Tidak ... saya tidak akan ndobos soal psikologi manusia-nya Freud yang bernama narcist ini. Ndobos saya kali ini dipicu oleh dua hal. Oleh permintaan kepala bagian kepegawaian agar saya segera menyerahkan CV, dan oleh obrolan bersama teman.
Ceritanya kepala bagian kepegawaian itu sudah lama sebetulnya meminta saya menyerahkan CV, karena menurutnya saya adalah satu-satunya pegawai tanpa CV. Waktu itu saya jawab, lihat di Google saja. Lha, kemaren permintaan itu kok ya datang lagi. Lantas, pada kejadian yang terpisah seorang teman bertanya, "berapa nilai google mu". Saya lantas memasukan nama saya, hasilnya sungguh menggemparkan, 14.000 hits. Bagaimana mungkin?
Lho kan, ternyata nama saya itu nama pasaran, ini mesti tiap RT di Indonesia ada yang namanya persis seperti nama saya. Saring lagi, kali ini dengan disertai nama kantor. Turun drastis, tetapi masih mengagetkan. Walaupun saya nggak hobi bergaya di depan kaca, kali ini sifat narcist itu kok ya nendang-nendang perasaan agar saya melihat seluruh hasil dari google itu. Kesimpulannya .... akurat !!! .... Dasar narcist.
Coba sekarang, nilai google sampeyan berapa
tambahan : permintaan kepala bagian kepegawaian yang dikirim lewat e-mail tadi sudah saya balas. Please see Google.
tambahan lagi : Kepala bagian kepegawaian sudah membalas email saya. "Impressive. Now, where is your CV". lha kok ini kepala bagian ndableg men to ya?