Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.
Akhirnya KTP itu jadi juga. Certificate of Allien Registration (ARC), begitu namanya di sini seperti yang pernah saya doboskan di sini. Tapi saya tidak akan ndobos lagi soal ARC, tapi saya akan cerita saja soal acara ngambil KTP itu di balai kota tadi pagi.
Seperti yang pernah saya ceritakan di sini, saya itu masih tuli, bisu dan buta huruf. Untuk mengatasi keterbatasan saya dengan hal-hal tersebut biasanya saya coba dengan memakai Bahasa Inggris yang sederhana, kalau gagal lantas pakai bahasa tubuh. Biasanya berhasil tapi kali ini lain ceritanya ternyata.
Tiba di balai kota, saya celingukan mencari tahu di mana tempat ngambil ARC itu, tak ada petunjuk selain dalam tulisan Kanji yang tak saya pahami itu. Lhaaaa ... itu ada seorang perempuan, sebut saja namanya Mbakyu Ayu, yang di lengannya berbalut ban hijau, mungkin dia bisa membantu. Saya datangi dan saya mulai bertanya dalam Bahasa Inggris, di mana tempat untuk mengambil ARC. Mbakyu Ayu itu memiringkan kepalanya ke kanan dan dahinya berkerut. Waah, ndak ngerti dia. Coba lagi, kali ini pelan-pelan dan pakai kosa kata sederhana. Lho kan ... kepalanya miring lagi. Baik, inilah saatnya memakai bahasa tubuh, begitu pikir saya. Setelah pentalitan sejenak, kepala Mbakyu Ayu itu kembali miring ke kanan. Coba lagi ... miring lagi. Waduh, gagal maning, gagal maning yak?! Sambil berpikir bagaimana caranya menerangkan, saya bergumam pelan, "... jangkrik, piye carane iki ben Mbakyu Ayu iki ngerti..". Kali ini kepala Mbakyu Ayu itu tidak miring, dia tersenyum sambil berkata "Jawanya dari mana Mas? saya dari Solo." Waaaaah ... ada Jepang Solo.
Urusan lancar, Mbakyu Ayu itu menunjukan kepada saya yang tersipu-sipu ke loket mana saya harus pergi untuk mengambil ARC. Tidak sampai lima menit urusan beres. Sebelum keluar meninggalkan balai kota, saya hampiri lagi Mbakyu Ayu sambil bertanya, "Mbak, kalau saya mau pulang, naik bus yang mana?"
Catatan : Mbakyu Ayu itu Jepang totok. Mbakyu Ayu berkerja sebagai relawan di balai kota sampai hari Rabu minggu depan.
Posted at 01:02 pm by Sir Mbilung
Bunder SSS April 29, 2006 04:31 AM PDT Kaya temenku Miss sama adiknya, naik kereta, duduk adep-adepan sama orang bule. Terus dia bilang ke adiknya'"Ini bule depan kita kaya monyet ya."
Nah pas mau pipis, bulenya permisi lewat ke mereka,"nuwun sewu, monyet-ipun badhe lewat!"
Dian April 22, 2006 02:02 PM PDT hwehehehe...kalo aku gak ngerti bsh jowo, mas.
kemrungsung itu opo ?
Mbilung April 22, 2006 01:29 AM PDT nengjeni : gaul dengan sesama yang bisu, tuli dan buta hruf juga ya ... hi hi.