Ndobos Pol

Blog ini adalah terbitan berkala .... kala sempat
ruang buat saya ndobos, omong kosong
mudah-mudahan tidak terlalu menyiksa pembacanya.



Mbilung
laki-laki
senang ndobos
bekerja dan tinggal di tokyo

© foto diri miliknya David Armstrong


Sebagian pen-ndobosanku sebenarnya juga bisa dilihat/dibaca di blog Pecas Ndahe yang sejatinya dimiliki oleh seorang sahabat yang dengan sangat baik hati, tulus dan sabar telah bersedia mendengarkan -- dan lantas juga menuliskannya -- apa-apa yang tercetus, terutama disaat hatiku sedang sangat kacau -- karena balon hijau ku meletus sehingga balonku tinggal empat yang lantas kupegang erat-erat.

   

<< April 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30

Seperti minum jamu godogan agar seger pol, secara teratur saya juga berkunjung ke:

Indonesia Top Blog

rank blog indonesia

Subscribe in Bloglines





rss feed



Wednesday, April 26, 2006
Bahasa Tubuh

Ini bahasa yang nggak pake ngomong tapi biasanya bisa dipahami oleh lawan "bicaranya". Media komunikasinya, ya anggota badan. Bisa tangan, cara berdiri, gerakan kepala, cara menatap, manipulasi bentuk bibir, dan entah apa lagi. Pagi dan siang ini saya melihat komunikasi dengan bahasa tubuh.

Pagi-pagi di kereta api yang selalu penuh itu, saya beruntung dapat tempat duduk. Satu stasiun berikutnya penumpang banyak yang naik, dan ada seorang perempuan yang belum bisa disebut paruh baya, menjinjing koper kecil berdiri di hadapan saya. Lho ... saya dipenthelengi / ditatap. Tatapannya berkata, "ayo berdiri, berikan bangku itu untuk saya". Saya balas menatap dengan tatapan yang berarti, "itu di depan ada gerbong yang hanya buat perempuan, kosong, ngapain lagi kamu di sini umpel-umpelan, pindah sana?". Saya tidak beranjak.

Siang ini, saya makan siang di taman di depan kantor. Banyak orang yang makan atau hanya sekedar beristirahat di tempat itu. Di depan saya ada seorang laki-laki dan perempuan yang duduk bersebelahan sedang berbincang. Laki-laki itu duduk dengan kaki terbuka, lutut berjauhan, mengangkang. Tangannya bergerak ke sana dan ke mari sambil berbicara, alis matanya terangkat tinggi, dan matanya terus menatap perempuan yang duduk di sebelahnya itu. Perempuan itu duduk dengan kaki rapat, lutut saling menempel, tangannya diletakkan di atas lutut sambil memegang tas, mungkin untuk perlindungan kalau-kalau dia salah gerak. Kepalanya tertunduk, dan mengangguk-angguk tanpa henti. Sesekali dia menatap lali-laki di sebelahnya itu. Bahasa tubuh laki-laki itu berkata, "saya paham segala hal, saya lebih mengerti dari kamu".

Bahasa yang efektif dan entah kenapa tidak bisa bohong. Wah, coba kalau bahasa ini bisa ditransmisi melalui telepon .... hmmm .... untuk Bahasa Indonesia silahkan tekan satu, untuk Bahasa Inggris silahkan tekan dua, untuk Bahasa Tubuh silahkan tekan sepuasnya ....


Posted at 02:07 pm by Sir Mbilung

merahitam
April 26, 2006   03:25 PM PDT
 
Hehehehehe...

Tapi banyak juga yang nggak ngerti bahasa tubuh loh mas...
[em-eijs]
April 26, 2006   03:22 PM PDT
 
huahaha...aku ngebayanin ekspresi sampeyan ama si Ibu Jepun itu...kalo di bus kota atau KRL di sini bisa berlanjut dengan bahasa tubuh yang lain alias gapruk-gaprukan...lha orang kita kan lagi super sensinip toh, salah pasang tatapan aja bisa berantem
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry