Kiriman cerita dari koresponden Ndobos di Washington DC, sang Dewi Angin-Angin, akhirnya tiba juga, walaupun tidak dilengkapi foto, lha wong namanya koresponden gratisan kok?! Isi ceritanya tentang kontingen Indonesia pada parade Cherry Blossom di Washington DC seperti yang pernah disinggung sebelumnya. Mungkin juga ada yang sudah melihat beritanya di salah satu televisi di Indonesia. Beginilah kisahnya :
Jalan utama depan Washington Monument
Hujan deras berangin
Genderang tabuik bertalu-talu
Sorak-sorai reog dan jaranan “Hohohooo warok Ponorogo, warok Suromenggolo..”
Disambut teriakan puluhan pasangan pengantin tradisional cilik dari berbagai daerah Indonesia
Seorang ibu (penonton) kepada anaknya,”These are people from Indonesia, darling”
Yo konco neng nggisik gembiro, alerap-lerap banyune segoro, angliak numpak prau layar, ing dino Minggu keh pariwisoto…
Hujan semakin deras
Angin tambah dingin
Penari Pariaman mukanya basah
Pemegang reog giginya kelu menggigit beratnya bulu merak yang kuyup
Pengantin cilik robek-robek payung kertasnya
Tapi mereka terus berjalan
Terus berpawai
Sesekali beratraksi
Memutar-mutar menara tabuik
Memperagakan gerakan silat
Melonjak-lonjak di atas kuda kepang
…alon praune wis nengah, byak byuk byaak banyu binelah, ora jemu-jemu karo mesem ngguyu, ngilangake roso lungkrah lesu…
Melewati panggung kehormatan di 17th Street
Dengan spanduk bertuliskan "Indonesia, the ultimate in diversity"
dan ada juga "Indonesia thanks America for Tsunami relief assistance"
Rombongan dari negara yang selama ini di-cap “teroris” dan berada di urutan kedua dari belakang barisan ini, disambut dengan senyum dan goyangan penonton yang tinggal segelintir jumlahnya akibat diguyur hujan
Terus menabuh
Terus menari
Terus serukan pada dunia tentang indahnya Indonesia
…la gek njawil Mas, jebul wis sore, witing kalopo katon ngawe awe, proyogane bechik bali wae, eling sesuk esuk tumandang nyambut gawe .....
Begitulah keseluruhan isi beritanya. Dewi Angin-Angin lantas menutup beritanya dengan :
Koresponden Washington DC yang tetap kering selama meliput parade karena pake jas hujan ‘Tabasa’ (asli dari Indonesia). Hanya matanya yang sedikit basah, ..ihik
Saya tidak akan ndobos apa-apa soal ini.
Jika berminat dan sambungan sampeyan memadai bisa lihat rekaman videonya di sini.
Posted at 11:45 am by Sir Mbilung