Pagi ini, seorang rekan kerja saya (perempuan) datang ke kantor dengan wajah sumringah pol. Apa pasal? Ternyata tadi malam dia baru saja ber-candle light dinner bersama suaminya. Saya tersenyum dan langsung menanggapi " ...kalau saya sering sekali ber-candle light dinner di Bogor .. ". Roman muka teman itu langsung berubah, matanya terbelalak dan berujar "... oh ya, maaf, tapi saya tidak menyangka kalau kamu romantis seperti itu .. ". Saya hanya tersenyum manis...haiyaaah.
Lha bagaimana saya tidak sering ber-candle light dinner di Bogor, lha wong sering mati lampu je. Listrik padam nyaris pasti jika hujan, mau gerimis atau hujan deras, pokoknya kalau ada air tumpah dari langit ya biasanya listrik padam. Padahal julukan Bogor kota hujan itu bukan omong kosong seperti blog saya ini. Kadang tidak ada hujan tidak ada angin, listrik juga padam. Terpaksalah harus makan malam dengan siraman temaram sinar lilin. Romantis? Tergantung sudut pandang masing-masing. Tapi buat saya, hati gembira karena mengira dapat daging ukuran ekstra belum tentu berakhir bahagia. Pas "daging" masuk ke mulut, lho kok rasanya amat sangat mirip laos ya?
Soal listrik padam begini, saya mungkin ada salahnya. Apa mungkin dulu itu waktu minta sambungan listrik saya mintanya ke PLN yang salah? Apa waktu itu saya mintanya ke PLN --- Perusahaan Lilin Negara itu ya?