Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< April 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Monday, April 17, 2006
Pesawat Tempur

Hobi saya selain melihat burung adalah melihat pesawat terbang, malah kalau diingat-ingat, saya itu duluan senang melihat pesawat sebelum suka melihat burung. Jaman kecil dulu, burung itu cuma pas buat diplintheng, lantas digoreng atau dibakar untuk dimakan. Kalau pesawat, diplintheng apa lagi dimakan bisa repot urusannya -- apa ada ya jaran kepang (kuda lumping) yang ngeremus pesawat?.

Dobosan saya kali ini ya soal pesawat tempur-nya republik ini yang beberapa malah tidak (baca: belum) bisa terbang.  Bapak Marsekal Herman Prayitno, mantan penerbang pancar gas F-86 Sabre dan pesawat kitiran OV-10 Bronco yang  sekarang menjabat sebagai Kepala Staff Angkatan Udara berkata, kita kekurangan pesawat untuk menjaga wilayah udara republik ini. Pesawat yang ada sekarang-pun tidak semua bisa terbang. Pesawat buru sergap F-16 Falcon menurutnya hanya dua yang bisa terbang, F-5 Tiger juga begitu. Sementara jet-jet tempur Sukhoi yang bertongkrongan "serem" dan relatif baru itu walaupun bisa terbang semua, saya ndak tahu apa sudah bisa nembak. Sementara pesawat angkut andalan C-130 Hercules kebanyakan yang tipe B yang umurnya beda-beda tipis sama umur saya. Lha kok memprihatinkan to? Padahal, jaman saya baru lahir dulu negara ini salah satu yang terkuat di udara. Karena soal politik, nggak ada uang atau dua-duanya?

Lantas, udara kita itu dijaganya bagaimana? Radar! begitu kata Bapak Marsekal. Cuma Pak, nyuwun sewu, itu yang di Timur masih bolong-bolong. Bolongnya itu bakal ditutup, nanti kita bakal punya radar baru untuk Biak, Timika dan Merauke. Waaah, sip kalo begini. Cuma, kalo ada yang nakal sluman-slumun masuk, ketangkap radar, lha yang ngejar siapa?

Selamat ulang tahun TNI-AU.


Posted at 11:45 pm by Sir Mbilung

merahitam
April 18, 2006   04:52 PM PDT
 
Jadi ingat pesawat tempur-nya Iwan Fals. salah satu lagu kesukaanku :)
Bhq
April 18, 2006   02:57 PM PDT
 
Ganti pesawat radio saja
yoyok
April 18, 2006   01:34 AM PDT
 
ah...dulu di kemayoran, pas umur 5 tahun...saya pengin jadi pilot...
fortuna
April 18, 2006   01:30 AM PDT
 
nggak terlalu banyak tau mengenai AU kita... sedikit2 mengenai AL yang katanya kapalnya minim dan kondisi yang 'sekarat'... Gimana ini? Negara kita kepulauan... kapal laut minim, kapal udara juga masih begini... sluman-sluman semakin banyak yang dengan mudah lalu lalang... piye iki?
Masa kita yang dibawah cuma bisa mlongo... lah nyambitin kapal sluman kan susah... hihihi! :)
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry