ndak umum atau ndak mainstream, apa kata gue, pokoknya lu liat, tonton atau dengerin aja deh. Kalau suka ya bungkus kalau ndak suka ya tinggal memalingkan muka atau dengar yang lain. Gitu aja kok repot ... Lha, di pusat kota yang saya cerita kemarin itu, banyak seniman indie. Berunjuk kebolehan secara langsung di depan orang banyak. Buat seniman musik selain berunjuk kebolehan mereka juga menggelar hasil rekaman kebolehan mereka dalam bentuk CD yang lantas ditawarkan kepada para calon penggemar. Kalau seniman dalam bentuk lain, seperti pantomime, ya hanya bisa meraup receh dari para penikmatnya.

Lantas ingatan saya melayang ke para penghibur jatilan di Yogja, seniman jalanan dalam bus atau di warung-warung kaki lima. Beberapa dari mereka memiliki kualitas sangat layak pirsa, dan jika kemudian mereka seperti terperangkap pada situasi "terpinggirankan", buat saya itu adalah sesuatu yang patut disayangkan. Ada berapa banyak jiwa yang bisa diperkaya oleh karya mereka jika saja mereka bisa menjangkau telinga atau rasa lebih banyak orang.

Dalam dunia ngeblog begini, wadoh .... itu ada banyak orang dengan talenta luar biasa yang entah karena faktor rendah hati atau rendah diri (ndak gegeden rumangsan atau narsis kayak saya ini) seolah tersembunyi dan kilau ketidak mainstreaman mereka itu tidak terlihat. Mereka unik, ada jawara lukis, ada pula artis CSS (cascading style sheets) dan template yang bisa membuat sebuah blog menjadi lebih layak saji, paling tidak secara penampilan. Lantas saya berandai-andai, aaah kalau saja mereka berani tampil alangkah beruntungnya kita semua.

Buat saya, mau genjrengan, pentalitan dan petakilan di jalan atau mau bermain-main dengan tata saji blog, ujungnya sama saja. Ada jiwa yang bakal terpuaskan dan para pelakunya layak mendapat perhatian. Soal sajiannya disenangi atau tidak oleh khalayak, itu soal lain. Maka awe-awe saya buat yang masih "bersembunyi", ayo nda ... jangan malu-malu, karena sampeyan bisa bikin banyak orang yang kekencengan menepuk dada (seperti saya ini) menjadi malu akan kesombongan diri sendiri. Menyadarkan orang sombong itu pahala lho ... begitu?


Posted at 07:20 am by Sir Mbilung

ndoro kakung
November 20, 2006   06:29 PM PST
 
lah sampean kan juga bersembunyi bareng saya to kang ... :-D
tito
November 20, 2006   03:16 PM PST
 
kalau banyak terekspos sih bukan mainstream. Ayo kanca-kanca pameer gambar!!
Blanthik Ayu
November 20, 2006   12:40 PM PST
 
ehem...ehem..bukannya saya ndak mau narsis kayak sampeyan Sir..cuma ndak enak kalo diserbu fans hehehehe :p
vietkong kemproh
November 20, 2006   11:09 AM PST
 
nuwun sewu.. begini lho pakdhe.. kadang kekemprohan sebuah blog yang memaksa ownernya untuk udau udud sendirian ndak nyusahi wong liyo..
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry